Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Program Edukasi Digital Marketing UMKM Melalui Pendampingan Dosen dan Mahasiswa di Era Transformasi Digital: Pengabdian Zalzulifa; M. Alit Suryawan; Evaf Maulina; Revita Dwi Aviani Pagiling; Arum Rakhmasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6065

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan digital marketing di era transformasi digital melalui pendampingan dosen dan mahasiswa. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang dipadukan dengan praktik langsung serta pendampingan intensif, sehingga memungkinkan peserta memahami sekaligus mengimplementasikan strategi pemasaran digital secara kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek literasi digital, keterampilan praktis dalam pengelolaan pemasaran, serta kualitas dan konsistensi konten promosi. Selain itu, terjadi perluasan jangkauan pasar dan peningkatan interaksi dengan konsumen, yang mencerminkan efektivitas pemanfaatan platform digital. Program ini juga mendorong terbentuknya kesadaran yang lebih kuat mengenai pentingnya transformasi digital, serta menghasilkan model kolaborasi yang sinergis antara dosen, mahasiswa, dan pelaku UMKM. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain keterbatasan literasi digital yang tidak merata, kendala infrastruktur dan akses teknologi, rendahnya konsistensi dalam pengelolaan pemasaran digital, serta keterbatasan kemampuan dalam analisis dan evaluasi berbasis data. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan yang terstruktur dapat menjadi strategi efektif dalam mendorong akselerasi transformasi digital UMKM, meskipun memerlukan upaya berkelanjutan untuk mengoptimalkan hasil yang dicapai.
REENGINEERING STRUCTURAL RESILIENCE: A MULTISCALE FRAMEWORK FOR PERFORMANCE-BASED INFRASTRUCTURE DESIGN Edison Hatoguan Manurung; M. Alit Suryawan; Hotasi Rogate Manurung; Haruto Takahashi
Journal of Moeslim Research Technik Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/technik.v3i1.3295

Abstract

Increasing exposure of infrastructure systems to extreme hazards, aging effects, and climate-induced uncertainties has revealed fundamental limitations of conventional strength- and safety-oriented design approaches. Structural performance can no longer be evaluated solely in terms of damage prevention, but must also account for functionality loss, system interdependencies, and recovery capacity. This study aims to reengineer the concept of structural resilience by developing a multiscale framework that integrates resilience explicitly into performance-based infrastructure design. The research adopts an analytical and framework-oriented methodology, combining critical synthesis of performance-based design theories, structural resilience metrics, and systems engineering concepts. Multiscale linkages are established among component-level behavior, system-level functionality, and network-level performance, with explicit consideration of temporal recovery processes. The results demonstrate that resilience is an emergent and time-dependent system property that cannot be inferred directly from component-level performance indicators. Local strengthening strategies are shown to yield limited resilience gains unless supported by system redundancy, connectivity, and recovery-oriented design. The proposed framework reveals hidden vulnerabilities and recovery bottlenecks that remain unaddressed in conventional performance-based approaches. The study concludes that effective resilience-oriented infrastructure design requires a paradigm shift toward multiscale, system-aware, and recovery-informed performance objectives. Embedding these principles into performance-based design provides a robust foundation for enhancing infrastructure reliability, functionality, and societal resilience under extreme and uncertain conditions.
KAJIAN MANAJEMEN PROYEK PADA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN DI KOTA DENPASAR M. Alit Suryawan
Journal of Scientech Research and Development Vol 8 No 1 (2026): JSRD, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v8i1.1558

Abstract

Pertumbuhan urbanisasi yang pesat di Kota Denpasar mendorong kebutuhan infrastruktur perkotaan yang semakin kompleks, namun praktik manajemen proyek di tingkat daerah masih menghadapi berbagai tantangan sistemis. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan prinsip-prinsip manajemen proyek pada pembangunan infrastruktur perkotaan di Kota Denpasar, mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya, serta merumuskan model penguatan yang aplikatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survey research, melibatkan 20 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari unsur aparatur sipil negara, konsultan pengawas, dan pelaksana kontraktor. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen proyek berada pada kategori cukup baik (mean 3,55), dengan Quality Management sebagai dimensi tertinggi (mean 3,89) dan Stakeholder Management sebagai dimensi terlemah (mean 3,28). Seluruh variabel menunjukkan hubungan kuat terhadap efektivitas infrastruktur, dengan Project Planning sebagai faktor paling determinan (r = 0,782). Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas perencanaan berbasis risiko, reformasi tata kelola pemangku kepentingan, serta integrasi teknologi monitoring real-time merupakan intervensi strategis yang mendesak untuk diimplementasikan demi meningkatkan efektivitas pembangunan infrastruktur perkotaan di Kota Denpasar secara berkelanjutan.