Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Zat Besi (Tablet Fe) Terhadap Berat Badan Lahir Pada Ibu Bersalin Normal Zulliati Zulliati; Nita Hestiyana
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.074 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.401

Abstract

 Latar Belakang: Anemia dalam kehamilan mempengaruhi lebih dari 500 juta wanita dalam masa kehamilan, yang nantinya dapat dikaitkan dengan gangguan pada ibu dan bayi. Suplementasi zat besi selama masa kehamilan diberikan secara terus menerus adalah alternatif yang menarik. Anemia sering terjadi akibat defisiensi zat besi dikarenakan pada ibu hamil terjadi peningkatan kebutuhan zat besi dua kali lipat akibat peningkatan volume darah tanpa ekspansi volume plasma, untuk memenuhi kebutuhan ibu (mencegah kehilangan darah pada saat melahirkan) dan pertumbuhan janin.Tujuan: Artikel ilmiah ini mencoba menelaah berdasarka studi literature hasil penelitian mengenai penggunaan tablet zat besi terhadap peningkatan berat badan lahir bayi.  Metode: Studi ini merupakan tinjauan literatur yang dilakukan dari tiga jurnal penelitian yang dilakukan di Viet Nam dan Spayol dan systematic review dari beberapa Randomized Controlled Trial yang dilakukan di cluster dan communityHasil: Beberapa penelitian menyebutkan terdapat korelasi yang erat antara anemia pada saat kehamilan dengan kematian janin, abortus, cacat bawaan, berat bayi lahir rendah, cadangan zat besi yang berkurang pada anak atau anak lahir dalam keadaan anemia gizi.Kesimpulan: Pemberian zat besi selama kehamilan selama ini diyakini  dapat mengatasi anemia dalam kehamilan untuk menghindari persalinan prematur dan perdarahan pada saat persalinan,Kata kunci :Berat badan lahir, zat besi ABSTRACT Background: Anemia in pregnancy affects more than 500 million women during pregnancy, which can later be associated with disorders of the mother and baby. Iron supplementation during pregnancy is given continuously is an attractive alternative. Anemia often occurs due to iron deficiency because in pregnant women there is a doubling of iron demand due to increased blood volume without plasma volume expansion, to meet the needs of the mother (preventing blood loss during childbirth) and fetal growth.Purpose: This scientific article tries to examine the literature based on the results of research on the use of iron tablets to increase infant birth weight.Methods: This study is a literature review conducted from three research journals conducted in Viet Nam and Spain and a systematic review of several Randomized Control Trials conducted in clusters and communities.Results: Several studies suggest that there is a close correlation between anemia during pregnancy and fetal death. , abortion, congenital defects, low birth weight, reduced iron reserves in children or children born in a state of nutritional anemia.Conclusion: The administration of iron during pregnancy is believed to be able to overcome anemia in pregnancy to avoid premature labor and bleeding during labor, Keywords: Birth weight, iron
VIRGIN COCONUT OIL SOAP PENCEGAH INFEKSI CANDIDIASIS VAGINALIS Zulliati Zulliati; Nurul Hidayah; Dyan Fitri Nugraha
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6652.089 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.668

