Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pembelajaran MIPA Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Literasi Sains di Universitas: Implementasi Kurikulum Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEAM) Muhammad Arsyad; Nana Sutrisna; Efriana Jon; Al Ikhlas; Jumriah Jumriah; Juwairiah Juwairiah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.649

Abstract

Literasi sains merupakan kompetensi esensial bagi mahasiswa program studi MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) untuk menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan penerapan konsep ilmiah dalam konteks kehidupan nyata. Namun, pembelajaran MIPA di perguruan tinggi masih cenderung bersifat teoretis dan terfragmentasi antar disiplin ilmu, sehingga belum optimal dalam menumbuhkan literasi sains mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang terintegrasi dengan kurikulum STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) serta menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan literasi sains mahasiswa di lingkungan universitas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment (one-group pretest-posttest design), yang dilaksanakan pada mahasiswa program studi MIPA di beberapa perguruan tinggi mitra. Instrumen yang digunakan meliputi tes literasi sains, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respons mahasiswa. Data dianalisis menggunakan uji-t berpasangan (paired sample t-test) dan uji N-Gain untuk mengukur besarnya peningkatan literasi sains sebelum dan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan STEAM berpengaruh signifikan terhadap peningkatan literasi sains mahasiswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata dari kategori rendah menjadi kategori sedang hingga tinggi, dengan nilai N-Gain berada pada kategori sedang-tinggi. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh aspek literasi sains, meliputi aspek konten, proses, dan konteks sains, dengan aspek proses sains menunjukkan peningkatan paling signifikan karena mahasiswa terlibat langsung dalam merancang, mengembangkan, dan menguji produk atau solusi berbasis proyek. Selain itu, hasil angket respons menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran berbasis proyek berbasis STEAM karena dianggap lebih kontekstual, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini merekomendasikan agar integrasi pendekatan STEAM dalam pembelajaran MIPA berbasis proyek dapat diadopsi secara lebih luas sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan literasi sains mahasiswa serta mempersiapkan lulusan yang memiliki daya saing dan kesiapan menghadapi tantangan global.
Pembelajaran MIPA Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Literasi Sains di Universitas: Implementasi Kurikulum Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEAM) Muhammad Arsyad; Nana Sutrisna; Efriana Jon; Al Ikhlas; Jumriah Jumriah; Juwairiah Juwairiah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.649

Abstract

Literasi sains merupakan kompetensi esensial bagi mahasiswa program studi MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) untuk menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan penerapan konsep ilmiah dalam konteks kehidupan nyata. Namun, pembelajaran MIPA di perguruan tinggi masih cenderung bersifat teoretis dan terfragmentasi antar disiplin ilmu, sehingga belum optimal dalam menumbuhkan literasi sains mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang terintegrasi dengan kurikulum STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) serta menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan literasi sains mahasiswa di lingkungan universitas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment (one-group pretest-posttest design), yang dilaksanakan pada mahasiswa program studi MIPA di beberapa perguruan tinggi mitra. Instrumen yang digunakan meliputi tes literasi sains, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respons mahasiswa. Data dianalisis menggunakan uji-t berpasangan (paired sample t-test) dan uji N-Gain untuk mengukur besarnya peningkatan literasi sains sebelum dan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan STEAM berpengaruh signifikan terhadap peningkatan literasi sains mahasiswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata dari kategori rendah menjadi kategori sedang hingga tinggi, dengan nilai N-Gain berada pada kategori sedang-tinggi. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh aspek literasi sains, meliputi aspek konten, proses, dan konteks sains, dengan aspek proses sains menunjukkan peningkatan paling signifikan karena mahasiswa terlibat langsung dalam merancang, mengembangkan, dan menguji produk atau solusi berbasis proyek. Selain itu, hasil angket respons menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran berbasis proyek berbasis STEAM karena dianggap lebih kontekstual, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini merekomendasikan agar integrasi pendekatan STEAM dalam pembelajaran MIPA berbasis proyek dapat diadopsi secara lebih luas sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan literasi sains mahasiswa serta mempersiapkan lulusan yang memiliki daya saing dan kesiapan menghadapi tantangan global.
Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dalam Mendukung Pembelajaran yang Kreatif dan Adaptif Jimmy Malintang; Ali Ramatni; Yenny Anggreini Sarumaha; Gusnidar Gusnidar; Loria Wahyuni; Al Ikhlas; Efriana Jon
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.114

