Rini Parmila Yanti
Universitas Bung Hatta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran “Joy Learning” Dan Motivasi terhadap Keterampilan Kewarganegaraan Siswa Sekolah Dasar Rini Parmila Yanti; Pebriyenni Pebriyenni; Syofiani Syofiani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i3.9385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Pembelajaran "Joy Learning" pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan motivasi belajar terhadap keterampilan kewarganegaraan siswa kelas V Sekolah Dasar. Namun, pembelajaran konvensional yang masih dominan menyebabkan rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran, sehingga menghambat pengembangan keterampilan tersebut. Model Pembelajaran “Joy Learning” dipilih sebagai pendekatan inovatif untuk mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen. Data diperoleh melalui tes dan , angket motivasi belajar, dan observasi kegiatan siswa. Instrumen penelitian ini yaitu angket dan tes. angket digunakan untuk melihat aktivitas belajar siswa dan tes digunakan untuk melihat keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dan homogenitas sebagai uji prasyarat, uji t untuk hipotesis satu, dua,tiga serta uji anava dua arah hipotesis keempat.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (1). terdapat Pengaruh model Pembelajaran "Joy Learning" terhadap Keterampilan Kewarganegaraan siswa Sekolah Dasar dibuktikan dengan hasil uji t taraf sig.(2-tailed) 0,05 diperoleh nilai sig. 0,019 dimana nilai 0,019 < 0,05, (2).terdapat pengaruh Pengaruh Motivasi Tinggi terhadap Keterampilan Kewarganegaran Siswa Sekolah Dasar dibuktikan dengan hasil uji t diperoleh memperoleh nilai sig. 0,005 nilai 0,005<0,05, (3) terdapat pengaruh Pengaruh Motivasi rendah terhadap Keterampilan Kewarganegaran Siswa Sekolah Dasar dibuktikan dengan hasil uji t diperoleh nilai sig. 0,011 nilai 0,011<0,05, dan (4) Hasil perhitungan uji hipotesis keempat dengan menggunakan uji Anava dua arah menunjukkan signifikasi hasil uji 0,234>0,05, maka H0 diterima artinya tidak terdapat Pengaruh Model Pembelajaran "Joy Learning" dan Motivasi terhadap Keterampilan Kewarganegaraan Siswa Sekolah Dasar.
PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM AKTIVITAS LITERASI SEKOLAH DASAR DI ERA DIGITAL M. Nursi; Rini Parmila Yanti; Ashabul Khairi; Hari Adi Rahmad
Cerdas Proklamator Vol 14 No 1 (2026): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Study program PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/cerdas.v14i1.381

Abstract

The integration of Pancasila values into elementary school literacy activities is essential in strengthening national identity amidst the rapid digital transformation. This study explores how digital literacy practices in elementary schools can serve as an effective medium for instilling Pancasila values. Utilizing a qualitative descriptive approach, data were collected through classroom observations, interviews with teachers, and document analysis in five public elementary schools across West Sumatra. The findings reveal three key themes: (1) the integration of Pancasila values in thematic digital literacy activities, (2) the use of digital technologies—such as e-books, educational apps, and digital storytelling—as media for civic character education, and (3) the challenges faced by teachers, including digital competency gaps and the lack of culturally relevant digital content, along with their strategic responses. Quantitative data from surveys and observations indicate that 82% of students demonstrated increased understanding of Pancasila principles after engaging in structured digital literacy activities. This study underscores the importance of teacher readiness, digital content development, and pedagogical innovation to optimize the role of digital literacy in civic education at the elementary level.