Ardiyani Sekarningrum
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Holistik KELILING Berbasis TOGA untuk Pemberdayaan Lingkungan dan Ekonomi Warga Kampung Cumpat Surabaya Himmatul Mursyidah; Indah Rosidah; Ardiyani Sekarningrum; Tria Amalia; Dharul Jannah
ServeInnovate: Journal of Applied Community Engagement (SJACE) Vol. 1 No. 2 (2026): ServeInnovate: Journal of Applied Community Engagement (SJACE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67219/q0f6t585

Abstract

The KELILING holistic program (EduGreen Village Environmental Empowerment Solution) was implemented in Cumpat Village, Kedung Cowek Urban Village, Bulak District, Surabaya City, to address environmental issues caused by limited green spaces and low community capacity in plant cultivation. This community service program aimed to provide education, training, and mentoring on the cultivation and processing of Family Medicinal Plants (Tanaman Obat Keluarga—TOGA) for residents of RT 03, RT 04, and RT 05, RW 02. The methods employed included discussions, training sessions, practical activities, and continuous mentoring. The program resulted in increased community knowledge and skills in cultivating TOGA on limited land through the use of pots and vertical planting systems. A total of 300 TOGA plants were distributed and planted in residents’ home yards. In addition, participants were trained to process TOGA into value-added products, such as herbal drinks and ginger cookies, which have the potential to generate additional household income. The program also encouraged community participation in environmental greening efforts and supported the development of Cumpat Village as a TOGA-based green village. Overall, the program contributed to environmental improvement, community empowerment, and the enhancement of local economic capacity.
Penguatan Edukasi Kesehatan Mental dan Pencegahan Kekerasan Seksual pada Siswa Sekolah Dasar melalui Media Animasi dan Virtual Reality Badruli Martati; Yuni Gayatri; Ajeng Retno Kustianingrum; Ardiyani Sekarningrum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27447

Abstract

ABSTRAK Kesehatan mental anak dan pencegahan kekerasan seksual merupakan dua aspek penting yang saling berkaitan dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Rendahnya literasi kesehatan mental serta kurangnya pemahaman mengenai pencegahan kekerasan seksual dapat meningkatkan risiko gangguan psikologis, menurunkan rasa percaya diri, dan menghambat perkembangan sosial maupun akademik siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi preventif yang inovatif sejak usia sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental serta memperkuat pemahaman dan kesadaran pencegahan kekerasan seksual pada siswa SD Muhammadiyah 9 Surabaya melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis video animasi Virtual dan Reality (VR), yang didukung oleh penguatan kapasitas guru dan peran orang tua. Metode pelaksanaan terdiri atas lima tahapan, yaitu persiapan, implementasi, monitoring dan evaluasi, penyusunan laporan, serta keberlanjutan program. Implementasi program meliputi edukasi kesehatan mental mengenai pengenalan emosi, pengelolaan stres sederhana, kemampuan mencari pertolongan, pembelajaran interaktif tentang pencegahan kekerasan seksual menggunakan media VR dan video animasi, pelatihan bagi guru, serta edukasi parenting bagi orang tua. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengenali emosi, membangun kesehatan mental yang positif, memahami batasan tubuh pribadi, membedakan sentuhan aman dan tidak aman, serta mengambil tindakan perlindungan diri ketika menghadapi situasi berisiko. Selain itu, kompetensi guru dan kesadaran orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental dan perlindungan anak juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, pemanfaatan media animasi dan Virtual Reality terbukti efektif sebagai media edukasi dalam memperkuat kesehatan mental dan pencegahan kekerasan seksual pada siswa sekolah dasar guna mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan ramah anak. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Pencegahan Kekerasan Seksual, Video Animasi, Virtual Reality, Sekolah Dasar.  ABSTRACT Children's mental health and the prevention of sexual violence are two interrelated aspects that play a crucial role in supporting children's optimal growth and development. Limited mental health literacy and inadequate understanding of sexual violence prevention may increase the risk of psychological problems, reduce self-confidence, and hinder students' social and academic development. Therefore, innovative preventive education should be introduced from the elementary school level. This community service program aimed to enhance mental health literacy and strengthen students' understanding and awareness of sexual violence prevention among students at SD Muhammadiyah 9 Surabaya through the use of innovative learning media based on animated videos and Virtual Reality, supported by capacity building for teachers and active parental involvement. The program was implemented in five stages: preparation, implementation, monitoring and evaluation, report preparation, and program sustainability. The implementation included mental health education covering emotional recognition, basic stress management, and help-seeking skills, as well as interactive learning on sexual violence prevention using VR and animated videos, teacher training, and parenting education for parents. The results demonstrated significant improvements in students' knowledge and skills in recognizing emotions, developing positive mental health, understanding personal body boundaries, distinguishing between safe and unsafe touch, and taking appropriate self-protection measures in risky situations. In addition, teachers' competencies and parents' awareness in creating a supportive environment for children's mental health and protection also improved. In conclusion, animated videos and Virtual Reality proved to be effective educational media for strengthening mental health literacy and preventing sexual violence among elementary school students, thereby contributing to the creation of a safe, healthy, and child-friendly school environment. Keywords: Mental Health, Sexual Violence Prevention, Animated Videos, Virtual Reality, Elementary School.