The implementation of the Merdeka Curriculum requires learning that takes into account the diversity of students’ characteristics and needs, including their learning style preferences in science learning. This study aims to describe and explain the learning styles and factors influencing the learning styles of eighth-grade students in science subjects at SMP Negeri 4 Sukasada. This study employed a mixed-methods approach with a sequential explanatory design. The questionnaire respondents consisted of 119 students from classes VIII B, VIII C, VIII D, and VIII E, while interview informants were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires, semi-structured interviews, and documentation studies, and were analyzed descriptively and using the Miles and Huberman interactive model. The results showed that students exhibited visual, auditory, and kinesthetic learning style tendencies, with visual learning styles accounting for 45.38%, auditory learning styles for 37.82%, and kinesthetic learning styles for 16.80%. The interview findings revealed differences in students’ characteristics in receiving and understanding learning information, while the factors influencing learning styles included physical, emotional, social, and environmental aspects. These findings highlight the importance of using information about students’ learning characteristics as one of the considerations in designing flexible and responsive science learning that accommodates student diversity in the implementation of the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran yang memperhatikan keberagaman karakteristik dan kebutuhan peserta didik, termasuk kecenderungan gaya belajar dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan gaya belajar serta faktor-faktor yang memengaruhi gaya belajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 4 Sukasada. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain eksplanatori sekuensial (sequential explanatory design). Responden angket dalam penelitian ini terdiri atas 119 peserta didik kelas VIII B, VIII C, VIII D, dan VIII E, sedangkan informan wawancara dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki kecenderungan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan distribusi visual sebesar 45,38%, auditori 37,82%, dan kinestetik 16,80%. Hasil wawancara menunjukkan adanya perbedaan karakteristik peserta didik dalam menerima dan memahami informasi pembelajaran, sedangkan faktor yang memengaruhi gaya belajar meliputi aspek fisik, emosional, sosial, dan lingkungan. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan informasi mengenai karakteristik belajar sebagai salah satu pertimbangan dalam merancang pembelajaran IPA yang fleksibel dan responsif terhadap keberagaman peserta didik dalam implementasi Kurikulum Merdeka.