Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrating Organic Fertilizers from Fish Waste and Chicken Manure for Pakchoi (Brassica chinensis) Cultivation and Community Learning: Integrasi Pupuk Organik dari Limbah Ikan dan Kotoran Ayam untuk Budidaya Sawi Pakchoi (Brassica chinensis) dan Pembelajaran Masyarakat Nur Hidayatullah Romadhon; Vella Rohmayani; Wildhatus Sholihah Rahmadhani3; lihabi; Ajeng Retno Kustianingrum
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/florea.v13i1.23120

Abstract

This study investigated the effect of fish waste fertilizer and chicken manure on the growth of pakchoi (Brassica chinensis). The experiment was carried out in January 2020 at Puskopad Housing, Mojokerto, using a Randomized Block Design (RBD) with three treatments and nine replications, resulting in 27 experimental units. The treatments consisted of control (P1), fish waste fertilizer at 4.5% concentration (P2), and chicken manure at 25 g (P3). Plant height and number of leaves were observed as growth parameters. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by the Least Significant Difference (LSD) test. The findings indicated that both fish waste fertilizer and chicken manure significantly influenced plant height, whereas no significant differences were observed in the number of leaves. These results suggest that organic fertilizers derived from fish waste and chicken manure can effectively enhance vegetative growth of pakchoi, particularly plant height, while leaf development remains unaffected. The study provides practical insights into the use of organic fertilizers as an alternative to chemical inputs and highlights their potential as an educational medium for promoting sustainable agriculture within communities
Pencegahan Kekerasan Seksual Bagi Anak Tunagrahita melalui Board Game Bentengsuro Terintegrasi Virtual Reality Peni Suharti; Dzulkifli; Muhammad Amirul Haq; Ardiyani Sekarningrum; Ajeng Retno Kustianingrum
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i1.28371

Abstract

Siswa tunagrahita memiliki kerentanan tinggi terhadap kekerasan seksual akibat keterbatasan dalam memahami konsep perlindungan diri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kewaspadaan kekerasan seksual melalui implementasi Boardgame BentengSuro terintegrasi Virtual Reality. Metode yang digunakan adalah desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test pada 10 siswa tunagrahita. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman berbasis gambar dan lembar observasi keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator materi. Rata-rata persentase ketuntasan siswa meningkat dari 34% pada pre-test menjadi 84% pada post-test, dengan rata-rata peningkatan sebesar 50%. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator kemampuan membedakan sentuhan aman dan tidak aman (20% menjadi 90%). Media pembelajaran berbasis permainan dan teknologi imersif memberikan pengalaman belajar konkret, visual, dan interaktif yang sesuai dengan karakteristik siswa tunagrahita, sehingga mampu meningkatkan perhatian, fokus, serta pemahaman konseptual. Dengan demikian, Boardgame BentengSuro terintegrasi Virtual Reality efektif sebagai media preventif berbasis pendidikan karakter dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap kekerasan seksual pada siswa tunagrahita.
Penguatan Edukasi Kesehatan Mental dan Pencegahan Kekerasan Seksual pada Siswa Sekolah Dasar melalui Media Animasi dan Virtual Reality Badruli Martati; Yuni Gayatri; Ajeng Retno Kustianingrum; Ardiyani Sekarningrum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27447

Abstract

ABSTRAK Kesehatan mental anak dan pencegahan kekerasan seksual merupakan dua aspek penting yang saling berkaitan dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Rendahnya literasi kesehatan mental serta kurangnya pemahaman mengenai pencegahan kekerasan seksual dapat meningkatkan risiko gangguan psikologis, menurunkan rasa percaya diri, dan menghambat perkembangan sosial maupun akademik siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi preventif yang inovatif sejak usia sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental serta memperkuat pemahaman dan kesadaran pencegahan kekerasan seksual pada siswa SD Muhammadiyah 9 Surabaya melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis video animasi Virtual dan Reality (VR), yang didukung oleh penguatan kapasitas guru dan peran orang tua. Metode pelaksanaan terdiri atas lima tahapan, yaitu persiapan, implementasi, monitoring dan evaluasi, penyusunan laporan, serta keberlanjutan program. Implementasi program meliputi edukasi kesehatan mental mengenai pengenalan emosi, pengelolaan stres sederhana, kemampuan mencari pertolongan, pembelajaran interaktif tentang pencegahan kekerasan seksual menggunakan media VR dan video animasi, pelatihan bagi guru, serta edukasi parenting bagi orang tua. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengenali emosi, membangun kesehatan mental yang positif, memahami batasan tubuh pribadi, membedakan sentuhan aman dan tidak aman, serta mengambil tindakan perlindungan diri ketika menghadapi situasi berisiko. Selain itu, kompetensi guru dan kesadaran orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental dan perlindungan anak juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, pemanfaatan media animasi dan Virtual Reality terbukti efektif sebagai media edukasi dalam memperkuat kesehatan mental dan pencegahan kekerasan seksual pada siswa sekolah dasar guna mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan ramah anak. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Pencegahan Kekerasan Seksual, Video Animasi, Virtual Reality, Sekolah Dasar.  ABSTRACT Children's mental health and the prevention of sexual violence are two interrelated aspects that play a crucial role in supporting children's optimal growth and development. Limited mental health literacy and inadequate understanding of sexual violence prevention may increase the risk of psychological problems, reduce self-confidence, and hinder students' social and academic development. Therefore, innovative preventive education should be introduced from the elementary school level. This community service program aimed to enhance mental health literacy and strengthen students' understanding and awareness of sexual violence prevention among students at SD Muhammadiyah 9 Surabaya through the use of innovative learning media based on animated videos and Virtual Reality, supported by capacity building for teachers and active parental involvement. The program was implemented in five stages: preparation, implementation, monitoring and evaluation, report preparation, and program sustainability. The implementation included mental health education covering emotional recognition, basic stress management, and help-seeking skills, as well as interactive learning on sexual violence prevention using VR and animated videos, teacher training, and parenting education for parents. The results demonstrated significant improvements in students' knowledge and skills in recognizing emotions, developing positive mental health, understanding personal body boundaries, distinguishing between safe and unsafe touch, and taking appropriate self-protection measures in risky situations. In addition, teachers' competencies and parents' awareness in creating a supportive environment for children's mental health and protection also improved. In conclusion, animated videos and Virtual Reality proved to be effective educational media for strengthening mental health literacy and preventing sexual violence among elementary school students, thereby contributing to the creation of a safe, healthy, and child-friendly school environment. Keywords: Mental Health, Sexual Violence Prevention, Animated Videos, Virtual Reality, Elementary School.