Bartolomeus Kristi Brahmantia Putra
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

An PEMANFAATAN LIMBAH SAYUR DARI PASAR BANYUASRI SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK PERTUMBUHAN BAWANG MERAH Nia Erlina; Bartolomeus Kristi Brahmantia Putra; Ni Wayan Putri Juniantari; Komang Cantika Mahadewi; Awang Yonar Prakosa
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 25 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v25i4.4037

Abstract

The utilization of vegetable waste as a raw material for liquid organic fertilizer (LOF) is an eco-friendly innovation that can enhance soil fertility and plant growth. This study aims to evaluate the effectiveness of LOF derived from vegetable waste from Banyuasri Market, Buleleng Regency, on the growth of shallots (Allium cepa). The study employed a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments: Formula A (liquid concentration at 2 ml/L), Formula B (liquid concentration at 5 mL/L), and a control group (without LOF). The observed parameters included leaf length and the number of leaves over a six-week observation period. The results showed that LOF treatments (Formula A and B) led to better shallot growth compared to the control group. The average leaf length in Formula A reached 45 cm, Formula B 40 cm, while the control group only achieved 30 cm. Similarly, the number of leaves followed the same trend, with Formula A producing approximately 20 leaves, Formula B 18-19 leaves, and the control group only 15 leaves. These findings indicate that LOF derived from vegetable waste significantly enhances the vegetative growth of shallots compared to plants that did not receive additional treatment. In conclusion, the application of LOF from vegetable waste can serve as an effective organic fertilizer alternative to improve shallot growth with best concentration at 5 mL/L. The use of LOF from vegetable waste also has the potential to reduce environmental pollution while promoting sustainable agricultural productivity.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Inkuiri dengan Memanfaatkan Media Phet Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Penguasaan Konsep Calon Guru IPA Ni Made Pujani; Putu Hari Sudewa; Bartolomeus Kristi Brahmantia Putra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 9 No. 1 (2026): JPPSI, April 2026
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v9i1.109792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains (KPS) dan penguasaan konsep calon guru IPA melalui penerapan pembelajaran berbasis inquiry dipadu media PhET. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa calon guru IPA yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian meliputi tes penguasaan konsep pada ranah kognitif C1–C6 serta lembar observasi dan penilaian keterampilan proses sains yang mencakup keterampilan proses sains dasar dan terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan KPS mahasiswa dari pra-siklus ke siklus I sebesar dengan kategori tinggi dan sangat tinggi  sebesar 70,9%, kemudian dari siklus I ke siklus II menunjukkan kategori tinggi dan sangat tinggi sebesar 87,5%, kemudian hasil peningkatan penguasaan konsep dari pra siklus ke siklus I dengan kategori Baik dan Sangat Baik mencapai target penelitian yakni 56,3%, dan di akhir siklus II mencapai 91,5%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis inquiry berbantuan media PhET terbukti dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep calon guru IPA. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis inquiry dengan bantuan media PhET efektif sebagai strategi alternatif untuk mengembangkan kompetensi abad ke-21 pada mahasiswa calon guru IPA.
Hubungan Tingkat Pendidikan Akhir Orang Tua Dan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar IPA Kelas VIII Di SMP Negeri 3 Singaraja Tasya Br Tarigan; Kompyang Selamet; Bartolomeus Kristi Brahmantia Putra
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1181

Abstract

Penelitiaiibertujuan untuk menganalisis: (1) hubunganotingkat pendidikan akhir orang tua dengan hasil belajar IPA (2) hubungan motivasiobelajar dengan hasil belajar IPA, dan (3) hubungan antara tingkat pendidikan akhir orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPA kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian meliputi seluruh kelas VIII yang berjumlah 365 siswa, dengan sampel sebanyak 187 siswa yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner motivasi belajar, daftar isian data tingkat pendidikan akhir orang tua, dan tes hasil belajar IPA. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan korelasi Pearson Product Moment, Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan akhir orang tua dengan hasil belajar IPA yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,253 berkategori lemah, serta koefisien determinasi sebesar 6,4%. Hasil uji signifikansi menunjukkan nilai Fhitung = 12,618 > Ftabel = 3,89; (2) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar IPA dengan koefisien korelasi sebesar 0,140 berkategori sangat lemah, serta koefisien determinasi sebesar 2,0%, dengan nilai Fhitung = 4,685 > Ftabel = 3,89; dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan akhir orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPA, yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi ganda sebesar 0,280 berkategori lemah, serta kontribusi sebesar 7,8%, dengan nilai Fhitung = 7,799 > Ftabel = 3,05.