Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan AI Literacy dan Integritas Akademik Guru Melalui Workshop Etika Artificial Intelligence dan Pemanfaatan Notebooklm untuk Perancangan Materi Serta Asesmen Berbasis Sumber di SMAN 1 Cililin : Pengabdian Edy Sofyan; Ernandia Pandikar; Ricky Ferari Valentino; Rina Marlina; Feniawati Darmana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7402

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah berbagai aspek pembelajaran, termasuk proses penyusunan materi ajar, asesmen, dan pengelolaan sumber belajar. Di sisi lain, pemanfaatan AI generatif juga memunculkan berbagai tantangan, seperti potensi hallucination, bias informasi, pelanggaran privasi data, serta menurunnya integritas akademik apabila digunakan tanpa pemahaman etika yang memadai. Kondisi tersebut menuntut peningkatan kompetensi guru agar mampu memanfaatkan AI secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat AI Literacy dan integritas akademik guru melalui workshop etika Artificial Intelligence serta pemanfaatan NotebookLM dalam perancangan materi dan asesmen berbasis sumber di SMAN 1 Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan dilaksanakan secara luring dengan pendekatan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung (hands-on), pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan terhadap 39 guru menggunakan instrumen yang mengukur pemahaman mengenai etika AI, perlindungan data pribadi, transparansi penggunaan AI, identifikasi bias, serta pemanfaatan NotebookLM dalam pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu memahami prinsip-prinsip etika AI dan penggunaan NotebookLM sebagai source-grounded AI untuk menghasilkan materi pembelajaran yang lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Tingkat pemahaman peserta terhadap setiap indikator berada pada kisaran 74,4% hingga 97,4%, dengan capaian tertinggi pada kemampuan mengidentifikasi penanganan bias AI (97,4%) dan perlindungan data pribadi dalam penggunaan AI (100%). Selain peningkatan pemahaman konseptual, guru juga berhasil menghasilkan rancangan materi ajar dan asesmen berbasis dokumen menggunakan NotebookLM. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang mengintegrasikan literasi AI, etika akademik, dan pemanfaatan AI berbasis sumber mampu meningkatkan kompetensi profesional guru dalam mendukung transformasi digital pendidikan yang aman, etis, dan berkelanjutan