Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kenaikan Harga Bahan Baku terhadap Keputusan Penetapan Harga Restoran dan Daya Beli Konsumen di Kabupaten Karawang Dhiya Ulhaq Maulani; Salma Syahidatunnisa; Nabila Nisa Haifa; Muhammad Akhdiyatul’Aein; Erry Cahyono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12413

Abstract

Riset ini bertujuan untuk menguji bagaimana dampak pembelian, kualitas pelayanan, persentasi pelanggan, dan kepuasan konsumen terhadap kenaikan harga bahan baku serta penetapan harga restoran di Kabupaten Karawang. Latar belakang riset ini didasari oleh kenyataan bahwa restoran di Kabupaten Karawang menghadapi tekanan ganda yang saling terkait: kebutuhan untuk menyerap atau meneruskan kenaikan biaya bahan baku ke harga jual, sekaligus kebutuhan untuk menjaga loyalitas pelanggan di tengah pasar yang semakin sensitif terhadap perubahan harga, terutama pada kelompok konsumen menengah bawah. Untuk menjawab persoalan tersebut, riset ini menggunakan metode analisis kualitatif yang langsung mewawancarai narasumber secara mendalam guna menggali pengalaman, persepsi, dan strategi yang melatar belakangi keputusan harga maupun perilaku konsumsi. Adapun narasumber penelitian merupakan konsumen yang konsisten melakukan kebiasaan rutin ke restoran dengan frekuensi mingguan di Kabupaten Karawang. Banyaknya responden ialah sejumlah 100 responden, yang dipilih melalui teknik purposive sampling agar dapat memberikan informasi yang relevan dan mendalam. Hasil riset memaparkan bahwa harga bahan baku yang naik pada restoran itu berdampak pada frekuensi kunjungan konsumen serta tingkat kepuasan konsumen secara keseluruhan. Selanjutnya, kualitas pelayanan berdampak pada loyalitas konsumen lewat mediasi kepuasan konsumen secara parsial, bukan mediasi penuh. Temuan ini menegaskan bahwa keputusan penetapan harga restoran tidak dapat dilepaskan dari dinamika biaya, kualitas layanan, dan perilaku konsumen secara bersamaan, sehingga pelaku usaha restoran perlu mempertimbangkan ketiganya secara terintegrasi dalam merumuskan strategi harga yang berkelanjutan.
Penguatan Kompetensi Digital Pelaku UMKM Pangan Melalui Pelatihan dan Pendampingan Digital Marketing di Kabupaten Karawang Ikbal Anggara; Muhammad Akhdiyatulaein; Dedi Sudrajat; Yuyu Yuniarsih; Erry Cahyono
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i3.2184

Abstract

UMKM pangan di Kabupaten Karawang masih menghadapi keterbatasan dalam memanfaatkan kanal digital untuk promosi dan penjualan, terutama dalam pengelolaan toko daring, pembuatan konten visual, dan penulisan pesan pemasaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kompetensi digital pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan digital marketing berbasis praktik. Program dilaksanakan pada Mei 2026 dengan melibatkan 20 pelaku UMKM pangan melalui lima pertemuan tatap muka selama 12 jam dan monitoring daring selama tujuh hari. Kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, pelatihan digital marketing dan copywriting, praktik pembuatan atau penataan toko Shopee dan akun media sosial, pendampingan desain konten menggunakan Canva dan kecerdasan buatan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Luaran kegiatan meliputi toko atau akun bisnis yang dibuat atau ditata, flyer, konten media sosial, katalog harga, dan caption produk yang dapat digunakan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata skor kompetensi digital meningkat dari 35% menjadi 81%. Peningkatan terbesar terjadi pada kemampuan desain konten, dari 30% menjadi 85%, diikuti kemampuan menulis caption dari 33% menjadi 80%, pengelolaan toko daring dan media sosial dari 35% menjadi 78%, serta pemahaman digital marketing dari 42% menjadi 81%. Hasil tersebut menunjukkan penguatan keterampilan digital jangka pendek, bukan peningkatan penjualan. Monitoring lanjutan diperlukan untuk menilai konsistensi penggunaan kanal digital dan dampaknya terhadap aktivitas usaha