Wiwinda
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Literasi Budaya Siswa Madrasah Ibtidaiyah: Penelitian Diana Lestari; Sri Sugita Styo Wati; Wiwinda; Resti Komala Sari; Yosi Yulizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran tematik serta dampaknya terhadap peningkatan literasi budaya siswa Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya literasi budaya siswa akibat pengaruh globalisasi yang menggeser eksistensi budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas IV dan V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui cerita rakyat, permainan tradisional, kegiatan seni budaya, serta konteks kehidupan sehari-hari mampu meningkatkan pemahaman budaya, kesadaran identitas, dan sikap menghargai keberagaman siswa. Selain itu, peran guru sangat menentukan dalam keberhasilan implementasi melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis budaya. Faktor pendukung meliputi lingkungan budaya yang kuat dan dukungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan media, bahan ajar, dan kompetensi guru. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran tematik terbukti efektif dalam meningkatkan literasi budaya siswa serta membentuk karakter yang berakar pada nilai budaya bangsa.
Analisis Pembelajaran Berbasis Asesmen Diagnostik dalam Mengidentifikasi Kebutuhan Belajar Siswa pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah: Penelitian Evita Nadia; Rika Sri Marisa; Wiwinda; Zubaidah Bayan; Hendro Ade Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran berbasis asesmen diagnostik dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemetaan kemampuan awal siswa sebagai dasar dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi yang efektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas IV dan V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik telah mulai diterapkan melalui tes awal, observasi, dan wawancara sederhana untuk mengetahui kondisi awal siswa. Asesmen ini mampu membantu guru dalam mengidentifikasi perbedaan kemampuan akademik, gaya belajar, minat, motivasi, serta kesulitan belajar siswa. Dampak penerapan asesmen diagnostik terlihat pada meningkatnya keterlibatan siswa, pemahaman materi, dan motivasi belajar. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan guru, serta minimnya instrumen asesmen yang terstandar. Dengan demikian, asesmen diagnostik memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka, meskipun masih memerlukan penguatan dalam implementasinya.