Turbin uap pada pabrik minyak kelapa sawit memanfaatkan energi uap dari boiler untuk menghasilkan putaran poros dan daya listrik bagi kebutuhan proses. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tekanan uap masuk dengan putaran turbin serta membentuk model prediksi sederhana untuk mendukung pengendalian operasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan lima tingkat tekanan, yaitu 16-20 bar, dan lima pengulangan pengukuran pada setiap tingkat. Tekanan diukur menggunakan pressure gauge, sedangkan putaran poros diukur menggunakan tachometer. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear. Data simulasi pada draft menunjukkan bahwa rata-rata putaran meningkat dari 2.660 rpm pada 16 bar menjadi 3.004,4 rpm pada 20 bar. Model regresi yang diperoleh adalah N = 1281,44 + 86,60P dengan koefisien determinasi 0,9714 dan korelasi 0,9856. Hasil ini menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat: setiap kenaikan tekanan 1 bar berkaitan dengan peningkatan putaran sekitar 86,60 rpm pada kondisi beban dan bukaan katup yang terkendali. Stabilitas tekanan, governor, laju aliran, dan beban generator tetap harus dipantau agar turbin bekerja aman dan mendekati putaran nominal.