Kopi robusta merupakan komoditas perkebunan yang berperan penting sebagai sumber pendapatan petani. Namun, produksi kopi robusta di Desa Batu Ampar masih menghadapi kendala yang berkaitan dengan pengelolaan faktor-faktor produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh luas lahan, tenaga kerja, umur tanaman, dan penggunaan pupuk NPK terhadap produksi kopi robusta. Penelitian dilaksanakan di Desa Batu Ampar, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, pada Februari–Maret 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 33 petani kopi robusta. Data primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi dan sumber terkait. Data dianalisis menggunakan regresi fungsi produksi Cobb–Douglas yang ditransformasikan ke dalam bentuk logaritma natural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi kopi robusta dengan nilai signifikansi 0,044 (p0,05). Sementara itu, luas lahan, umur tanaman, dan penggunaan pupuk NPK tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi karena memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,176 menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja, umur tanaman, dan pupuk NPK mampu menjelaskan 17,6% variasi produksi kopi robusta, sedangkan 82,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tenaga kerja merupakan faktor produksi yang berperan nyata dalam usahatani kopi robusta di lokasi penelitian. Peningkatan produksi perlu didukung oleh pengelolaan tenaga kerja yang efisien serta evaluasi terhadap faktor lain, seperti kesuburan tanah, kondisi iklim, mutu bibit, pemeliharaan tanaman, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman.