Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH KEGIATAN MENGAMBAR BEBAS TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA 3-4 TAHUN DI KB ISLAMIC CENTRE Suzane Merta Dogustiakara; Andi Wapa; Shovi Yatul Istifadah
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 2 (2025): Edisi: Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i2.8817

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu aspek perkembangan yang perlu dikembangkan sejak usia dini melalui kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan mengekspresikan ide. Salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk menstimulasi kreativitas adalah menggambar bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kegiatan menggambar bebas serta kreativitas anak usia 3–4 tahun melalui kegiatan tersebut di KB Islamic Centre. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan anak usia 3–4 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menggambar bebas dilaksanakan melalui tahapan pembelajaran yang sistematis dengan guru berperan sebagai fasilitator. Kegiatan tersebut mampu mengembangkan kreativitas anak yang ditunjukkan melalui kemampuan mengemukakan ide, menggunakan variasi warna, menghasilkan gambar yang beragam sesuai imajinasi, serta memiliki keberanian menceritakan hasil karyanya. Dengan demikian, kegiatan menggambar bebas dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini.
Keterlibatan Orang Tua Dalam Pengembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Menggambar Elok Faiqatun Hikmah; Hani Kholifah; Shovi Yatul Istifadah
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 4 No 4 (2025): Edisi: November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v4i4.8947

Abstract

Keterlibatan orang tua merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan motorik halus anak usia dini. Pemberian stimulasi melalui kegiatan menggambar dapat membantu meningkatkan koordinasi mata dan tangan, keterampilan menggunakan alat tulis, serta kreativitas anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk keterlibatan orang tua dalam pengembangan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan menggambar di TK PGRI 10 Cermee Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas, orang tua, dan anak usia 5–6 tahun di TK PGRI 10 Cermee Bondowoso. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pengembangan kemampuan motorik halus anak telah terlaksana dengan baik melalui penyediaan fasilitas menggambar, pendampingan selama kegiatan berlangsung, pemberian motivasi dan apresiasi, serta komunikasi dengan guru mengenai perkembangan anak. Kendala yang ditemukan adalah keterbatasan waktu sebagian orang tua akibat kesibukan pekerjaan sehingga intensitas pendampingan belum optimal. Dengan demikian, keterlibatan orang tua yang dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan guru mampu memberikan stimulasi yang efektif dalam mendukung perkembangan kemampuan motorik halus anak
Penerapan Pembiasaan Karakter Dalam Kedisiplinan Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Al Irsyad Al Islamiyyah Besuki Desi Agustina; Shovi Yatul Istifadah; Wahyu Setyo Nugroho
Jurnal Teknologi Pembelajaran Settings Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi Pembelajaran
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The issue identified by the researcher at Al Irsyad Al Islamiyyah Besuki Kindergarten is a lack of discipline among the children; examples include leaving bags in random places, littering, failing to arrange shoes neatly, not queuing while washing hands, and neglecting to tidy up their writing supplies. This study aims to analyze the implementation of habituation practices designed to foster discipline in children aged 4–5 years (Group A) at Al Irsyad Al Islamiyyah Besuki Kindergarten. Discipline in early childhood serves as a fundamental basis for developing future responsibility and independence. The study employs a qualitative method. Data collection was conducted through structured observation, in-depth interviews with classroom teachers, and documentation of activities. The habituation method is integrated into the learning curriculum and daily activities, grounded in Islamic values. Evaluation results indicate that the habituation method is effective in enhancing children's discipline, particularly regarding time management, acts of worship, and moral conduct. Teacher consistency serves as a key supporting factor, while differing approaches to discipline within the home environment act as a hindering factor
Hubungan Peran Orang Tua Dengan Motivasi Anak Usia 5 – 6 Tahun Di TK Islam Al-Amanah Laelatul Jannah; Mu’tasim Fikri; Shovi Yatul Istifadah
Jurnal Teknologi Pembelajaran Settings Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi Pembelajaran
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran orang tua dengan motivasi belajar anak usia 5–6 tahun di TK Islam Al-Amanah, Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 31 orang tua anak usia 5–6 tahun yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang mengukur peran orang tua dan motivasi belajar anak. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 102,65 dan rata-rata skor per item sebesar 4,28, sedangkan motivasi belajar anak berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 64,26 dan rata-rata skor per item sebesar 4,02. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,668 dengan nilai signifikansi < 0,001. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang positif, kuat, dan signifikan antara peran orang tua dengan motivasi belajar anak usia 5–6 tahun. Dengan demikian, semakin baik peran orang tua dalam memberikan dukungan pendidikan, emosional, dan sosial, semakin tinggi pula motivasi belajar anak. Temuan ini mendukung perspektif Self-Determination Theory yang menekankan pentingnya dukungan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan otonomi, kompetensi, dan keterhubungan anak.
Metode Bermain Sains Untuk Menstimulasi Kemampuan Berpikir Divergen Anak Usia 4–5 Tahun Di TK PGRI 10 Cermee Bondowoso Ayu Fatimatus Zahroh; Shovi Yatul Istifadah; Harliana Harliana
Jurnal Teknologi Pembelajaran Settings Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi Pembelajaran
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the implementation of the science play method in stimulating the divergent thinking skills of children aged 4–5 years at TK PGRI 10 Cermee, Bondowoso. Divergent thinking is a crucial aspect of children's cognitive development, as it relates to the ability to generate various ideas, find alternative solutions to problems, and explore objects or events through multiple possibilities. This study employs a qualitative approach with a descriptive design. The subjects were children aged 4–5 years at TK PGRI 10 Cermee, Bondowoso, while the informants included the class teacher and other parties involved in the instructional process. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis involved the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the science play method serves as an effective instructional alternative for stimulating children's divergent thinking skills. Science play activities provide opportunities for children to observe, experiment, compare, predict, ask questions, and discover various possibilities based on their play experiences. Teachers act as facilitators by posing open-ended questions, providing concrete materials, and allowing children the freedom to explore the activities. This stimulation is evident in the children's ability to generate multiple answers, express ideas, find different ways to complete activities, and develop curiosity. Thus, the science play method creates an active, enjoyable, and meaningful learning experience while supporting the development of divergent thinking skills in children aged 4–5 years.