Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SILICA FUME TERHADAP PENGURANGAN SUSUT BETON Miswar, Khairul; Syahyadi, Rizal
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v2i2.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh admixture silica fume terhadap susut beton. Benda uji berupa silinder standar berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, sejumlah 15 buah. Dua jenis perlakuan terhadap benda uji yaitu benda uji tanpa silica fume sebagai pembanding dan benda uji menggunakan silica fume dengan konsentrasi 2 %, 4 %, 6 % dan 8 % dari berat semen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan silica fume mengurangi susut pada beton. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa benda uji dengan silica fume 4 % dan 6 % mengalami susut 0,00040 dan 0,00034, lebih kecil dari benda uji pembanding tanpa silica fume (0 %) yaitu 0,00048. Sedangkan benda uji 2 % silica fume susut 0,00046. Benda uji dengan silica fume 8 % susut 0,00028. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan silica fume antara 4 % - 8 % sangat penting dalam memperkecil susut beton.
PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON YANG DIPENGARUHI OLEH LINGKUNGAN ASAM SULFAT Syahyadi, Rizal
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v2i2.82

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan agresif asam sulfat terhadap kuat tekan beton menggunakan agregat batu pecah dan kerikil dengan bahan pengikat semen portland tipe I dan waterprofing. Faktor air semen (FAS) yang digunakan adalah 0,40. Benda uji dibuat dalam dua jenis yaitu benda uji kontrol yang direndam dalam air normal dan diuji pada umur 28, 31, 35, 42 dan 56 hari. Benda uji terserang sulfat direndam dalam larutan asam sulfat 2,5% dan 5%, dimulai pada saat benda uji berumur 28 hari dengan lama perendaman 3, 7, 14 dan 28 hari. Berkesesuaian dengan umur benda uji kontrol 31, 35, 42 dan 56 hari. Berdasarkan hasil pengujian kekekalan agregat menunjukan agregat kerikil lebih tahan terhadap sulfat dari pada agregat batu pecah. Pengujian kuat tekan menunjukkan benda uji menggunakan agregat batu pecah lebih tahan terhadap sulfat dari pada benda uji menggunakan agregat kerikil, yaitu penurunan kekuatan pada perendaman 28 hari dalam larutan sulfat konsentrasi 2,5% dan 5% adalah sebesar 23,5% dan 32,9% dibandingkan dengan benda uji menggunakan agregat kerikil yaitu mencapai 34,0% dan 51,6% pada perlakuan yang sama. Kata kunci: lingkungan agresif asam sulfat, kuat tekan.
EVALUASI KUALITAS PELAYANAN KEPADA MAHASISWA JURUSAN TEKNIK SIPIL DENGAN MODEL SERVQUAL UNTUK MENINGKATKAN MUTU LULUSAN Herri Mahyar; Rizal Syahyadi
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v11i1.1514

Abstract

Abstrak — Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas layanan yang telah diberikan kepada siswa oleh Departemen Teknik Sipil. Hal ini mengingat kualitas mahasiswa pascasarjana diukur berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih kecil dari 2,75, persentase meningkat dari tahun ke tahun. Dalam penelitian ini mencoba menganalisis kualitas pelayan kepada siswa dengan model melayani untuk mengetahui hal-hal yang mempengaruhi kualitas pelayanan. Selain itu, penelitian ini juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan beberapa atribut layanan kepada siswa. Berdasarkan hasil penelitian ada kesenjangan antara layanan yang diterima dengan yang diharapkan oleh siswa atau kinerja JTS. Ini menunjukkan kesenjangan terbesar ke dimensi terkecil dari dimensi Berwujud (1,331), dimensi Reabilitas (1,015), dimensi Emphaty (0,969), dimensi Assurance (0,802), dan dimensi Responsiveness (0,801). Nilai gap negatif terbesar adalah dimensi reabilitas kemudahan memperoleh layanan akademik (bimbingan PKL dan TGA) yaitu -1,470, kehadiran dosen sesuai jadwal kursus (tepat waktu) dengan nilai gap -1,465 dan dimensi Assurance dengan atribut layanan dosen. selalu menemani siswa selama kegiatan latihan -1,460).Kata kunci : Servqual, Kualitas Layanan, Gap.Abstract — This research is conducted to know the quality of service that has been given to the students by the Department of Civil Engineering. This is considering the quality of graduate students measured based on cumulative achievement index (GPA) is smaller than 2.75, the percentage increases from year to year In this study tried to analyze the quality of waiters to students with servequal model to know things that affect the quality of service. In addition, this research can also be useful to improve some attributes of services to students. Based on the results of research there is a gap between the service received with the expected by the student or the performance of JTS. This shows the largest gap to the smallest of the Tangible dimensions (1.331), Reability dimensions (1.015), Emphaty dimensions (0.969), Assurance dimensions (0.802), and Responsiveness dimensions (0.801). The biggest negative gap value is the reability dimension of ease of obtaining academic service (PKL and TGA guidance) that is -1,470, Lecturers attendance according to schedule of course (on time) with gap value -1,465 and Assurance dimension with attribute of lecturer service always accompany student during practice activity -1,460).Keywords: Servqual, Service Quality, Gap.
Implementation of PID Controller on Hohenheim Tunnel Dryer Using Ziegler-Nichols Approach Method Melinda Melinda; Rita Khatir; Ari Rahmat Putra Ibina; Alfatirta Mufti; Rizal Syahyadi; Iskandar Hasanuddin
Jurnal POLIMESIN Vol 21, No 1 (2023): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v21i1.3472

