Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat UMKM Menggunakan QRIS sebagai Alat Pembayaran Digital di Kecamatan Besuk Umi Masruro; Rizki Febri Eka Pradani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12732

Abstract

Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran digital di Kecamatan Besuk. Fokus penelitian diarahkan pada tiga variabel utama, yaitu persepsi kemudahan penggunaan, persepsi manfaat yang dirasakan, dan kepercayaan terhadap sistem. Kajian ini menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) sebagai dasar konseptual dan menambahkan variabel kepercayaan karena transaksi digital sangat bergantung pada rasa aman serta keyakinan pengguna terhadap keandalan sistem. Bahan dan metode. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 105 pelaku UMKM yang telah menggunakan QRIS dalam kegiatan transaksi usaha. Instrumen penelitian disusun menggunakan skala Likert 1-4. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan QRIS dengan koefisien regresi 0,380, nilai t 6,728, dan signifikansi <0,001. Persepsi manfaat juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,332, nilai t 5,927, dan signifikansi <0,001. Kepercayaan terhadap sistem berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,234, nilai t 4,030, dan signifikansi <0,001. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan QRIS dengan nilai F 178,965 dan signifikansi <0,001. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,837 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 83,7% variasi minat menggunakan QRIS. Kesimpulan. Kemudahan penggunaan, manfaat yang dirasakan, dan kepercayaan terhadap sistem merupakan faktor penting dalam membentuk minat UMKM menggunakan QRIS. Peningkatan adopsi QRIS pada UMKM pedesaan perlu diarahkan melalui edukasi literasi digital, pendampingan teknis, penyederhanaan informasi, serta penguatan kepercayaan terhadap keamanan dan keandalan sistem pembayaran digital.
Peran Media Sosial dalam Mendukung Inovasi dan Digitalisasi UMKM Deddy Junaedi; Umi Masruro; Jannah; Riyan Laili; Alvyna Putri Rianita; Halimatut Tamimah
HATTA : Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Vol 1 No 2 (2023): Oktober
Publisher : STKIP MAJENANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/hatta.v1i2.45

Abstract

Social media plays an important role in supporting innovation and digitalization of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia. This research aims to understand how social media affects the growth of MSMEs through marketing strategies and interactions with consumers. The method used is qualitative analysis on several case studies of MSMEs that successfully use social media. The results show that social media increases product visibility and allows MSMEs to interact directly with customers, understand their neaeds, and adapt quickly to market trends. In addition, feedback from consumers on social media drives product and service innovation. The conclusion of this study is that social media not only improves the competitiveness of MSMEs, but also contributes to national economic growth. The suggestion for MSMEs is to utilize social media proactively and take part in digital marketing training.The implications of this study emphasize the need for support from the government and related institutions in the form of training programs and access to technology to strengthen the capabilities of MSMEs in the digital era. Thus, social media can be a strategic tool for sustainable growth and innovation in the MSME sector.