Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penyuluhan Biodiversitas dan Digital Marketing bagi Kelompok Tani Hutan Sismeni Menuju Desa Ekowisata Berkelanjutan Sutan Sahala Muda Marpaung; Nusrah Rusadi; Hendra Kurniawan; Eva Oktaviani; Firman Syah; Steven Jonathan Adu; Dwi Wahyuni; Khozanah Syifa; Dimaz Danang Al-Reza; Mitha Rabiyatul Nufus; Timotius Ragga Rina; Protus Hyasintus Asalang; Jenike Gracelya Noke; Oli Gretia Nitsae; Nurul Fitri Khairani; Gadis Kartika Pratiwi
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i2.8966

Abstract

Keberadaan sumber daya alam dan budaya yang beragam menjadikan Desa Tesbatan II di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, memiliki prospek yang kuat untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis masyarakat. Potensi tersebut tercermin dari kekayaan keanekaragaman hayati, meliputi vegetasi alami, satwa liar, dan berbagai jasa lingkungan yang didukung oleh nilai-nilai budaya lokal yang masih terpelihara. Meskipun demikian, potensi tersebut belum memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat karena masih terbatasnya kemampuan dalam pengelolaan usaha wisata, pemanfaatan teknologi digital untuk promosi, serta penguatan tata kelola kelembagaan ekonomi masyarakat. Sebagai upaya menjawab permasalahan tersebut, dilaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) Sismeni sebagai mitra utama. Kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas anggota kelompok dalam mengenali, mengelola, dan mempromosikan potensi lokal melalui pemanfaatan media digital. Pendekatan yang diterapkan bersifat partisipatif dengan melibatkan peserta secara aktif dalam rangkaian kegiatan yang mencakup sosialisasi, pembelajaran interaktif, diskusi kelompok, praktik lapangan, inventarisasi potensi wisata, serta pengukuran tingkat pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Program yang diikuti oleh 13 anggota KTH Sismeni ini menunjukkan hasil yang positif. Peningkatan kapasitas peserta terlihat dari hasil evaluasi yang memperlihatkan skor pascakegiatan lebih tinggi dibandingkan skor awal. Selain itu, peserta mampu menyusun dokumentasi berbagai aset lokal yang berpotensi menjadi daya tarik wisata, antara lain keanekaragaman hayati, lanskap alam, tradisi budaya, produk kuliner, dan kerajinan masyarakat. Dokumentasi tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai materi promosi berbasis platform digital. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dasar yang kuat bagi penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan dan promosi destinasi wisata desa sekaligus mendukung terwujudnya Desa Tesbatan II sebagai kawasan ekowisata yang berkelanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Sistem Agrosilvopastura Berkelanjutan Berbasis Tanaman Multifungsi di Desa Noekele Kabupaten Kupang NTT Dwi Wahyuni; Catootjie L. Nalle; Sipora Petronela Telnoni; Hendra Kurniawan; Aisyah Nurdianingsih; Gadis Kartika Pratiwi; Eva Oktaviani; Badia Roy Ricardo Nababan; Kletus Florianus Sera Gare; Dimaz Danang Al-Reza; Khozanah Syifa; Steven Jonathan Adu
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i2.19653

Abstract

This community service activity aims to enhance the knowledge and capacity of the Berkat Farmer Group in Noekele Village, Kupang Regency, East Nusa Tenggara, through the implementation of a sustainable agrosilvopastoral system based on multifunctional crops, namely gmelina, Gamma Umami grass, and butterfly pea flowers. The program was implemented using an educative and participatory approach, with evaluation instruments in the form of assessment rubrics analyzed descriptively. The results of the program showed an improvement in community understanding of the agrosilvopastoral concept and the benefits of multifunctional crops in supporting sustainable livestock feed availability. The implementation of the integrated planting system was considered easy to apply and has the potential to improve land-use efficiency, livestock feed stability, and community welfare. This activity demonstrates that an agrosilvopastoral approach based on multifunctional crops is a relevant strategy for sustainable land and livestock management in East Nusa Tenggara.
Teachers’ Attitudes and Classroom Engagement: Perceptions from Forestry Students in Politeknik Pertanian Negeri Kupang Gadis Kartika Pratiwi; Eva Oktaviani
SALEE: Study of Applied Linguistics and English Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/salee.v6i2.2099

Abstract

Lecturers in vocational education institutions exhibit unique characteristics in delivering instruction and supporting student learning, particularly in practical classes that emphasize real-world experiences and industry-related skills. This study explores students’ perceptions of lecturers' attitudes and their influence on student engagement in the Forestry Department of the State Agricultural Polytechnic of Kupang. Using a qualitative case study approach, data were collected through semi-structured interviews with eight students and analyzed using inductive thematic analysis. The findings reveal that key aspects of lecturers' attitudes influencing student engagement include enthusiasm in teaching, fairness in treatment, and supportive responses to students’ questions and mistakes. While no distinctive attitudes specific to vocational lecturers were identified, the study found that students in East Nusa Tenggara possess unique cultural and linguistic traits, which shape their perceptions of lecturers' attitudes. These findings underscore the importance of enhancing the pedagogical competencies of vocational lecturers to create a participatory, equitable, and contextually relevant learning environment, particularly in regions with diverse cultural and linguistic backgrounds.
Erosion of Ethnobotanical Knowledge in the Younger Generation: Level of Student Knowledge of the Use of Medicinal Plants in Culture in North Sumatra Dini Hardiani Has; Ratna Sari; Sahat Raja Marogo Girsang; Dela Arianda; Firman Syah; Eva Oktaviani; Sutan Sahala Muda Marpaung
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i3.12826

Abstract

Traditional knowledge preservation is a fundamental component of sustainable development, contributing to biodiversity conservation, community health resilience, and the safeguarding of cultural heritage. North Sumatra Province, Indonesia, with its rich ethnic and cultural diversity, represents an important setting for ethnobotanical research. This study aimed to assess the level of knowledge among the younger generation regarding the use of medicinal plants in traditional medicine, cultural practices, and traditional ceremonies. A quantitative descriptive survey was conducted involving 61 respondents, predominantly university students. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed descriptively through frequency and percentage distributions. Most respondents were female (68.85%), aged 17–20 years (63.93%), and belonged to the Toba Batak ethnic group (45.90%). The findings revealed that 41% of respondents had a moderate level of ethnobotanical knowledge, indicating that while most participants possessed basic knowledge of medicinal plants, only 10% were familiar with more than 15 medicinal plant species. Overall, the younger generation demonstrated a moderate level of knowledge; however, the limited recognition of medicinal plant diversity and the low understanding of their cultural and symbolic functions suggest a gradual erosion of traditional ethnobotanical knowledge. These findings provide baseline information for developing educational and cultural preservation programs aimed at strengthening ethnobotanical knowledge among younger generations and supporting the conservation of Indonesia's traditional biocultural heritage.