Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN PRE EKLAMSI BERAT (PEB) DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT SULTAN SURIANSYAH KOTA BANJARMASIN Rabiatul Adawiah; Istiqomah Istiqomah; Hairiana Kusvitasari; Zulliati Zulliati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4626

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsi adalah peristiwa timbulnya hipertensi disertai dengan proteinuria akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Salah satu penyebab dari preeklamsi adalah pertumbuhan janin terhambat, janin yang mengalami kekurangan nutrisi dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Angka kejadian Preeklamsi Berat di rumah Sakit Sultan Suriansyah tahun 2023 sebanyak 152 orang dengan angka kejadian bayi yang dilahirkan mengalami BBLR sebanyak 57 bayi. BBLR merupakan salah satu indikator yang berperan penting dalam pemantauan status kesehatan anak sejak dilahirkan dan beresiko meningkatkan mortalitas dan morbiditas.Tujuan: Mengetahui hubungan preeklamsi berat dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan rancangan penelitian Retrospective Case Control Study .Populasi penelitian sebanyak 1.150 ibu bersalin pada tahun 2023, teknik pengambilan sampel kelompok kasus dengan cara total sampling sebanyak 152 ibu dengan preeklamsi berat dan kelompok kontrol 152 kasus ibu tidak preeklamsi berat dengan tehnik pengambilan simple random sampling.Hasil: Kejadian preeklamsi berat,seluruhnya mengalami kejadian BBLR,yaitu sebanyak 57 orang(67,85%) ibu yang tidak mengalami kejadian preeklamsi berat  namun mengalami kejadian BBLR sebanyak 27 orang (32,14%). Hasil uji chi square menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (<0,05)sehingga Ho ditolak.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan(bermakna) antara preeklamsi berat dengan kejadian berat badan lahir rendah,sehingga penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit. Kata kunci: BBLR,Ibu bersalin, Preeklamsi Berat 
Hubungan Kek dan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Margasari Kabupaten Tapin Reni Puspita Ratu; Istiqomah Istiqomah; Putri Vidiasari Darsono; Hairiana Kusvitasari
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i4.5267

Abstract

Stunting is a growth and developmental disorder among children under five caused by chronic malnutrition, resulting in height being below the standard for their age. This condition may begin as early as the prenatal period, even before pregnancy occurs. Based on data from the Margasari Health Center (EPPGBM), the prevalence of stunting increased consecutively from 5.8% in 2021 to 11.1% in 2022, and 16.2% in 2023. This study aimed to analyze the correlation between Chronic Energy Deficiency (CED) and anemia in pregnant women and the incidence of stunting among toddlers in the Margasari Health Center working area, Tapin Regency. The study employed a quantitative method with an analytical retrospective design. The population consisted of pregnant women who had children aged 24–59 months, totaling 80 respondents selected through total sampling. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between CED in pregnant women and stunting incidence (p-value K1 = 0.043 and K4 = 0.033). Similarly, anemia in pregnant women was significantly associated with stunting (p-value K1 = 0.025 and K4 = 0.043). In conclusion, CED and anemia during pregnancy are important contributing factors to stunting in the working area of Margasari Health Center, Tapin Regency.
HUBUNGAN PRE EKLAMSI BERAT (PEB) DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT SULTAN SURIANSYAH KOTA BANJARMASIN Rabiatul Adawiah; Istiqomah Istiqomah; Hairiana Kusvitasari; Zulliati Zulliati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4626

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsi adalah peristiwa timbulnya hipertensi disertai dengan proteinuria akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Salah satu penyebab dari preeklamsi adalah pertumbuhan janin terhambat, janin yang mengalami kekurangan nutrisi dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Angka kejadian Preeklamsi Berat di rumah Sakit Sultan Suriansyah tahun 2023 sebanyak 152 orang dengan angka kejadian bayi yang dilahirkan mengalami BBLR sebanyak 57 bayi. BBLR merupakan salah satu indikator yang berperan penting dalam pemantauan status kesehatan anak sejak dilahirkan dan beresiko meningkatkan mortalitas dan morbiditas.Tujuan: Mengetahui hubungan preeklamsi berat dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan rancangan penelitian Retrospective Case Control Study .Populasi penelitian sebanyak 1.150 ibu bersalin pada tahun 2023, teknik pengambilan sampel kelompok kasus dengan cara total sampling sebanyak 152 ibu dengan preeklamsi berat dan kelompok kontrol 152 kasus ibu tidak preeklamsi berat dengan tehnik pengambilan simple random sampling.Hasil: Kejadian preeklamsi berat,seluruhnya mengalami kejadian BBLR,yaitu sebanyak 57 orang(67,85%) ibu yang tidak mengalami kejadian preeklamsi berat  namun mengalami kejadian BBLR sebanyak 27 orang (32,14%). Hasil uji chi square menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (<0,05)sehingga Ho ditolak.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan(bermakna) antara preeklamsi berat dengan kejadian berat badan lahir rendah,sehingga penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit. Kata kunci: BBLR,Ibu bersalin, Preeklamsi Berat 
Effect of SI14 and GB21 Acupressure on Early Breast Milk Release in Postpartum Women: A Pre-Experimental Study Zullliati Zullliati; Istiqomah Istiqomah; Nita Hestiyana
An Idea Health Journal Vol 5 No 04 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i04.832

Abstract

Background: Optimizing breast milk production in the early postpartum period is critical, given significant discrepancies between national lactation targets and actual field coverage. Early Breastfeeding Initiation (IMD) within the first two hours after delivery is a key factor in long-term lactation success; however, postpartum stress frequently delays milk production and serves as a primary barrier. This study employed a quantitative, pre-experimental, posttest-only control group design. Acupressure at SI 14 and GB 21 points was administered to the intervention group during the fourth stage of labor, while the control group received standard care. The majority of participants were of reproductive age, with 70% aged within the typical reproductive range and 60% having higher parity. Statistical analysis revealed a significant difference in breast milk production between the intervention and control groups (p = 0.007, < 0.05). These findings indicate that acupressure at SI 14 and GB 21 points significantly enhances the initial release of breast milk in postpartum mothers during the fourth stage of labor.