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Pemanfaatan AI dalam pembelajaran memberikan peluang besar untuk menciptakan proses belajar yang lebih kreatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan tools berbasis AI dalam mendukung pembelajaran yang inovatif di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan meliputi tahap identifikasi kebutuhan, pelatihan penggunaan tools AI, implementasi dalam kegiatan pembelajaran, serta evaluasi efektivitasnya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan tools AI mampu meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menyelesaikan tugas, mempermudah pendidik dalam menyusun materi ajar yang variatif, serta memungkinkan pembelajaran yang lebih adaptif sesuai dengan kemampuan individu. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi belajar dan keterlibatan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan literasi digital dan akses teknologi, yang kemudian diatasi melalui pendampingan intensif dan penyediaan panduan penggunaan. Dengan demikian, optimalisasi pemanfaatan teknologi AI terbukti efektif dalam mendukung transformasi pembelajaran menuju sistem yang lebih fleksibel, personal, dan berbasis teknologi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model implementasi pembelajaran berbasis AI yang dapat direplikasi di berbagai institusi pendidikan.
Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dalam Mendukung Pembelajaran yang Kreatif dan Adaptif Jimmy Malintang; Ali Ramatni; Yenny Anggreini Sarumaha; Gusnidar Gusnidar; Loria Wahyuni; Al Ikhlas; Efriana Jon
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.114

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Pemanfaatan AI dalam pembelajaran memberikan peluang besar untuk menciptakan proses belajar yang lebih kreatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan tools berbasis AI dalam mendukung pembelajaran yang inovatif di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan meliputi tahap identifikasi kebutuhan, pelatihan penggunaan tools AI, implementasi dalam kegiatan pembelajaran, serta evaluasi efektivitasnya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan tools AI mampu meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menyelesaikan tugas, mempermudah pendidik dalam menyusun materi ajar yang variatif, serta memungkinkan pembelajaran yang lebih adaptif sesuai dengan kemampuan individu. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi belajar dan keterlibatan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan literasi digital dan akses teknologi, yang kemudian diatasi melalui pendampingan intensif dan penyediaan panduan penggunaan. Dengan demikian, optimalisasi pemanfaatan teknologi AI terbukti efektif dalam mendukung transformasi pembelajaran menuju sistem yang lebih fleksibel, personal, dan berbasis teknologi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model implementasi pembelajaran berbasis AI yang dapat direplikasi di berbagai institusi pendidikan.
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Mahasiswa Lusi Englita; Mukhlis Mukhlis; Siti Hairiyah; Loria Wahyuni; Nana Sutrisna; Al Ikhlas
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan literasi numerasi mahasiswa Program Studi Teknika (Perkapalan) di Akademi Maritim Sapta Samudra. Literasi numerasi merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki calon perwira kapal untuk menyelesaikan berbagai permasalahan teknis yang berkaitan dengan pengukuran, perhitungan, analisis data, serta pengambilan keputusan di bidang perkapalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimen melalui desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Teknika yang mengikuti mata kuliah terkait perhitungan teknis perkapalan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi numerasi, lembar observasi aktivitas pembelajaran, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji peningkatan hasil belajar untuk mengetahui perubahan kemampuan mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan model PjBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Project-Based Learning mampu meningkatkan kemampuan literasi numerasi mahasiswa secara signifikan. Mahasiswa menjadi lebih aktif dalam mengidentifikasi permasalahan, melakukan perhitungan teknis, menginterpretasikan data, serta menyusun solusi berdasarkan proyek yang dikerjakan secara kolaboratif. Selain itu, penerapan PjBL juga berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama yang merupakan kompetensi penting dalam bidang teknika perkapalan. Dengan demikian, Project-Based Learning dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan literasi numerasi mahasiswa sekaligus mendukung pencapaian kompetensi lulusan yang sesuai dengan tuntutan dunia maritim.
Tantangan dan Peluang Implementasi Digitalisasi dalam Sistem Manajemen Maritim Ferry Fernando; Mira Hastin; Al Ikhlas; Ali Ramatni; Endah Heryanti; Nining Huriyati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.711

