Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PENGUATAN DAYA SAING KWT NGUDI MAKMUR SOLO, JAWA TENGAH MELALUI REDESAIN KEMASAN SEKUNDER PRODUK UNTUK PENETRASI PASAR EKSPOR Eldian Rinaldi; Yulia Tria Hapsari; Ketut Vini Elfarosa; Luh Kemala Putri Widhiari; I Nyoman Hendra Laksmana; Ni Putu Ritra Trees Ari Kartika Hadi Saraswati
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.207

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan daya saing komoditas olahan pangan lokal milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur Solo, Jawa Tengah, menuju pasar ekspor. Masalah utama mitra terletak pada rendahnya literasi digital, desain kemasan konvensional yang rentan rusak, serta keterbatasan standardisasi legalitas internasional. Metode pelaksanaan program menerapkan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang dipadukan dengan intervensi teknologi tepat guna, standardisasi mutu, serta evaluasi berjenjang menggunakan Kirkpatrick’s Evaluation Model. Hasil pengabdian menunjukkan terjadinya diversifikasi portofolio produk hulu-hilir (lini stik, keripik, permen, dan sirup herbal) yang kini telah dilengkapi nomor P-IRT, sertifikasi Halal Indonesia, serta panel nutrisi terstandarisasi global. Pembahasan berbasis TOWS Matriks dan Sel V IE Matriks (Hold and Maintain) diimplementasikan secara konkret melalui redesain kemasan sekunder berupa paper bag dan kardus karton premium (double-wall) berornamen batik Solo, integrasi label bilingual, dan kode batang GS1 untuk menembus hambatan non-tarif internasional. Kesimpulannya, hilirisasi visual dan logistik digital melalui platform cross-border e-commerce ini terbukti meningkatkan marjin profitabilitas mitra sebesar 15–20% secara berkelanjutan. Program ini berhasil merealisasikan kemandirian ekonomi kader wanita tani yang selaras dengan target SDGs nomor 5, 8, dan 9, serta pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Pengaruh Literasi Keuangan dan Digital Payment terhadap Prilaku Konsumtif Generasi Z di Kecamatan Kuta selatan Luh Kemala Putri Widhiari; I Nyoman Hendra Laksmana; Eldian Rinaldi
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 4: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i4.8764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan digital payment terhadap perilaku konsumtif Generasi Z di Kecamatan Kuta Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling, di mana sebanyak 200 responden dipilih secara selektif berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online, kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Penelitian ini mengungkap bahwa literasi keuangan dan penggunaan digital payment berperan positif dan signifikan dalam memengaruhi perilaku konsumtif. Dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 79,2%, model ini menunjukkan bahwa mayoritas variasi dalam perilaku konsumtif dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Selain itu, rendahnya tingkat literasi keuangan dapat berkontribusi pada kurangnya kebijaksanaan dalam mengelola keuangan, sementara kemudahan digital payment mendorong transaksi impulsif. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan edukasi keuangan bagi Generasi Z untuk mengontrol pengeluaran secara lebih efektif. Rekomendasi penelitian ini mencakup peningkatan program literasi keuangan serta pengembangan fitur digital payment yang lebih mendukung manajemen keuangan pribadi.
Perceived Value Mediates Product Quality and Price Effects on Purchases at Pandang Kopi, Gianyar, Bali I Nyoman Hendra Laksmana; Luh Kemala Putri Widhiari; Eldian Rinaldi; Laily Fauziah
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 6 No. 1 (2026): MARCH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jamanika.v6i1.43299

Abstract

The rapid growth of the Indonesian coffee industry has intensified competition among local coffee shop MSMEs, particularly in tourism destinations such as Gianyar, Bali. In this context, understanding how consumers evaluate product quality and price through perceived value is essential for sustaining competitiveness. This study investigates the direct effects of product quality and price on purchasing decisions and examines the mediating role of perceived value among consumers of Pandang Kopi, a local MSME coffee shop. A quantitative approach was employed using Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Data were collected from 106 consumers through accidental sampling and analyzed using SmartPLS 4.1.1.2. The results show that product quality (β = 0,159; p < 0,05) and price (β = 0,161; p < 0,05) have positive and significant direct effects on purchasing decisions. Perceived value demonstrates the strongest influence on purchasing decisions (β = 0,683; p < 0,001), explaining a substantial proportion of variance (R² = 0,79). Product quality (β = 0,309; p < 0,001) and price (β = 0,590; p < 0,001) also significantly enhance perceived value. Mediation analysis reveals that perceived value significantly mediates the relationship between product quality and purchasing decisions (β = 0,211; p < 0,001) as well as between price and purchasing decisions (β = 0,403; p < 0,001). Notably, the indirect effect of price through perceived value is stronger than its direct effect, indicating that consumers emphasize overall value rather than price alone. Theoretically, this study contributes to value-based consumer decision models by empirically validating perceived value as a central psychological mechanism in MSME coffee shops located in tourism regions. Practically, the findings suggest that local coffee shop MSMEs should prioritize sensory product quality, fair pricing, and holistic consumption experiences to strengthen perceived value and encourage purchasing decisions.