Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Korpus dalam Mengevaluasi Buku Ajar BIPA Ditinjau dari Sebaran Kata dan Konkordansi Mulyanto Widodo; Destiani Destiani; Siska Meirita; Atik Kartika
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 8, No 1 (2023): VOLUME 8 NUMBER 1 MARET 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v8i1.3724

Abstract

Studi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui input kosakata mahasiswa asing di kelas BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) level dasar. Banyak pakar menyatakan bahwa dengan sering diulangnya sebuah kata maka mahasiswa asing akan lebih mudah menghafal dan menungkapkannya kembali, baik lisan maupun tulisan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan studi korpus. Software AntConc sangat membantu proses pengumpulan data penelitian. Ada tiga hal yang diperoleh dari penelitian ini. Pertama, tipe kata pada Buku BIPA 1 sebanyak 1.559 kata dengan tokens  sebanyak  9.456 dan tipe kata pada Buku BIPA 2 sebanyak 1.264 dengan tokens sebanyak 7.073. Kedua, persentase tipe kata dibagi menjadi kata berfrekuensi rendah dengan 70,88% pada Buku BIPA 1 dan 69,78% pada Buku BIPA  2. Kata berfrekuensi sedang dengan 12,77% pada Buku BIPA 1 dan 13,93% pada Buku BIPA 2. Kata berfrekuensi tinggi dengan 16,36% pada Buku BIPA 1 dan 16,30% pada Buku BIPA 2. Ketiga, jenis kata yang masuk ke dalam kata berfrekuensi rendah memiliki persentase yang tinggi. Hal demikian membuat mahasiswa sulit untuk mengingat sebuah kata dalam jangka waktu lama dikarenakan minimnya frekuensi pengulangan kata.
Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Audio Visual Bagi Mahasiswa PGSD Universitas Lampung Sheren Dwi Oktaria; Destiani; Roy Kembar Habibi; nindy profitha; Siti Nuraini; Jody Setya Hermawan; Hariyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.582 KB) | DOI: 10.23960/jpmip.v1i02.85

Abstract

The use of audio-visual media in learning will increase students' motivation and learning outcomes. Students from the PGSD Study Program, University of Lampung as prospective educators are required to be able to innovate creatively by utilizing technological advances for learning media. One of them is using camtasia studio media. So that students are able to use Camtasia perangkat lunak, training in the development of interactive media based on Camtasia audio-visual is needed. After attending this training, PGSD students understand and use the features of Camtasia Studio. So that students are able to modify the learning media into interactive audio-visual learning media.
IMPLEMENTING CHARACTER EDUCATION IN HIGHER EDUCATION INSTITUTION THROUGH SCIENCE LEARNING Destiani Destiani; Amrina Izzatika; Yoga Fernando Rizqi
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 12, No 6 (2023)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v12i6.10217

Abstract

One issue identified in this study pertains to the limited scope of character education, which tends to be predominantly focused on Islamic Religion and Pancasila Education Courses. In recent years, the Freedom of Learning-Independent Campus (MBKM) Program has emerged as a significant force in promoting character education throughout the educational continuum, from elementary to higher education levels. Consequently, applying education and character values is imperative in science education within the Elementary School Teacher Education Study Program (PGSD) at the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lampung (PGSD Study Program FKIP Unila). The present study employed a descriptive qualitative approach to analyze the sub-sub learning outcomes and learning indicators, afterward aligning them with 18-character values. The values encompassed are religiousness, honesty, tolerance, discipline, hard work, creativity, independence, democracy, curiosity, national spirit, love of the country, respect for achievements, friendliness, love of peace, love of reading, care for the environment, social care, and responsibility. Based on the research results, the 18-character values are spread across learning outcomes and student learning experience activities while attending science lectures at the PGSD Study Program FKIP Unila. The application or implementation of character education has the potential to instill students who possess not only academic proficiency but also exhibit humanitarian attitudes towards their peers, as well as foster a sense of mutual respect and cooperation among themselves.
PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA DAN KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA BAGI ANAK PANTI ASUHAN HARAPAN BARU BANDAR LAMPUNG SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA Atik Kartika; Mulyanto Widodo; Febra Anjar Kusuma; Siska Meirita; Destiani; Rahmat Prayogi; Septia Uswatun Hasanah; Detia Aulia Oktarina; Sandika Ali
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2118

Abstract

This community service program aims to strengthen Pancasila values and improve Indonesian language skills among children at Harapan Baru Orphanage in Bandar Lampung as an effort to foster national character development. The program was implemented through educational activities, training, and mentoring that included understanding Pancasila values, practicing polite communication, developing public speaking skills, and engaging in reading and writing literacy activities. The participants were orphanage children at elementary and secondary education levels. The results showed an increase in participants’ understanding of Pancasila values, such as tolerance, mutual cooperation, responsibility, and patriotism. In addition, the participants’ Indonesian language skills improved, particularly in the proper use of the language, the ability to express opinions, and self-confidence in communication. This program made a positive contribution to shaping a young generation with strong moral values, national insight, and language skills that support their social interactions and educational development in the future. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dan meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia bagi anak-anak Panti Asuhan Harapan Baru Bandar Lampung sebagai upaya pembentukan karakter bangsa. Program dilaksanakan melalui metode edukasi, pelatihan, dan pendampingan yang mencakup pemahaman nilai-nilai Pancasila, praktik komunikasi santun, keterampilan berbicara di depan umum, serta kegiatan literasi membaca dan menulis. Peserta kegiatan adalah anak-anak panti asuhan yang berada pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai Pancasila, seperti sikap toleransi, gotong royong, tanggung jawab, dan rasa cinta tanah air. Selain itu, kemampuan berbahasa Indonesia peserta juga mengalami peningkatan, terutama dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar, kemampuan menyampaikan pendapat, serta kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, berwawasan kebangsaan, dan memiliki keterampilan berbahasa yang mendukung kehidupan sosial serta pendidikan mereka di masa depan.
Pengaruh Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Terhadap Kemampuan Berkolaborasi Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas II SD Negeri 4 Metro Barat Cicili Arici Rafistri; Dwi Yulianti; Mulyanto Widodo; Destiani Destiani
Pedagogi: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/pedagogi.vol.11i.2.666

Abstract

Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya kemampuan berkolaborasi peserta didk di kelas II SD Negeri 4 Metro Barat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh yang signifikan pada penerapan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan non-equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dengan jumlah 34 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah instrument tes dan non tes. Hasil pengujian hipotesis diperoleh data nilai signifikan < ttabel (taraf signifikansi 5%, α = 0,05) dengan rincian 0,02 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap kemampuan berkolaborasi pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas II SD Negeri 4 Metro Barat.
Audiovisual Media and Indonesian Language Learning Outcomes in an Islamic Elementary School Hanna Wahyu Aruming Tyas; Muhammad Fuad; Mulyanto Widodo; Destiani
SUJANA: Education and Learning Review Vol. 4 Issue 4 (2025)
Publisher : JF Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/sujana.v4i4.1031

Abstract

This study examined the effect of audiovisual media on the Indonesian language learning outcomes of fourth-grade students at an Islamic integrated elementary school in Metro, Lampung, focusing on the listening-and-viewing competency under the Merdeka Curriculum. Low mastery of Indonesian language material had been observed among fourth-grade students, with most of the fifty students failing to reach the school's minimum mastery criterion. A quantitative approach was applied using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The fifty students were divided into an experimental class taught with audiovisual media and a control class taught conventionally, using a saturated sampling technique. Data were collected through a fifteen-item multiple-choice pretest and posttest and analyzed using chi-square normality testing, F-test homogeneity testing, and simple linear regression. The data met the assumptions of normality and homogeneity for both administrations. The regression analysis produced the equation Ŷ = 58.66 + 0.333X with a significance value of 0.005, below the alpha level of 0.05, leading to rejection of the null hypothesis. The experimental group's mean score increased by 18.40 points, from 56.64 to 75.04, compared with a gain of only 5.22 points in the control group, despite starting from a lower baseline. These findings indicate that audiovisual media significantly improved Indonesian language learning outcomes, although the size of the effect appeared to depend on factors such as student attendance and teachers' readiness to use the medium.
Eco-Simbolisme dalam Narasi Kaba Siti Baheram: Perspektif Ekokritik terhadap Alam dan Manusia Ananda Putriani; Syihabuddin Syihabuddin; Destiani Destiani; Sri Wahyuni; Yusrawati Jr Simatupang; Dewi Sari Sumitro
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 2 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i2.8423