Abstract

 Latar Belakang: Infeksi kandidiasis pada kesehatan harus menjadi perhatian karena sangat merugikan perempuan seperti timbulnya rasa gatal yang menimbulkan lecet dan hubungan seksual yang tidak nyaman. Upaya preventif dengan pemberian bahan alamiah dapat dijadikan sebagi pengobatan dan pencegahan awal dari penyakit infeksi saluran reproduksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans, sehingga secara langsung dapat meningkatkan derajat kesehatan wanita.Tujuan: Menilai efektifitas virgin coconut oil soap dalam menghambat aktifitas jamur candida albican penyebab candidiasis vaginalis.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Uji Ekperimental yang dilakukan di laboratorium.Hasil: Pengujian uji hambat VCO yang dilakukan menggunakan metode difusi cakram, hasil yang diadapatkan pada konsentrasi 95% VCO dapat menghambat pertumbuhan Jamur Candida Albicans sebesar 25,5%. Namun, pada pengujian selanjutnya setelah VCO dibuat menjadi sabun tidak ditemukan daya hambat aktifitas pada pengujian dengan jamur candida albicant penyebab kandidiasis vaginalis.Simpulan: Pengujian sabun VCO pada  sediaan jamur candida albican yang dibiakkan tidak menunjukkan aktivitas daya hambat pada perkembangannya. Sehingga diperlukan pengujian lebih lanjut untuk melihat konsentrasi pada sediaan yang lebih besar.  Background: Candidiasis infection in health should be a concern because it is very detrimental to women such as itching which causes blisters and uncomfortable sexual intercourse. Prevention efforts by presenting natural ingredients can be used as a treatment and prevention of tract infection caused by the fungus Candida albicans, so that it can directly improve the health status of women.Objective: To assess the effectiveness of virgin coconut oil soap in inhibiting the activity of the candida fungus that causes candidiasis vaginalis.Methods: This study uses an experimental test method that is carried out in the laboratory.Results: The VCO inhibition test was carried out using the disc diffusion method, the results obtained at a concentration of 95% VCO could inhibit the growth of Candida Albicans fungi by 25.5%. However, in the next test after VCO was made into soap, no slow activity was found in testing the fungus that causes candidiasis vaginalis.Conclusion: Testing of VCO soap on cultured albikan candida fungi did not show inhibitory activity on development. So that further testing is needed to see the concentration in a larger dosage.
VIRGIN COCONUT OIL SOAP PENCEGAH INFEKSI CANDIDIASIS VAGINALIS Zulliati Zulliati; Nurul Hidayah; Dyan Fitri Nugraha
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.668

Abstract

 Latar Belakang: Infeksi kandidiasis pada kesehatan harus menjadi perhatian karena sangat merugikan perempuan seperti timbulnya rasa gatal yang menimbulkan lecet dan hubungan seksual yang tidak nyaman. Upaya preventif dengan pemberian bahan alamiah dapat dijadikan sebagi pengobatan dan pencegahan awal dari penyakit infeksi saluran reproduksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans, sehingga secara langsung dapat meningkatkan derajat kesehatan wanita.Tujuan: Menilai efektifitas virgin coconut oil soap dalam menghambat aktifitas jamur candida albican penyebab candidiasis vaginalis.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Uji Ekperimental yang dilakukan di laboratorium.Hasil: Pengujian uji hambat VCO yang dilakukan menggunakan metode difusi cakram, hasil yang diadapatkan pada konsentrasi 95% VCO dapat menghambat pertumbuhan Jamur Candida Albicans sebesar 25,5%. Namun, pada pengujian selanjutnya setelah VCO dibuat menjadi sabun tidak ditemukan daya hambat aktifitas pada pengujian dengan jamur candida albicant penyebab kandidiasis vaginalis.Simpulan: Pengujian sabun VCO pada  sediaan jamur candida albican yang dibiakkan tidak menunjukkan aktivitas daya hambat pada perkembangannya. Sehingga diperlukan pengujian lebih lanjut untuk melihat konsentrasi pada sediaan yang lebih besar.  Background: Candidiasis infection in health should be a concern because it is very detrimental to women such as itching which causes blisters and uncomfortable sexual intercourse. Prevention efforts by presenting natural ingredients can be used as a treatment and prevention of tract infection caused by the fungus Candida albicans, so that it can directly improve the health status of women.Objective: To assess the effectiveness of virgin coconut oil soap in inhibiting the activity of the candida fungus that causes candidiasis vaginalis.Methods: This study uses an experimental test method that is carried out in the laboratory.Results: The VCO inhibition test was carried out using the disc diffusion method, the results obtained at a concentration of 95% VCO could inhibit the growth of Candida Albicans fungi by 25.5%. However, in the next test after VCO was made into soap, no slow activity was found in testing the fungus that causes candidiasis vaginalis.Conclusion: Testing of VCO soap on cultured albikan candida fungi did not show inhibitory activity on development. So that further testing is needed to see the concentration in a larger dosage.
Analisa Kejadian Ekspulsi IUD Pasca Plasenta Pada Ibu Bersalin Di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Ratna Sari; Nur Lathifah; Istiqamah Istiqamah; Zulliati Zulliati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.714

