Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Computerized Adaptive Testing Terhadap Implementasi Asesmen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Kurikulum Merdeka Vina Mafaza; Nisrina Qurrotul Ain; Putri Nurul Azizah; Fina Nikmatul Kamelia; Dwi Septi Rahayu; Ridho Riyadi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11675

Abstract

Kurikulum Merdeka menekankan asesmen yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan individual peserta didik melalui asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan, terutama dalam menyusun instrumen yang mengakomodasi keberagaman kemampuan siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis peluang, tantangan, dan model implementasi Computerized Adaptive Testing (CAT) berbasis Item Response Theory (IRT) sebagai alternatif asesmen adaptif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mensintesis berbagai literatur nasional dan internasional terkait CAT, asesmen diferensiatif, dan pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAT menawarkan peluang besar sebagai instrumen asesmen yang personal, efisien, objektif, dan sejalan dengan prinsip pembelajaran berdiferensiasi. Namun, implementasinya menghadapi tantangan teknis (keterbatasan infrastruktur), pedagogis (rendahnya literasi digital guru dan siswa), serta institusional (kurangnya kebijakan sistemik). Penelitian ini merumuskan model implementasi CAT-PAI dalam lima tahapan: pemetaan CP/ATP, asesmen diagnostik awal, algoritma adaptif, lapisan afektif-spiritual, serta pelaporan dan tindak lanjut berdiferensiasi. Disimpulkan bahwa CAT berpotensi meningkatkan kualitas asesmen PAI, namun tetap memerlukan penguatan ekosistem pendukung dan integrasi dengan penilaian kualitatif untuk mengukur dimensi afektif-spiritual yang khas dalam PAI.
Transformasi Digital Assessment Dalam Pendidikan Agama Islam: Peluang Dan Tantangan Pada Era Society 5.0 Aulia Damayanti; Hikmah Ramadhani; Rahma Aulia Irmiati; Muntaqo Fadli; Muhammad Zufar Sabiq; Ridho Riyadi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1509

Abstract

Perkembangan teknologi pada era Society 5.0 mendorong perubahan dalam sistem evaluasi pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Digital assessment menjadi salah satu inovasi yang mampu mendukung pelaksanaan penilaian secara lebih efektif, efisien, objektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, peluang, tantangan, implementasi, serta strategi pengembangan digital assessment dalam pembelajaran PAI pada era Society 5.0. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa buku, artikel ilmiah, jurnal, prosiding, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui proses reduksi, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digital assessment mampu meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran melalui pemanfaatan berbagai platform digital, seperti Google Forms, Quizizz, Kahoot, Learning Management System (LMS), dan aplikasi pendukung lainnya. Teknologi tersebut memfasilitasi penilaian pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, mempercepat pemberian umpan balik, meningkatkan motivasi belajar, serta menyediakan data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi digital guru dan peserta didik, kesulitan mengukur aspek afektif dan spiritual, risiko integritas akademik, serta keamanan data. Oleh karena itu, penguatan literasi digital, penyediaan sarana pendukung, pengembangan asesmen autentik, dan integrasi nilai-nilai Islam menjadi strategi penting untuk mewujudkan sistem evaluasi PAI yang inovatif, berkarakter, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.