Destia Amellia
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bayi Tabung dalam Perspektif Hukum Islam: Peran Perawat dalam Edukasi dan Pengambilan Keputusan Pasien Muslim Neng Nurul Khotimah; Muhammad Fajar Nurfalah; Lenni Rahmadani; Destia Amellia; Ailsa Shakira Alya Maulani; Tedi Supriyadi; Akhmad Faozi; Ida Nurhidayah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.837

Abstract

Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi yang dapat berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual pasangan suami istri. Fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung menjadi salah satu solusi medis untuk mengatasi infertilitas. Namun, bagi pasien Muslim, pelaksanaan IVF perlu mempertimbangkan ketentuan hukum Islam terkait kejelasan nasab dan larangan keterlibatan pihak ketiga. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktek bayi tabung dalam perspektif hukum Islam serta peran perawat dalam pengambilan keputusan. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian meliputi pasangan suami istri, tenaga kesehatan, dan tokoh agama. Sampel terdiri atas 20 pasangan suami atau istri, 10 tenaga kesehatan, dan 3 ulama dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan PERSIS yang dipilih menggunakan purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi pemahaman mengenai bayi tabung, perspektif hukum Islam, dan peran perawat dalam pengambilan keputusan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek bayi tabung diperbolehkan menurut hukum Islam apabila sperma dan ovum berasal dari pasangan suami istri yang sah serta embrio ditanamkan pada rahim istri. Seluruh narasumber menolak penggunaan donor sperma, donor ovum, maupun ibu pengganti. Sebagian besar responden memiliki pemahaman yang baik mengenai bayi tabung dan menjadikan aspek keagamaan sebagai pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan. Praktek bayi tabung dapat diterima dalam Islam dengan memenuhi ketentuan syariah yang berlaku. Pemahaman terhadap hukum Islam menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan sehingga diperlukan edukasi yang komprehensif dan sesuai nilai keagamaan.
Efektivitas ekstrak temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) terhadap peningkatan nafsu makan anak: The effectiveness of temulawak extract (Curcuma Xanthorrhiza) on increasing children's appetite Sinta Nurlaila; Destia Amellia; Oriza Sativa; Jihan Stevie Tri Andayani; Ghaniya Afsar Ara Ayesha; Nabila Tiara Putri; Heri Ridwan
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2983

Abstract

Anak-anak yang mengalami penurunan selera makan menghadapi risiko kekurangan gizi, gangguan pertumbuhan, hingga stunting. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan tanaman herbal yang secara turun-temurun digunakan untuk meningkatkan nafsu makan karena mengandung senyawa bioaktif seperti kurkuminoid, xanthorrhizol, fenolik, dan flavonoid yang berperan dalam merangsang proses makan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas ekstrak temulawak dalam meningkatkan nafsu makan anak melalui metode literature review. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah dalam rentang publikasi 2020–2025 dan dianalisis berdasarkan kesesuaian topik. Berdasarkan hasil analisis literatur, temulawak dilaporkan memiliki efektivitas dalam meningkatkan nafsu makan anak, disertai dengan perbaikan pola konsumsi dan dukungan terhadap peningkatan berat badan. Mekanisme kerja temulawak berkaitan dengan kemampuannya dalam merangsang sekresi empedu, meningkatkan aktivitas enzim pencernaan, serta memodulasi reseptor rasa pahit yang berperan dalam regulasi sensasi lapar. Di samping itu, kandungan bioaktif temulawak menunjukkan stabilitas yang baik pada berbagai bentuk sediaan, termasuk ekstrak cair, tablet effervescent, produk jamu instan, dan minuman herbal, sehingga mendukung kemudahan konsumsi pada populasi anak. Secara keseluruhan, temulawak dinilai aman, bermanfaat, dan sesuai dengan praktik kesehatan tradisional sehingga dapat direkomendasikan sebagai opsi pendukung untuk membantu mengatasi masalah nafsu makan pada anak serta mendukung pencegahan stunting