Abstract

Latar Belakang : IUD (Intrauterine Device) pasca plasenta adalah alat kontrasepsi dalam rahim yang dipasang setelah persalinan dalam waktu 10 menit setelah plasenta lahir. IUD pasca plasenta memiliki kelebihan, lebih mudah saat memasang dan mengurangi nyeri saat pemasangan. Namun, memiliki resiko eskpulsi (2%-3,5%) sehingga mengakibatkan nyeri perut ataupun vagina dan kehamilan tidak diinginkan. RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh melayani pemasangan IUD pasca plasenta pada tahun 2024 sebanyak 93 akseptor Namun belum ada data berapa kejadian ekspulsi. Tujuan : “Menganalisis Kejadian Ekspulsi IUD Pasca Plasenta pada Ibu Bersalin di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin ”. Metode : Penelitian ini menggunakan survey analitik , dengan pendekatan Cross Sectional. Sample pada penelitian ini adalah Ibu bersalin yang menggunakan IUD Pasca Plasenta, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik kuota sampling berjumlah 31 orang, Instrumen penelitian berupa Ceklist. Data dianalisa dengan teknik univariat dan bivariat dengan uji Fisher Exact Test karena syarat untuk uji chi square tidak terpenuhi. Hasil : Menunjukkan sebagian besar responden Usia 20-35 tahun 80.6%, Paritas Multipara 54.8%, Jenis persalinan sectio caesarea 77.4%, dan kejadian ekspulsi IUD 3.2%. Hasil uji Bivariat Usia terhadap kejadian ekspulsi IUD di dapat p value 0,194, Paritas terhadap kejadian ekspulsi IUD p value 0,419. dan Jenis Persalinan terhadap kejadian ekspulsi IUD p value 0,774. Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara Usia, Paritas, dan Jenis Persalinan terhadap kejadian ekspulsi IUD pasca plasenta di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.
HUBUNGAN PRE EKLAMSI BERAT (PEB) DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT SULTAN SURIANSYAH KOTA BANJARMASIN Rabiatul Adawiah; Istiqomah Istiqomah; Hairiana Kusvitasari; Zulliati Zulliati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4626

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsi adalah peristiwa timbulnya hipertensi disertai dengan proteinuria akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Salah satu penyebab dari preeklamsi adalah pertumbuhan janin terhambat, janin yang mengalami kekurangan nutrisi dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Angka kejadian Preeklamsi Berat di rumah Sakit Sultan Suriansyah tahun 2023 sebanyak 152 orang dengan angka kejadian bayi yang dilahirkan mengalami BBLR sebanyak 57 bayi. BBLR merupakan salah satu indikator yang berperan penting dalam pemantauan status kesehatan anak sejak dilahirkan dan beresiko meningkatkan mortalitas dan morbiditas.Tujuan: Mengetahui hubungan preeklamsi berat dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan rancangan penelitian Retrospective Case Control Study .Populasi penelitian sebanyak 1.150 ibu bersalin pada tahun 2023, teknik pengambilan sampel kelompok kasus dengan cara total sampling sebanyak 152 ibu dengan preeklamsi berat dan kelompok kontrol 152 kasus ibu tidak preeklamsi berat dengan tehnik pengambilan simple random sampling.Hasil: Kejadian preeklamsi berat,seluruhnya mengalami kejadian BBLR,yaitu sebanyak 57 orang(67,85%) ibu yang tidak mengalami kejadian preeklamsi berat  namun mengalami kejadian BBLR sebanyak 27 orang (32,14%). Hasil uji chi square menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (<0,05)sehingga Ho ditolak.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan(bermakna) antara preeklamsi berat dengan kejadian berat badan lahir rendah,sehingga penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit. Kata kunci: BBLR,Ibu bersalin, Preeklamsi Berat 
DETERMINAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG LUAS KABUPATEN TANAH LAU Heri Yeni; Istiqomah Istiqomah; Zulliati Zulliati; Subhannur Rahman
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4629

