Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA DAN KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA BAGI ANAK PANTI ASUHAN HARAPAN BARU BANDAR LAMPUNG SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA Atik Kartika; Mulyanto Widodo; Febra Anjar Kusuma; Siska Meirita; Destiani; Rahmat Prayogi; Septia Uswatun Hasanah; Detia Aulia Oktarina; Sandika Ali
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2118

Abstract

This community service program aims to strengthen Pancasila values and improve Indonesian language skills among children at Harapan Baru Orphanage in Bandar Lampung as an effort to foster national character development. The program was implemented through educational activities, training, and mentoring that included understanding Pancasila values, practicing polite communication, developing public speaking skills, and engaging in reading and writing literacy activities. The participants were orphanage children at elementary and secondary education levels. The results showed an increase in participants’ understanding of Pancasila values, such as tolerance, mutual cooperation, responsibility, and patriotism. In addition, the participants’ Indonesian language skills improved, particularly in the proper use of the language, the ability to express opinions, and self-confidence in communication. This program made a positive contribution to shaping a young generation with strong moral values, national insight, and language skills that support their social interactions and educational development in the future. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dan meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia bagi anak-anak Panti Asuhan Harapan Baru Bandar Lampung sebagai upaya pembentukan karakter bangsa. Program dilaksanakan melalui metode edukasi, pelatihan, dan pendampingan yang mencakup pemahaman nilai-nilai Pancasila, praktik komunikasi santun, keterampilan berbicara di depan umum, serta kegiatan literasi membaca dan menulis. Peserta kegiatan adalah anak-anak panti asuhan yang berada pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai Pancasila, seperti sikap toleransi, gotong royong, tanggung jawab, dan rasa cinta tanah air. Selain itu, kemampuan berbahasa Indonesia peserta juga mengalami peningkatan, terutama dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar, kemampuan menyampaikan pendapat, serta kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, berwawasan kebangsaan, dan memiliki keterampilan berbahasa yang mendukung kehidupan sosial serta pendidikan mereka di masa depan.
PELATIHAN MENULIS CERITA PENDEK UNTUK GURU SEKOLAH DASAR: UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI LITERASI DAN PEMERTAHANAN BAHASA LAMPUNG Yinda Dwi Gustira; Istiqomah Nurzafira; Rahmat Prayogi; Andriansyah; Sandika Ali; Septia Uswatun Hasanah; Detia Aulia Oktarina; Tri Kuryanti
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2133

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek (cerpen) berbahasa daerah bagi guru Sekolah Dasar (SD) yang tergabung dalam KKG/MGMP Bahasa Lampung di Sukarame, Bandar Lampung. Permasalahan mitra adalah rendahnya keterampilan, kepercayaan diri guru dalam menulis karya fiksi, serta minimnya bahan bacaan kreatif berbahasa Lampung. Metode yang digunakan adalah Latihan Instruksi Kerja yang dipadukan dengan Pelatihan Aktif dan pendampingan individual, meliputi tahap pengenalan konsep, praktik menulis cerpen bermuatan lokal, penyuntingan, hingga publikasi karya. Kegiatan diikuti 30 guru SD selama Mei–Oktober 2025. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi menulis sebesar 40,6% (dari rata-rata 59,75 menjadi 84), dengan 86,7% peserta mencapai nilai di atas 80, melampaui target keberhasilan minimal 70%. Luaran nyata berupa Antologi Cerpen Berbahasa Lampung Guru SD ber-ISBN yang memuat 25 karya peserta. Pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi literasi kreatif guru sekaligus mendukung upaya pemertahanan bahasa dan budaya Lampung.   This community service initiative aims to improve local language short story (cerpen) writing skills for elementary school (SD) teachers who are members of the Lampung Language KKG/MGMP in Sukarame, Bandar Lampung. The partner's problems include the teachers' low skills and lack of confidence in writing fiction, as well as the lack of creative reading materials in the Lampung language. The method used is Work Instruction Training combined with Active Training and individual mentoring, covering the stages of concept introduction, writing practice of short stories with local content, editing, to publication of works. The activity was attended by 30 elementary school teachers from May to October 2025. The results showed an increase in writing competence by 40.6% (from an average of 59.75 to 84), with 86.7% of participants achieving scores above 80, exceeding the minimum success target of 70%. The tangible output is an ISBN-registered Anthology of Lampung Language Short Stories by Elementary School Teachers, which contains 25 works by the participants. This training is proven effective in increasing teachers' creative literacy competence while supporting efforts to preserve the Lampung language and culture.
CONSTRUCTING THE MEANING OF LIFE IN LAMPUNG BUBANDUNG THROUGH THE SIGNIFIER–SIGNIFIED RELATIONSHIP: A FERDINAND DE SAUSSURE SEMIOTIC STUDY Astria Astria; Mei Fatmila Sari; Muhammad Ramdhan Fathin Al Farabi3; Detia Aulia Oktarina
Wiyata Budaya: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 3 No. 1 (2026): Wiyata Budaya
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v3i1.2137

Abstract

Bubandung is a form of Lampung oral literature that embodies religious, moral, and cultural values passed down across generations. As an oral literary tradition, Bubandung employs a system of signs to convey philosophical messages about human life, making it a valuable subject for semiotic analysis. This study aims to describe the relationship between the signifier and the signified in Bubandung using Ferdinand de Saussure's semiotic theory and to reveal the meanings constructed through this relationship. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. The data source was the text of Bubandung, collected through a literature study. Data were gathered using documentation techniques by conducting intensive readings, identifying linguistic units containing signs, and analyzing them based on the relationship between signifier and signified according to Ferdinand de Saussure's semiotic framework. The findings indicate that each stanza of Bubandung forms an interconnected system of signs representing the journey of human life, the inevitability of death, the importance of maintaining a relationship with God, and the awareness that wealth, social status, and worldly pleasures are temporary. The relationship between signifier and signified constructs a coherent meaning, demonstrating that Bubandung functions not only as entertainment but also as a medium for transmitting the religious, moral, and cultural values of the Lampung community. These findings confirm that Ferdinand de Saussure's semiotic approach effectively reveals the structure of meaning embedded in oral literature as a representation of a community's worldview.