Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemahaman Sumber-Sumber Hukum Islam Kepada Masyarakat Muslim Di Desa Amplas Muhammad Hizbullah; Haidir; Azrai Harahap; Yeltriana; Syahrul Bakti Harahap; Mhd Zulkifli Hasibuan
STARLA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2026): Juni
Publisher : CV. BAROKAH PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber-sumber hukum Islam merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk kehidupan beragama yang benar sesuai dengan tuntunan syariat. Pemahaman masyarakat terhadap kedudukan, fungsi, dan hierarki sumber-sumber hukum Islam masih perlu ditingkatkan. Keterbatasan pemahaman berimplikasi pada kecenderungan sebagian masyarakat menjadikan tradisi, kebiasaan, atau informasi yang belum memiliki dasar hukum Islam yang jelas sebagai rujukan dalam menyelesaikan berbagai persoalan keagamaan. Kondisi tersebut juga ditemukan pada masyarakat Muslim di Desa Amplas, yang menunjukkan perlunya upaya edukasi dan pembinaan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai sumber-sumber hukum Islam yang meliputi alquran, hadis, ijmak, dan qiyas, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra, penyampaian materi melalui ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, serta evaluasi terhadap pemahaman peserta.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kedudukan alquran sebagai sumber hukum utama, fungsi hadis sebagai penjelas alquran, serta peran ijmak dan qiyas dalam menjawab persoalan-persoalan hukum Islam yang terus berkembang. Antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan juga menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pembinaan keagamaan yang bersifat edukatif dan aplikatif. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi hukum Islam masyarakat, memperkuat kesadaran untuk menjadikan sumber-sumber hukum Islam sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, serta mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih bijaksana dalam menyikapi berbagai persoalan keagamaan berdasarkan dalil yang sahih dan prinsip-prinsip syariat Islam.
Dampak Artificial Intelligence (AI) Pada Efisiensi Operasional Bank: Studi Literatur M. Guffar Harahap; Haidir; Muhamad Hizbulllah
JURNAL ILMU MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN (JIMK) Vol 6 No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jimk.v6i2.6172

Abstract

The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has transformed the operational landscape of the banking sector, enabling more efficient and accurate processes. This study aims to analyze the impact of AI on improving operational efficiency in Indonesian banking institutions. A literature review approach was used by examining national and international research related to AI applications in banking operations. The findings show that technologies such as chatbots, machine learning, and Robotic Process Automation (RPA) enhance employee productivity, strengthen internal audit functions, and lower BOPO ratios. AI also contributes to cost reduction and real-time risk control. However, challenges remain in terms of investment costs, human resource readiness, and data security. AI integration has strong potential to increase banking operational efficiency and competitiveness. Effective implementation strategies and regulatory support are essential for optimal results.
Ḥiwālah and Islamic Factoring Revisited : A Maqāṣid al-Sharīʿah–Based Legal Analysis of Debt Transfer in Indonesian Islamic Banking Muhammad Hizbullah; Haidir
Tabayyanu : Journal Of Islamic Law Vol. 2 No. 01 (2025)
Publisher : Yayasan Dar Arrisyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66174/de4cn157

Abstract

Debt transfer mechanisms play an increasingly significant role in contemporary Islamic finance, particularly in addressing liquidity constraints and managing credit risk. In Indonesia, two principal instruments are employed for this purpose: ḥiwālah, a classical Islamic contract of debt transfer, and Islamic factoring, commonly structured through wakālah bil ujrah. Although these mechanisms are often treated as functionally interchangeable in practice and regulation, their doctrinal foundations, legal implications, and ethical orientations differ substantially. This article revisits ḥiwālah and Islamic factoring through a maqāṣid al-sharīʿah–based legal analysis, examining whether current regulatory and institutional practices genuinely reflect the objectives of Islamic law. Using a normative–comparative methodology, the study analyzes classical fiqh literature, Indonesian Sharīʿah fatwas, banking regulations, and relevant civil law provisions on receivables transfer. The article argues that the regulatory convergence of ḥiwālah and Islamic factoring has produced conceptual ambiguity and potential moral hazard, particularly in risk allocation and remuneration structures. It concludes by proposing a reconceptualization of Islamic factoring as a distinct Sharīʿah-compliant commercial instrument, rather than a mere extension of ḥiwālah, in order to strengthen legal coherence, Sharīʿah governance, and alignment with maqāṣid al-sharīʿah.