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan masalah serius di Indonesia, dengan target penurunan yang ditetapkan dalam Sustainable Development Goals (SDG’s). Prevalensi BBLR di negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi penyebab utama AKB. Meskipun terjadi penurunan AKB, angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan. Penyebab BBLR antara lain kelahiran premature dan pertumbuhan janin terlambat. Kualitas kesehatan ibu dan asupan gizi yang tidak memadai merupakan faktor risiko utama terjadinya BBLR. Data terkini menunjukkan angka kejadian BBLR yang cukup tinggi di wilayah kerja Puskemas Padang Luas, menekankan pentingnya deteksi dini dan perencanaan kehamilan yang baik.Tujuan: menanalisis Determinan Persalinan dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Luas.Metode: Penelitian ini merupakan analisis kuantitatif, menggunakan metode penelitian case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling. Penelitian ini menggunakan rumus uji chi square dan odd ratio. Sampel berjumlah 75 ibu bersalin dimana 25 sampel kasusu dan 50 sampel kontrol.Hasil: Data univariat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi yang terdiri dari riwayat UK, paritas, IMT, dan riwayat komplikasi kehamilan. Hasil penelitian faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR yaitu riwayat UK p-value 0,000, paritas p value 0,032 OR 2,912, IMT p value 0,00, riwayat komplikasi kehamilan p value 0,000 OR 46,00.Simpulan: Riwayat UK, paritas, IMT, dan riwayat komplikasi kehamilan merupakan faktor-faktor yang dapat memyebabkan terjadinya kejadian BBLR.Kata Kunci: Riwayat UK, paritas, IMT, riwayat komplikasi kehamilan, BBLR Kata kunci: riwayat UK, paritas, IMT, riwayat komplikasi kehamilan, BBLR
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Tempat Persalinan Pada Ibu Hamil Di UPT Puskesmas Jorong Tri Eva Mandasari; Istiqamah Istiqamah; Zulliati Zulliati; Adriana Palimbo
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1496

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia dan belum mencapai target Sustainable Development Goals(SDGs) tahun 2030. Salah satu upaya penting dalam menurunkan AKI dan AKB adalah memastikan persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan dengan tenaga kesehatan terlatih. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ibu hamil yang memilih tempat persalinan di luar fasilitas kesehatan. Keputusan pemilihan tempat persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan ibu, pedapatan keluarga, aksesibilitas fasilitas kesehatan, serta budaya dan kepercayaan tradisional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan tempat persalinan pada ibu hamil di UPT Puskesmas Jorong. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel berjumlah 66 ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan baik (98,5%), pendapatan keluarga kategori cukup (84,8%), aksesibilitas fasilitas kesehatan baik (60,6%), serta budaya dan kepercayaan tradisional kategori kuat (59,1%). Pemilihan tempat persalinan terbanyak adalah Rumah Sakit (51,5%), diikuti Puskesmas (47,0%), dan Bidan Praktik Mandiri (1,5%). Simpulan: Pemilihan tempat persalinan pada ibu hamil di UPT Puskesmas Jorong dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pendapatan, aksesibilitas, serta budaya dan kepercayaan. Diperlukan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan edukasi kesehatan dan pelayanan yang ramah budaya untuk mendorong persalinan di fasilitas kesehatan.
HUBUNGAN PRE EKLAMSI BERAT (PEB) DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT SULTAN SURIANSYAH KOTA BANJARMASIN Rabiatul Adawiah; Istiqomah Istiqomah; Hairiana Kusvitasari; Zulliati Zulliati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4626

