Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Developing a Preliminary Learning Syntax Based on Learners' Needs: A Plurilingual Blended Learning Model for Functional English Literacy Hardianti; Nurhaida Lakuana; ST Marhana Rullu; Zeni Afriani Zainudin; Afifah Mardhiyyah
Foreign Language Instruction Probe Vol. 5 No. 1 (2026): Teaching English as a Foreign Language
Publisher : STIT Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/flip.v5i1.990

Abstract

Non-formal education in Indonesia plays a strategic role in providing alternative and complementary learning pathways; however, learners in Community Learning Centers (PKBM) remain disadvantaged due to limited functional English and digital literacy. Existing studies on blended learning often prioritize technological integration without addressing learners’ plurilingual realities, while English instruction in non-formal settings frequently replicates formal education patterns, resulting in low participation and limited skill relevance. This study addresses this gap by proposing a plurilingual blended learning model grounded in learners’ actual needs. A qualitative needs analysis was conducted involving 18 participants (12 learners, 3 tutors, and 3 program coordinators) in a non-formal education setting. Data were collected through semi-structured interviews, field observations, and they were analyzed using thematic coding to identify recurring linguistic, pedagogical, and contextual patterns. Findings reveal three core learner needs: (1) context-based communicative tasks that do not rely on partial instruction; (2) scaffolded digital support; and (3) flexible language use integrating local and global languages. These informed the development of a six-phase preliminary learning syntax: learners’ language repertoires activation, plurilingual input, collaborative meaning-making, functional English transformation, functional literacy practice, and plurilingual reflection and digital reinforcement. The study is limited by its small, context-specific sample, affecting generalizability. Nonetheless, it offers practical implications for designing adaptive, inclusive learning models in non-formal education. Future research should test the model’s effectiveness through experimental and larger-scale studies.
Meningkatkan Kesadaran akan Pentingnya Pendidikan dalam Membangun Masa Depan Melalui Webinar Edukasi Citra Prasiska Puspita Tohamba; Safitri Nuraini; Nanda Refana Magdalena; Musdalifah; Hardianti
Jurnal Hilirisasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : STIE Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/jihapenmas.v2i2.1469

Abstract

Pendidikan memegang peranan strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan di tengah dinamika global dan perkembangan teknologi yang pesat. Namun, masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai peluang pendidikan global, khususnya studi di luar negeri, menjadi tantangan yang perlu direspons melalui kegiatan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan webinar edukasi bertema “Belajar Tanpa Batas: Mengapa Kuliah di Luar Negeri Itu Istimewa?” yang diselenggarakan oleh kelompok KKN-Dik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Kota Kendari. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan webinar mampu meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan, memperluas wawasan mengenai sistem pendidikan luar negeri, serta menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan edukasi berbasis webinar efektif sebagai media literasi pendidikan global. Oleh karena itu, program serupa perlu dikembangkan secara berkelanjutan untuk memperkuat kesiapan generasi muda dalam menghadapi persaingan global.
PENDAMPINGAN KOMUNITAS SEKOLAH BERBASIS INTERCULTURAL COMMUNICATION DI ANUBAN MUSLIM KRABI SCHOOL THAILAND: School Community Assistance Based on Intercultural Communication at Anuban Muslim Krabi School, Thailand Muhammad Mansyur Dg Pageso; Sutrisno K. Djawa; Armin Haluti; Hardianti; Yusniati N. Sabata
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 3 No. 1 (2026): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) February - July 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v3i1.35

Abstract

Artikel pengabdian ini menggambarkan praktik pendampingan komunitas sekolah dalam konteks lintas negara sebagai ruang pembelajaran bahasa sekaligus interaksi budaya, khususnya pada lingkungan sekolah dasar Muslim di Thailand yang memiliki latar bahasa dan kebiasaan sosial berbeda dengan mahasiswa Indonesia. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan Bahasa Indonesia kepada siswa sekolah dasar di Anuban Muslim Krabi School melalui pendekatan komunikasi antarbudaya (intercultural communication) dengan memanfaatkan media lagu anak-anak Indonesia. Pendekatan intercultural communication diterapkan sebagai strategi untuk menjembatani perbedaan bahasa, nilai, dan kebiasaan antara mahasiswa KKN dan siswa Thailand. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi awal, perkenalan berbasis komunikasi nonverbal dan adaptasi budaya, pembelajaran interaktif, serta kompetisi sederhana untuk meningkatkan partisipasi dan minat belajar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa Anuban Muslim Krabi School menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran, mampu menirukan kosakata Bahasa Indonesia melalui lagu, serta memahami perintah sederhana yang diberikan. Dengan demikian, pendekatan pendampingan berbasis intercultural communication berpotensi diterapkan kembali sebagai kerangka operasional kegiatan pengabdian internasional pada pendidikan dasar, khususnya di sekolah multikultural, karena mampu mengintegrasikan tujuan pembelajaran bahasa, penguatan karakter toleransi, dan pengembangan kompetensi global peserta didik secara simultan.