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa transformasi signifikan dalam berbagai sektor industri, termasuk sektor maritim yang merupakan tulang punggung perdagangan dan konektivitas global. Digitalisasi dalam sistem manajemen maritim mencakup penerapan teknologi seperti Internet of Things (IoT), big data analytics, artificial intelligence, sistem informasi pelabuhan terintegrasi, serta platform digital untuk pemantauan armada dan logistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses implementasi digitalisasi pada sistem manajemen maritim, serta menganalisis peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, keselamatan pelayaran, dan daya saing industri maritim nasional maupun internasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur (literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber jurnal, laporan industri, dan regulasi terkait digitalisasi maritim dalam beberapa tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam implementasi digitalisasi meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa wilayah, minimnya sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknologi digital, tingginya biaya investasi awal, resistensi terhadap perubahan budaya kerja konvensional, serta isu keamanan siber (cybersecurity) yang semakin kompleks. Di sisi lain, peluang yang dapat dioptimalkan antara lain peningkatan efisiensi operasional melalui otomatisasi proses administrasi dan logistik, peningkatan transparansi dan akuntabilitas melalui sistem pelacakan digital, penguatan kolaborasi antar-stakeholder melalui platform terintegrasi, serta dukungan kebijakan pemerintah dalam mendorong transformasi digital sektor maritim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi digitalisasi dalam sistem manajemen maritim sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan infrastruktur, regulasi, dan sumber daya manusia yang mendukung. Dengan strategi implementasi yang tepat, digitalisasi dapat menjadi katalisator utama dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri maritim di era revolusi industri 4.0.
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Mahasiswa Lusi Englita; Mukhlis Mukhlis; Siti Hairiyah; Loria Wahyuni; Nana Sutrisna; Al Ikhlas
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan literasi numerasi mahasiswa Program Studi Teknika (Perkapalan) di Akademi Maritim Sapta Samudra. Literasi numerasi merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki calon perwira kapal untuk menyelesaikan berbagai permasalahan teknis yang berkaitan dengan pengukuran, perhitungan, analisis data, serta pengambilan keputusan di bidang perkapalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimen melalui desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Teknika yang mengikuti mata kuliah terkait perhitungan teknis perkapalan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi numerasi, lembar observasi aktivitas pembelajaran, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji peningkatan hasil belajar untuk mengetahui perubahan kemampuan mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan model PjBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Project-Based Learning mampu meningkatkan kemampuan literasi numerasi mahasiswa secara signifikan. Mahasiswa menjadi lebih aktif dalam mengidentifikasi permasalahan, melakukan perhitungan teknis, menginterpretasikan data, serta menyusun solusi berdasarkan proyek yang dikerjakan secara kolaboratif. Selain itu, penerapan PjBL juga berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama yang merupakan kompetensi penting dalam bidang teknika perkapalan. Dengan demikian, Project-Based Learning dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan literasi numerasi mahasiswa sekaligus mendukung pencapaian kompetensi lulusan yang sesuai dengan tuntutan dunia maritim.
Tantangan dan Peluang Implementasi Digitalisasi dalam Sistem Manajemen Maritim Ferry Fernando; Mira Hastin; Al Ikhlas; Ali Ramatni; Endah Heryanti; Nining Huriyati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.711

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa transformasi signifikan dalam berbagai sektor industri, termasuk sektor maritim yang merupakan tulang punggung perdagangan dan konektivitas global. Digitalisasi dalam sistem manajemen maritim mencakup penerapan teknologi seperti Internet of Things (IoT), big data analytics, artificial intelligence, sistem informasi pelabuhan terintegrasi, serta platform digital untuk pemantauan armada dan logistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses implementasi digitalisasi pada sistem manajemen maritim, serta menganalisis peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, keselamatan pelayaran, dan daya saing industri maritim nasional maupun internasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur (literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber jurnal, laporan industri, dan regulasi terkait digitalisasi maritim dalam beberapa tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam implementasi digitalisasi meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa wilayah, minimnya sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknologi digital, tingginya biaya investasi awal, resistensi terhadap perubahan budaya kerja konvensional, serta isu keamanan siber (cybersecurity) yang semakin kompleks. Di sisi lain, peluang yang dapat dioptimalkan antara lain peningkatan efisiensi operasional melalui otomatisasi proses administrasi dan logistik, peningkatan transparansi dan akuntabilitas melalui sistem pelacakan digital, penguatan kolaborasi antar-stakeholder melalui platform terintegrasi, serta dukungan kebijakan pemerintah dalam mendorong transformasi digital sektor maritim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi digitalisasi dalam sistem manajemen maritim sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan infrastruktur, regulasi, dan sumber daya manusia yang mendukung. Dengan strategi implementasi yang tepat, digitalisasi dapat menjadi katalisator utama dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri maritim di era revolusi industri 4.0.