Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Literasi dan Numerasi Melalui Program Bimbingan Belajar dan Pojok Baca di Desa Sihopuk Baru Uli Makmun Hasibuan; Deliati Deliti; Mona Luthfia Adira; Asbi Asbi
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan kemampuan literasi dan numerasi anak melalui program bimbingan belajar gratis dan pojok baca di Desa Sihopuk Baru, Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padang Lawas Utara. Program Pengabdian Masyarakat Mandiri (KKN-M) dilaksanakan pada periode 1-20 September 2025, menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan literasi dan numerasi anak, di mana kemampuan membaca meningkat dari 60% menjadi 85%, kemampuan operasi penjumlahan meningkat dari 50% menjadi 80%, dan pemahaman soal cerita meningkat dari 30% menjadi 65%. Pojok baca yang diresmikan berhasil menyediakan akses ke 70 buku dengan 103 peminjaman selama periode program. Program pendukung seperti pendidikan anti-perundungan, pembelajaran agama, dan kegiatan kreatif juga memperkuat pengembangan karakter anak. Faktor pendukung utama adalah dukungan kepala desa dan antusiasme anak, sedangkan kendala meliputi keterbatasan sumber daya dan periode program yang singkat. Program ini berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan literasi dan numerasi antara daerah perkotaan dan pedesaan serta mendukung pencapaian target nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan
Profil Pengendalian Diri Siswa Berkebutuhan Khusus Pada Sekolah Inklusi: Sebuah Studi Bimbingan Konseling Pribadi Sosial Nayla Syaharani Panjaitan; Mona Luthfia Adira; Gusman Lesmana
Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (JITK) Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jitk.v3i1.1250

Abstract

Penelitian ini mengkaji profil pengendalian diri siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi melalui perspektif bimbingan konseling pribadi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis bagaimana siswa berkebutuhan khusus mengelola perilaku, emosi, dan interaksi sosial mereka dalam lingkungan pendidikan inklusif. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi kasus terhadap siswa berkebutuhan khusus, guru, dan konselor, penelitian ini mengungkapkan berbagai tingkat kemampuan pengendalian diri yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jenis disabilitas, sistem dukungan, dan intervensi konseling yang diterapkan. Temuan penelitian menyoroti peran penting bimbingan konseling pribadi sosial dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan pengendalian diri di kalangan siswa berkebutuhan khusus, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberhasilan integrasi dan pencapaian akademik mereka di lingkungan sekolah inklusif.
Eksistensi Peran Bimbingan dan Konseling Dalam Regulasi Pendidikan Nayla Syaharani Panjaitan; Mona Luthfia Adira; Gusman Lesmana
Edukatif Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/je.v3i1.1249

Abstract

Bimbingan dan konseling (BK) memainkan peran krusial dalam sistem pendidikan di Indonesia, terutama dalam pengembangan karakter siswa dan penanganan masalah bullying. Artikel ini membahas pentingnya kolaborasi antara guru BK, guru mata pelajaran, dan orang tua dalam mengintegrasikan nilai-nilai anti-bullying serta pendidikan karakter dalam pembelajaran. Metode pembelajaran kooperatif diusulkan untuk mendorong interaksi positif antar siswa dan mengembangkan keterampilan sosial, sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Selain itu, tantangan yang dihadapi dalam implementasi BK, seperti pemahaman yang kurang dari berbagai stakeholder dan rasio konselor yang belum ideal, juga diidentifikasi. Dalam konteks pandemi COVID-19, dukungan kesehatan mental siswa melalui program konseling online dan deteksi dini masalah kesehatan mental menjadi sangat penting. Artikel ini merekomendasikan evaluasi berkala terhadap program-program yang ada, pengembangan profesional untuk staf sekolah, serta kolaborasi dengan lembaga eksternal untuk menciptakan budaya sekolah yang inklusif dan supportif. Dengan pendekatan yang terintegrasi, diharapkan kasus bullying dapat diminimalisir dan karakter siswa dapat berkembang dengan baik.
Implementasi Layanan Dasar Bimbingan Klasikal dalam Mekanisme Bijak Menggunakan Handphone di Kelas VIII SMP Negeri 13 Medan Mona Luthfia Adira; Uli Makmun Hasibuan; Nayla Syahrani Panjaitan
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/snvxj431

Abstract

Layanan dasar bimbingan klasikal dengan topik "Bijak Menggunakan Handphone" dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2025 di kelas VIII SMP Negeri 13 Medan dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang penggunaan handphone yang bijak dan bertanggung jawab. Layanan ini melibatkan 22 siswa sebagai peserta dan menggunakan pendekatan pembelajaran interaktif dengan media visual berupa poster dan lembar kerja peserta didik (LKPD). Metode yang digunakan mencakup pemberian apersepsi ringan tentang pergaulan sekolah, diskusi kelompok, dan sharing pengalaman untuk membangun pemahaman tentang dampak positif dan negatif penggunaan handphone. Hasil observasi menunjukkan tingkat partisipasi siswa yang sangat tinggi, dengan 95% siswa (21 dari 22 siswa) menunjukkan keterlibatan aktif hingga sangat aktif dalam proses pembelajaran. Sebanyak 63% siswa berada pada kategori sangat aktif yang mampu berdiskusi dan mengisi LKPD dengan lengkap, 32% siswa aktif dalam mengisi LKPD dan sesekali bertanya atau menjawab, dan hanya 5% siswa yang kurang aktif. Keberhasilan layanan ini terlihat dari antusiasme siswa dalam berpartisipasi, keberanian mereka berbagi pengalaman pribadi, dan terciptanya suasana kelas yang kondusif untuk pembelajaran.