Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Inovasi Kosmetik dalam Sediaan Lulur Herbal pada Siswa SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Rifkarosita Putri Ginaris; El Santi Sadida; Rekha Aulia Istikhomah; Reza Safinda Pratiwi; Desvita Maharani Putri; Firman Rezaldi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6816

Abstract

Kulit merupakan organ terluar tubuh yang berperan penting dalam menjaga kesehatan dan penampilan. Paparan sinar matahari, polusi, dan debu, dapat menurunkan kualitas kulit, sehingga diperlukan perawatan preventif yang aman, terutama pada remaja. Salah satu upaya perawatan adalah penggunaan lulur berbahan alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, mengenai perawatan kulit yang sehat dan aman, melalui edukasi inovasi lulur herbal berbahan kopi (Coffea arabica L.) dan temu giring (Curcuma heyneana). Biji kopi diketahui mengandung senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit dan Temu Giring mengandung banyak bioaktivitas seperti antioksidan, antikanker dan antiinflamasi. Kebaruan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terletak pada pemanfaatan inovasi lulur herbal berbahan kopi dan temu giring sebagai media edukasi kesehatan kulit bagi remaja SMA melalui pendekatan edukatif dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah edukasi melalui penyuluhan interaktif, praktik pembuatan lulur, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test berbentuk kuesioner. Media yang digunakan meliputi, presentasi PowerPoint, dan leaflet. Sampel pengabdian diambil secara sampling terhadap 40 siswa berasal dari siswa kelas X. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, ditandai dengan kenaikan nilai post-test sebesar 94% dibandingkan nilai pre-test. Tingkat partisipasi peserta tergolong baik, dengan 60% aktif dalam diskusi dan 40% aktif mengajukan, serta menjawab pertanyaan. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan partisipasi siswa SMA terkait perawatan kulit alami dan aman.
Pharmacology and Pharmacoeconomics of Kombucha as a Functional Immunomodulatory Food for Children with Special Needs at Elementary School Level: Literature Review Siti Jubaedah; Yugga Tri Surahman; Firman Rezaldi; Fahmi Alamil Huda; Erni Suminar; Syariful Mubarok
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11652

Abstract

Kombucha is a fermented tea-based beverage containing various bioactive compounds such as polyphenols, flavonoids, organic acids (acetic, gluconic, and glucuronic acids), and probiotic microorganisms produced by the Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY). These compounds exhibit antioxidant, anti-inflammatory, and immunomodulatory activities that may support immune function. This study aimed to analyze the pharmacological and pharmacoeconomic aspects of kombucha as a functional immunomodulatory food for elementary-level children with special needs through a systematic literature review approach. Data were collected from Scopus-indexed journals and other reputable scientific databases published between 2016 and 2025. The findings indicate that kombucha exerts pharmacological effects by modulating pro-inflammatory and anti-inflammatory cytokines, enhancing antioxidant activity, and improving gut microbiota balance, thereby contributing to immune homeostasis. From a pharmacoeconomic perspective, kombucha shows potential as a cost-effective preventive functional food intervention with relatively low production costs and potential long-term healthcare cost efficiency. However, direct clinical evidence in children with special needs remains limited, highlighting the need for further experimental and clinical studies to establish safety, efficacy, and comprehensive cost-benefit evaluation.