Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Modified Free Inquiry terhadap Kemampuan Metakognitif Siswa SMA Negeri 1 Tukka Sarmila Ayu Wardhana; Fery Kurniawan; Anita Adinda
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.521

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan metakognitif siswa dalam pembelajaran biologi, khususnya pada materi sistem pencernaan. Rendahnya kemampuan tersebut disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional sehingga siswa kurang aktif dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses belajarnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan metakognitif siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran Modified Free Inquiry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Modified Free Inquiry terhadap kemampuan metakognitif siswa pada materi sistem pencernaan di kelas XI SMA Negeri 1 Tukka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan metakognitif yang telah divalidasi. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran Modified Free Inquiry dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data penelitian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Modified Free Inquiry terhadap kemampuan metakognitif siswa pada materi sistem pencernaan. Hal ini dibuktikan dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar daripada ttabel, yaitu 2,103 > 1,669. Dengan demikian, H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Modified Free Inquiry mampu meningkatkan kemampuan metakognitif siswa melalui keterlibatan aktif dalam proses penyelidikan, pemecahan masalah, serta pengembangan kemampuan berpikir secara mandiri.
Mewaspadai Kolesterol Tinggi: Upaya Pengabdian kepada Masyarakat untuk Kesehatan Torang Siregar; Almira Amir; Suparni; Anita Adinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI Vol 5 No 2 (2024): Community Service Journal DEDIKASI
Publisher : LP4M STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/jdk.v5i2.122

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) have become a significant health issue at both national and global levels. The increasing prevalence of NCDs is closely related to dietary habits that include high cholesterol intake. Excessive cholesterol in the body can lead to various complications, such as heart disease, stroke, and hypertension. Therefore, this outreach aims to educate and enhance public knowledge regarding the complications caused by high cholesterol and preventive measures that can be taken. The outreach activities were conducted face-to-face, involving active participation from the participants. The methods used in the outreach included presentations, interactive discussions, and Q&A sessions to ensure better understanding of the topic. Data were collected through pre-tests and post-tests conducted before and after the outreach. Data analysis using the Shapiro-Wilk test showed p < 0.05 for both pre-tests and post-tests, indicating that the data were not normally distributed (P > 0.05). Further analysis using the Wilcoxon test indicated a significant change in participants' knowledge before and after the outreach, with a p-value < 0.05. The results of this outreach are expected to have a positive impact on the public’s knowledge regarding health risks associated with high cholesterol and to encourage individuals to adopt healthier lifestyles. Thus, it is hoped that the prevalence of NCDs can decrease and the community will be more aware of the dangers of high cholesterol.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA Nur Jannah Daulay; Mariam Nasution; Anita Adinda
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 2 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i2.%p

Abstract

Salah satu hal terpenting yang harus dimiliki anak-anak adalah literasi numerasi, yang mencakup kapasitas untuk memahami dan menggunakan fakta, angka, dan ide matematika dalam situasi praktis. Dengan skor rata-rata 379, jauh di bawah skor rata-rata OECD sebesar 472, Indonesia termasuk di antara negara-negara dengan kinerja terendah dalam matematika, menurut Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) 2022. Hal ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan strategi pengajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa baik model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dan Pembelajaran Penemuan (DL) meningkatkan kemampuan membaca dan numerasi siswa. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental kuantitatif dan melibatkan dua kelas eksperimen yang terdiri dari 39 anak kelas lima dari SDN Ampolu yang dipilih menggunakan total sampling. Paradigma PBL digunakan untuk mengajar kelas eksperimen 1, dan pendekatan DL digunakan untuk mengajar kelas eksperimen 2. Skor post-test siswa meningkat secara signifikan, dari 21,83 menjadi 54,66 untuk kelas DL dan dari 20,47 menjadi 56,38 untuk kelas PBL, menurut hasil. Analisis statistik mengungkapkan bahwa nilai signifikansi adalah 0,000 0,05 dan thitung ttabel (3,343 2,024). Temuan ini menunjukkan bahwa literasi numerasi siswa secara signifikan dipengaruhi oleh kedua pendekatan pengajaran. Namun, PBL lebih baik karena lebih menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa, partisipasi aktif, dan pemecahan masalah praktis, yang semuanya secara langsung meningkatkan kinerja numerasi. Untuk mempromosikan dan meningkatkan literasi numerasi, direkomendasikan agar paradigma PBL diterapkan di sekolah dasar.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Di Mts Al-Hakimiyah Paringgonan Aisyah Aisyah; Suparni Suparni; Anita Adinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi yang menuntut penalaran dan pemecahan masalah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses berpikir kritis dan kreatif siswa, serta upaya guru dalam meningkatkan kemampuan tersebut dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis proses tahapan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam pembelajaran Matematika di MTs Al-Hakimiyah Paringgonan dan menganalisis upaya upaya guru dalam tercapainya siswa yang berpikir kritis dan kreatif siswa dalam pembelajaran Matematika di MTs Al- Hakimiyah Paringgonan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah enam siswa kelas VII MTs Al-Hakimiyah Paringgonan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru matematika. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kritis siswa dapat diidentifikasi melalui tahapan memahami masalah, mengumpulkan informasi, menentukan strategi penyelesaian, menyelesaikan masalah, serta mengevaluasi kembali hasil. Sementara itu, proses berpikir kreatif siswa terlihat dari kemampuan menyajikan kembali masalah dengan bahasa sendiri, mengembangkan berbagai ide, menggunakan strategi penyelesaian yang bervariasi, serta memeriksa kembali hasil pekerjaan. Selain itu, guru berupaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif, pemberian soal terbuka, serta pendampingan belajar siswa.
Pengembangan LKPD Berbasis PBL (Problem Based Learning) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Peserta Didik MTs N 1 Mandailing Natal Pada Materi Kesebangunan Riski Ardian; Ahmad Nizar Rangkuti; Anita Adinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama dalam pembelajaran kesebangunan dalam mata pelajaran matematika di MTs Negeri 1 Mandailing Natal meliputi rendahnya hasil belajar, persepsi negatif siswa terhadap matematika, dominasi metode ceramah, minimnya penerapan pembelajaran inovatif seperti Problem Based Learning (PBL), serta penggunaan LKPD yang kurang kontekstual dan tidak mendukung pengembangan keterampilan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis PBL pada materi kesebangunan guna meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik di MTs Negeri Mandailing Natal. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian terdiri atas tiga validator ahli, satu guru matematika, dan 30 peserta didik kelas VII-3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis PBL dinyatakan sangat valid dengan skor rata-rata 91,69%, sangat praktis dengan skor 91,58%, dan efektif dengan nilai N-Gain 0,577 yang termasuk kategori sedang. Oleh karena itu, disarankan agar LKPD ini dapat dimanfaatkan secara luas dalam pembelajaran matematika dan pihak sekolah memberikan pelatihan bagi guru untuk mengimplementasikan model PBL secara optimal.