Pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terus meningkat seiring perkembangan teknologi informasi, tetapi evaluasi terhadap keberhasilan implementasinya masih jarang dilakukan secara komprehensif, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebagian besar kajian evaluasi e-learning yang tersedia berfokus pada mata pelajaran umum atau jenjang pendidikan tinggi, sementara dimensi afektif dan spiritual yang menjadi ciri khas pembelajaran PAI—seperti pembentukan akhlak dan praktik ibadah—belum banyak diakomodasi dalam kerangka evaluasi program pembelajaran daring yang ada. Kesenjangan inilah yang mendasari artikel ini. Tujuan artikel ini adalah menganalisis implementasi e-learning dalam pembelajaran PAI menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam, sekaligus menawarkan kerangka evaluasi yang lebih peka terhadap karakter khas PAI. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang menelaah literatur dan dokumen terkait implementasi e-learning di lingkungan sekolah berbasis keagamaan, dengan SMP Al-Hidayah digunakan sebagai ilustrasi kasus. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi konteks mengungkap perlunya penyelarasan tujuan kurikulum PAI dengan karakteristik pembelajaran daring; evaluasi masukan menyoroti kesenjangan kompetensi digital guru PAI serta keterbatasan materi ajar keagamaan yang interaktif; evaluasi proses memperlihatkan tantangan menjaga kualitas interaksi dan internalisasi nilai selama pembelajaran daring; sedangkan evaluasi hasil mengindikasikan bahwa capaian kognitif relatif lebih mudah diukur dibandingkan capaian afektif dan psikomotorik berupa praktik ibadah. Artikel ini merekomendasikan pengembangan instrumen evaluasi e-learning PAI yang secara khusus mengakomodasi dimensi spiritual dan karakter, tidak hanya aspek kognitif, serta perlunya validasi empiris lebih lanjut atas kerangka konseptual yang diusulkan.