Abstract

This research originates from the global ecological crisis and Indonesia’s alarming rate of deforestation, highlighting the need to reinterpret traditional literary works as sources of ecological awareness. Kaba Siti Baheram was chosen because it reflects the Minangkabau philosophy of alam takambang jadi guru and contains rich ecological symbolism, yet has seldom been examined through a contemporary ecocritical framework. This study aims to identify the forms of ecological symbolism in Kaba Siti Baheram, map ecological representations using Garrard’s five ecocritical themes pastoral, wilderness, dwelling, pollution, and apocalypse and analyze how natural phenomena function as narrative agents that shape conflict and plot progression. The research employs a qualitative descriptive method, using close reading and content analysis of the Kaba Siti Baheram text published by the Balai Bahasa of West Sumatra, supported by theoretical triangulation involving ecocriticism and Minangkabau ecological cosmology. The findings show that pastoral and dwelling are the most dominant themes, represented through agrarian landscapes, the rumah gadang, rice fields, fish ponds (tabek), and the nagari as ethical–ecological living spaces. Wilderness appears as a liminal zone and the site of violence that signifies the severance of human–nature relations, while pollution and apocalypse emerge through floods, damaged rice fields, and the collapse of the nagari, functioning as metaphors for ecological and social degradation caused by destructive human behavior. Overall, ecological symbolism in the kaba serves as a moral structure, a narrative driving force, and an educational medium grounded in local wisdom, contributing to cultural preservation and the strengthening of contemporary environmental awareness. Abstrak Penelitian ini bertolak dari krisis ekologis global dan tingginya laju deforestasi di Indonesia, serta kebutuhan membaca ulang karya tradisional sebagai sumber kesadaran ekologis. Kaba Siti Baheram dipilih karena merepresentasikan filosofi alam takambang jadi guru dan menyimpan simbolisme alam yang kuat, namun belum banyak dikaji melalui perspektif ekokritik kontemporer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk simbolisme ekologis dalam Kaba Siti Baheram, memetakan representasi ekologis berdasarkan lima tema ekokritik Garrard pastoral, wilderness, dwelling, pollution, dan apocalypse, serta menjelaskan fungsi fenomena alam sebagai agen naratif dalam pembentukan konflik dan alur cerita. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik close reading dan analisis isi terhadap teks Kaba Siti Baheram edisi Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, yang diperkuat dengan triangulasi teori ekokritik dan kosmologi ekologis Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema pastoral dan dwelling paling dominan melalui representasi lanskap agraris, rumah gadang, sawah, tabek, dan nagari sebagai ruang hidup etis-ekologis. Wilderness hadir sebagai ruang liminal dan lokasi kekerasan yang menandai pemutusan relasi manusia–alam, sedangkan pollution dan apocalypse terwujud dalam banjir, kerusakan sawah, dan runtuhnya nagari sebagai metafora kehancuran ekologis dan sosial akibat perilaku destruktif manusia. Simbolisme alam dalam kaba berfungsi sebagai struktur moral, penggerak alur, sekaligus media pendidikan ekologis berbasis kearifan lokal yang relevan bagi pelestarian budaya dan penguatan kesadaran lingkungan kontemporer.