Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Pengabdian Kepada Masyarakat di wilayah Banjarbaru sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Deteksi Dini Penyakit Okta Muthia Sari; Putri Helena Junjung Buih; Nanda Hesti Rahmawati; Siti Najwa; Firdarima Salsabila; Indah Maharati Zoan; Luthfia Azzahra; Syahrul Yaiis Abdul Rahman
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/9q2xbv25

Abstract

Low public awareness regarding routine health monitoring remains one of the major contributing factors to the increasing prevalence of non-communicable diseases such as hypertension, diabetes, and metabolic disorders. This condition is evident among the community of Gunung Ulin Village and the Sunday Morning Paguyaga Mitra Praja area in Banjarbaru, where most individuals are informal workers, vendors, and visitors with limited time and access to health services. This community service program aimed to improve health awareness and understanding through free health screening including blood pressure, blood glucose, uric acid, and cholesterol accompanied by consultation and education regarding the interpretation of results. The program was conducted on May 18 and 28, 2025, involving lecturers and students as facilitators. A total of 84 participants took part in the activity, with findings showing that most participants had elevated blood pressure, while the results for glucose, uric acid, and cholesterol varied according to individual health histories. The educational component increased participants’ understanding of their health status and encouraged preventive actions. Overall, the program was effective in enhancing health literacy, early detection awareness, and healthy behavior within the community. Future programs are expected to be conducted in more conducive locations to optimize service quality and participant comfort.
Skrining Anti Depresant Waltheria indica L. Dengan Menghambat Monoamine Oxidase Dan Uji Aktifitas Ektrak Etil Asetat pertiwi awilda; Ratna Mildawati; Samsul Hadi; Nanda Hesti Rahmawati; Erika Indriani
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 5 No. 1 (2026): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v5i1.184

Abstract

Depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang prevalensinya semakin meningkat pada generasi muda dan memerlukan alternatif terapi berbasis bahan alam yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antidepresan ekstrak etil asetat Waltheria indica L. melalui pendekatan in vivo dan docking molekuler. Metode yang digunakan meliputi uji in vivo pada tikus Wistar dengan model Chronic Mild Stress (CMS) yang dievaluasi menggunakan Forced Swimming Test (FST) dan Open Field Test (OFT), serta analisis docking molekuler menggunakan AutoDock Vina terhadap target Monoamine Oxidase. Hasil docking menunjukkan senyawa quercetin memiliki energi ikatan paling rendah (-6,977) dengan interaksi residu kunci, menandakan potensi kuat sebagai penghambat. Uji in vivo memperlihatkan adanya penurunan imobilitas dan peningkatan lokomotor yang signifikan seiring kenaikan dosis, dengan efek terbaik pada dosis 350 mg/kgBB. Data ini konsisten dengan kontrol positif (Ashwagandha®) dan mendukung adanya mekanisme antidepresan. Kesemipulan ekstrak etil asetat W. indica berpotensi dikembangkan sebagai kandidat terapi antidepresan berbasis bahan alam.
Pemberdayaan Kelompok Tenun Desa Manurung Melalui Pengelolaan Limbah, Pewarnaan Alami, dan Ecoprinting untuk Mendukung Keberlanjutan Usaha Tenun: Empowering the Manurung Village Weaving Group Through Waste Management, Natural Dyeing, and Ecoprinting to Support the Sustainability of Weaving Enterprises Samsul Hadi; Deni Setiawan; M.laily Qadry Sukamana; Yusri Yusri; Noor Rahmi Febriani; Nor Khadijah; Nahdiati Ulfah; Erika Indriani; Nanda Hesti Rahmawati; Renara Christia Talyeta Leyen; Shada Maulida
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261628

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok Tenun Mandiri (Mitra I) dan Generasi Tenun Pagatan (Mitra II) di Desa Manurung melalui pengelolaan limbah pewarnaan, pewarnaan alami, dan ecoprinting. Kegiatan dilaksanakan pada Mei-Agustus 2026 dengan melibatkan 40 peserta, masing-masing 20 orang dari kedua kelompok mitra. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi sebelum-sesudah berdasarkan kemampuan peserta melakukan keterampilan secara mandiri. Hasil menunjukkan jumlah anggota Mitra I yang terampil mengelola limbah meningkat dari 0 menjadi 4 orang, sedangkan indikator gabungan keterampilan pewarnaan alami dan ecoprinting meningkat dari 1 menjadi 4 orang. Sebagai indikator pendukung keberdayaan ekonomi, aset Mitra I meningkat 25,1% dan Mitra II 88,6%, sementara pendapatan Mitra I meningkat 69,0% dan Mitra II 61,8%. Data ekonomi tidak diatribusikan secara langsung pada tiga pelatihan tahun ketiga karena program juga mencakup intervensi produksi, pemasaran, hilirisasi, dan manajemen usaha. Kegiatan ini menunjukkan peningkatan kapasitas keterampilan mitra, namun dampak lingkungan belum dapat disimpulkan secara langsung karena volume limbah dan kualitas air limbah belum diukur secara kuantitatif.   Abstract. This community service program aimed to strengthen the capacity of the Tenun Mandiri group (Partner I) and Generasi Tenun Pagatan group (Partner II) in Manurung Village through yarn-dyeing waste management, natural dyeing, and ecoprinting. The activities were conducted from May to August 2026 and involved 40 participants, with 20 participants from each partner group. The program consisted of outreach, technical training, hands-on practice, mentoring, and pre-post evaluation based on participants' ability to perform the targeted skills independently. The results showed that the number of Partner I members skilled in waste management increased from 0 to 4, while the combined indicator for natural dyeing and ecoprinting increased from 1 to 4 members. As supporting indicators of economic empowerment, Partner I's assets increased by 25.1% and Partner II's by 88.6%, while income increased by 69.0% and 61.8%, respectively. These economic changes were not directly attributed to the three third-year training activities because the broader program also included production, marketing, product downstreaming, and business-management interventions. The program improved partner skill capacity; however, direct environmental impacts cannot yet be concluded because waste volume and wastewater quality were not quantitatively measured.