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsi adalah peristiwa timbulnya hipertensi disertai dengan proteinuria akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Salah satu penyebab dari preeklamsi adalah pertumbuhan janin terhambat, janin yang mengalami kekurangan nutrisi dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Angka kejadian Preeklamsi Berat di rumah Sakit Sultan Suriansyah tahun 2023 sebanyak 152 orang dengan angka kejadian bayi yang dilahirkan mengalami BBLR sebanyak 57 bayi. BBLR merupakan salah satu indikator yang berperan penting dalam pemantauan status kesehatan anak sejak dilahirkan dan beresiko meningkatkan mortalitas dan morbiditas.Tujuan: Mengetahui hubungan preeklamsi berat dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan rancangan penelitian Retrospective Case Control Study .Populasi penelitian sebanyak 1.150 ibu bersalin pada tahun 2023, teknik pengambilan sampel kelompok kasus dengan cara total sampling sebanyak 152 ibu dengan preeklamsi berat dan kelompok kontrol 152 kasus ibu tidak preeklamsi berat dengan tehnik pengambilan simple random sampling.Hasil: Kejadian preeklamsi berat,seluruhnya mengalami kejadian BBLR,yaitu sebanyak 57 orang(67,85%) ibu yang tidak mengalami kejadian preeklamsi berat  namun mengalami kejadian BBLR sebanyak 27 orang (32,14%). Hasil uji chi square menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (<0,05)sehingga Ho ditolak.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan(bermakna) antara preeklamsi berat dengan kejadian berat badan lahir rendah,sehingga penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit. Kata kunci: BBLR,Ibu bersalin, Preeklamsi Berat 
DETERMINAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG LUAS KABUPATEN TANAH LAU Heri Yeni; Istiqomah Istiqomah; Zulliati Zulliati; Subhannur Rahman
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4629

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan masalah serius di Indonesia, dengan target penurunan yang ditetapkan dalam Sustainable Development Goals (SDG’s). Prevalensi BBLR di negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi penyebab utama AKB. Meskipun terjadi penurunan AKB, angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan. Penyebab BBLR antara lain kelahiran premature dan pertumbuhan janin terlambat. Kualitas kesehatan ibu dan asupan gizi yang tidak memadai merupakan faktor risiko utama terjadinya BBLR. Data terkini menunjukkan angka kejadian BBLR yang cukup tinggi di wilayah kerja Puskemas Padang Luas, menekankan pentingnya deteksi dini dan perencanaan kehamilan yang baik.Tujuan: menanalisis Determinan Persalinan dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Luas.Metode: Penelitian ini merupakan analisis kuantitatif, menggunakan metode penelitian case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling. Penelitian ini menggunakan rumus uji chi square dan odd ratio. Sampel berjumlah 75 ibu bersalin dimana 25 sampel kasusu dan 50 sampel kontrol.Hasil: Data univariat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi yang terdiri dari riwayat UK, paritas, IMT, dan riwayat komplikasi kehamilan. Hasil penelitian faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR yaitu riwayat UK p-value 0,000, paritas p value 0,032 OR 2,912, IMT p value 0,00, riwayat komplikasi kehamilan p value 0,000 OR 46,00.Simpulan: Riwayat UK, paritas, IMT, dan riwayat komplikasi kehamilan merupakan faktor-faktor yang dapat memyebabkan terjadinya kejadian BBLR.Kata Kunci: Riwayat UK, paritas, IMT, riwayat komplikasi kehamilan, BBLR Kata kunci: riwayat UK, paritas, IMT, riwayat komplikasi kehamilan, BBLR