Abstract

Hohenheim Tunnel Dryer has two heating mechanisms, namely the solar collectors and the greenhouse effect. Two outlet fans are used to remove moisture from drying as well as to lower the temperature in the drying chamber. Suppose the outlet fans are turned on continuously, the temperature in the drying room will not reach the optimal drying temperature, and vice versa if the outlet fans are not turned on, the drying temperature can exceed 60°C. Controlling these outlet fans manually is a very inconvenient thing and becomes an obstacle for accepting this drying technology by the farmers. Therefore, this study focused on the design of temperature control for the Hohenheim Tunnel Dryer by using a proportional integral derivative (PID) controller with an Arduino Nano microcontroller. It controls the fan outlet to obtain an optimal drying temperature so that the operation of this dryer becomes more accessible and more efficient. The temperature sensor used is DHT22. The tuning method chosen is the Ziegler – Nichols method, and the setpoint value is selected at 55, which is the optimum temperature for drying most agricultural products. The design, manufacture, and testing of the temperature control system on the Hohenheim tunnel dryer was successfully carried out without over shoot and steady state error so it can be concluded that the system has worked well.
Rancang Bangun Mesin CNC Drilling Grafir Berbasis Arduino Mega 2560 Bakhtiar Bakhtiar; Salahuddin Salahuddin; Zamzami Zamzami; Rizal Syahyadi; Teuku Zulfadli
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v12i1.15055

Abstract

Kemajuan teknologi manufaktur pada era Industri 4.0 telah meningkatkan kebutuhan akan sistem produksi yang mampu memberikan tingkat ketelitian tinggi, fleksibilitas operasional, serta kinerja yang terotomasi. Mesin Computer Numerical Control (CNC) menjadi solusi utama dalam memenuhi kebutuhan industri tersebut karena kemampuannya menghasilkan produk yang konsisten dan presisi. Namun demikian, tingginya biaya pengadaan dan perawatan mesin CNC komersial masih menjadi kendala utama bagi institusi pendidikan vokasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan mesin CNC drilling dan grafir berbiaya rendah dengan sistem kendali berbasis Arduino Mega 2560. Mesin yang dikembangkan menggunakan motor stepper NEMA 23 untuk menggerakkan tiga sumbu gerak (X, Y, dan Z), yang dikombinasikan dengan sistem linear rail serta mekanisme ballscrew dan lead screw guna menghasilkan pergerakan linear yang halus dan presisi. Firmware GRBL diterapkan sebagai pengendali utama dalam menerjemahkan dan mengeksekusi perintah G-code yang dihasilkan dari perangkat lunak CAD/CAM. Spindle yang digunakan adalah spindle MT370 dengan daya ±370 W yang difungsikan untuk proses grafir dan cutting dan Penerapan machining allowance sebesar −0,05 mm pada perangkat lunak Aspire terbukti mampu mengurangi deviasi dimensi dan meningkatkan presisi hasil pemesinan. Pengujian eksperimental dilakukan pada beberapa jenis material, antara lain, akrilik dan aluminium, untuk mengevaluasi kinerja sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin CNC yang dikembangkan mampu beroperasi secara andal, menjaga kestabilan kendali gerak, serta mencapai tingkat akurasi yang memadai untuk proses drilling dan grafir. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa mesin CNC drilling dan grafir berbasis Arduino Mega2560 yang dirancang memiliki kinerja yang cukup baik untuk keperluan pendidikan dan penelitian, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk peningkatan presisi dan otomasi sistem serta layak digunakan sebagai media pembelajaran pada pendidikan vokasi serta sebagai alat pendukung untuk manufaktur ringan dan kegiatan prototipe.
Dampak Tsunami dan Kenaikan Muka Air Laut terhadap Kawasan Pesisir Kota Lhokseumawe Tursina Tursina; Muhammad Reza; Rizal Syahyadi; Ibrahim Ibrahim; Abdullah Irwansyah; Mirza Fahmi
Jurnal Teknologi Vol 26, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/teknologi.v26i2.9864

Abstract

Sea level rise (SLR) is one of the most significant impacts of climate change, increasing the vulnerability of coastal regions to natural hazards, including tsunamis. Lhokseumawe City, Aceh Province, Indonesia, is a strategic coastal area characterized by ports, energy facilities, and densely populated settlements, making it highly susceptible to the combined effects of tsunami events and rising sea levels. SLR increases nearshore water depth, allowing tsunami waves to propagate farther inland, expand inundation areas, and reduce wave arrival times, thereby increasing potential risks to communities and critical infrastructure. This study investigates the impact of sea level rise on tsunami inundation characteristics in Lhokseumawe City using the Cornell Multi-grid Coupled Tsunami Model (COMCOT). A tsunami source was generated based on a Mw 9.2 megathrust earthquake scenario in the Sumatra–Andaman subduction zone. Simulations were conducted using bathymetric data from DEMNAS, topographic data from BATNAS, and sea level rise scenarios of 1.0 m and 2.0 m. The analysis focused on changes in tsunami wave propagation, arrival time, and inundation extent. The simulation results reveal that sea level rise significantly increases tsunami inundation areas, particularly in the Pusong area of Banda Sakti District. In addition, SLR reduces tsunami arrival time along the Lhokseumawe coast from approximately 80 minutes to 70 minutes, thereby decreasing the available evacuation time. These findings emphasize the necessity of incorporating sea level rise scenarios into tsunami hazard assessments to support effective disaster risk reduction strategies and climate-resilient coastal planning.