Putu Hari Sudewa
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MIND MAPPING PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN KELAS VIII SMP Clara Zebua; Kompyang Selamet; Putu Hari Sudewa
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.12604

Abstract

The use of digital teaching materials in science learning remains suboptimal, particularly in teaching the human respiratory system, an abstract topic that often hinders students' conceptual understanding and critical thinking development. In addition, learning resources in schools are still dominated by textbooks, printed modules, and student worksheets, which have not adequately supported interactive and problem-oriented learning. Previous studies have generally developed e-modules based on either Problem-Based Learning (PBL) or mind mapping separately, while the integration of both approaches into a single learning resource for the respiratory system topic remains limited. This study aimed to develop an interactive e-module based on Problem-Based Learning integrated with mind mapping. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, limited to the analysis, design, and development stages. Data were collected using validation sheets, practicality questionnaires, and readability questionnaires, and analyzed through quantitative and qualitative descriptive techniques. The findings indicate that the developed e-module achieved high validity, high practicality, and high readability, demonstrating its feasibility as a digital learning resource to support science learning on the respiratory system for eighth-grade junior high school students. ABSTRAK Pemanfaatan bahan ajar digital dalam pembelajaran IPA masih belum optimal, terutama pada materi sistem pernapasan yang bersifat abstrak sehingga peserta didik mengalami kesulitan memahami konsep dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Di sisi lain, bahan ajar yang digunakan di sekolah masih didominasi oleh buku teks, modul cetak, dan LKPD, sehingga belum mampu mendukung pembelajaran yang interaktif dan berorientasi pada pemecahan masalah. Penelitian sebelumnya umumnya mengembangkan e-modul berbasis Problem Based Learning atau mind mapping secara terpisah, sedangkan integrasi keduanya dalam satu bahan ajar pada materi sistem pernapasan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul interaktif berbasis Problem Based Learning berbantuan mind mapping. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap analysis, design, dan development. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket kepraktisan, dan angket keterbacaan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid, sangat praktis, dan sangat terbaca, sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar digital untuk mendukung pembelajaran IPA pada materi sistem pernapasan di kelas VIII SMP.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Inkuiri dengan Memanfaatkan Media Phet Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Penguasaan Konsep Calon Guru IPA Ni Made Pujani; Putu Hari Sudewa; Bartolomeus Kristi Brahmantia Putra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 9 No. 1 (2026): JPPSI, April 2026
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v9i1.109792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains (KPS) dan penguasaan konsep calon guru IPA melalui penerapan pembelajaran berbasis inquiry dipadu media PhET. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa calon guru IPA yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian meliputi tes penguasaan konsep pada ranah kognitif C1–C6 serta lembar observasi dan penilaian keterampilan proses sains yang mencakup keterampilan proses sains dasar dan terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan KPS mahasiswa dari pra-siklus ke siklus I sebesar dengan kategori tinggi dan sangat tinggi  sebesar 70,9%, kemudian dari siklus I ke siklus II menunjukkan kategori tinggi dan sangat tinggi sebesar 87,5%, kemudian hasil peningkatan penguasaan konsep dari pra siklus ke siklus I dengan kategori Baik dan Sangat Baik mencapai target penelitian yakni 56,3%, dan di akhir siklus II mencapai 91,5%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis inquiry berbantuan media PhET terbukti dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep calon guru IPA. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis inquiry dengan bantuan media PhET efektif sebagai strategi alternatif untuk mengembangkan kompetensi abad ke-21 pada mahasiswa calon guru IPA.
ANALISIS GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII DALAM PEMBELAJARAN IPA PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Meriani Waruwu; Nia Erlina; Putu Hari Sudewa
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.14303

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum requires learning that takes into account the diversity of students’ characteristics and needs, including their learning style preferences in science learning. This study aims to describe and explain the learning styles and factors influencing the learning styles of eighth-grade students in science subjects at SMP Negeri 4 Sukasada. This study employed a mixed-methods approach with a sequential explanatory design. The questionnaire respondents consisted of 119 students from classes VIII B, VIII C, VIII D, and VIII E, while interview informants were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires, semi-structured interviews, and documentation studies, and were analyzed descriptively and using the Miles and Huberman interactive model. The results showed that students exhibited visual, auditory, and kinesthetic learning style tendencies, with visual learning styles accounting for 45.38%, auditory learning styles for 37.82%, and kinesthetic learning styles for 16.80%. The interview findings revealed differences in students’ characteristics in receiving and understanding learning information, while the factors influencing learning styles included physical, emotional, social, and environmental aspects. These findings highlight the importance of using information about students’ learning characteristics as one of the considerations in designing flexible and responsive science learning that accommodates student diversity in the implementation of the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran yang memperhatikan keberagaman karakteristik dan kebutuhan peserta didik, termasuk kecenderungan gaya belajar dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan gaya belajar serta faktor-faktor yang memengaruhi gaya belajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 4 Sukasada. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain eksplanatori sekuensial (sequential explanatory design). Responden angket dalam penelitian ini terdiri atas 119 peserta didik kelas VIII B, VIII C, VIII D, dan VIII E, sedangkan informan wawancara dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki kecenderungan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan distribusi visual sebesar 45,38%, auditori 37,82%, dan kinestetik 16,80%. Hasil wawancara menunjukkan adanya perbedaan karakteristik peserta didik dalam menerima dan memahami informasi pembelajaran, sedangkan faktor yang memengaruhi gaya belajar meliputi aspek fisik, emosional, sosial, dan lingkungan. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan informasi mengenai karakteristik belajar sebagai salah satu pertimbangan dalam merancang pembelajaran IPA yang fleksibel dan responsif terhadap keberagaman peserta didik dalam implementasi Kurikulum Merdeka.