Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

GAMBARAN SURGICAL APGAR SCORE (SAS) PERIOPERATIF PADA PASIEN LAPARATOMI DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AJIBARANG Edi Wibowo; Made Suandika; Martyarini Budi
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 5 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikmb.v5i1.1219

Abstract

Post-laparotomy complications include bleeding, severe pain, and even death. This can be reduced by effective perioperative management. One of them is by applying the Surgical Apgar Score (SAS) which contains hemodynamic information and intraoperative blood loss. The aim of the study was to determine perioperative SAS in laparotomy patients. Using a cross-sectional descriptive research design, this study took 21 respondents with quota sampling technique. The research instrument uses the SAS assessment sheet with data analysis using a frequency distribution. The results showed that most of the sample characteristics were late elderly (> 55 years) (28.6%) with female gender (66.7%). More than half of the sample (76.2%) had an SAS score in the moderate risk category. While the highest rates of morbidity and mortality (7/21) at 12.2% and 1.9%. The most SAS scores in laparotomy patients were in the moderate risk category.
Implementasi Pencegahan Risiko Jatuh pada Pasien di Ruang Intensive Care Unit (Icu) RST Wijayakusuma Purwokerto Fifi Aninditya Rachmawati; Martyarini Budi Setyawati; Adiratna Sekar Siwi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.608 KB)

Abstract

Keselamatan pasien merupakan salah satu aspek penting dalam mengurangi terjadinya Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) dalam proses pemberian asuhan keperawatan. Salah satu aspek yang diterapkan dalam patient safety dengan mencegah terjadinya risiko jatuh. Pengkajian risiko jatuh perlu dilakukan dengan baik untuk mengetahui seberapa tinggi pasien berisiko jatuh dan untuk meminimalisir kejadian pasien jatuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi pencegahan risiko jatuh pasien di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RST Wijayakusuma Purwokerto. Desain penelitian deskriptif menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat Ruang Intensive Care Unit (ICU) RST Wijayakusuma sebanyak 12 orang perawat dengan metode total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dengan analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat berusia dewasa awal (26-35 tahun) (66,7%), berjenis kelamin perempuan (58,4%), berpendidikan DIII Keperawatan (58,4%), dan memiliki masa kerja < 10 tahun (75%). Implementasi pencegahan risiko jatuh pasien di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RST Wijayakusuma Purwokerto dalam kategori cukup (83,4%).
Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu dengan Tekanan Darah pada Pasien Stroke Di RSU Dadi Keluarga Purwokerto Fauzan Zulqifni Ozan; Dwi Novitasari; Martyarini Budi Setyawati
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.699 KB)

Abstract

Stroke menjadi penyebab kematian kedua didunia. DiIndonesia, stroke penyebab kematian pertama yaitu 21,1%. Kadar gula darah dapat berpengaruh padatekan darah karena faktor viskositas (kekentalan darah). Darah yang kental menyebabkan terganggunya aliran darah dan penurunan perfusi kejaringan tubuh sehingga tekanan darah akan lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah sewaktu dengan tekanan darah pada pasien stroke di RSU Dadi Keluarga Purwokerto. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 84 responden.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Alat yang digunakan dalam peneitian ini menggunakan lembar obervasi dan data sekunder rekam medis pasien Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukan usia yang paling dominan pada kategori dewasa sebanyak 52 responden (53,1%), jenis kelamin perempuan sebanyak 64 responden (65,35), dan pekerjaan buruh sebanyak 51 responden (52%). Sebagian besar respon den berada pada kadar gula darah sewaktu kategi normal dengan tekanan darah tinggi sebanyak 48 reponden (49%). Hasil uji Spearman Rank di dapatkan nilai p-value sebesar 0,813>α0,05. sehingga tidak terdapat hubungan kadar gula darah sewaktu dengan tekanan darah pasien stroke di RSU Dadi Keluarga Purwokerto.
Gambaran Kejadian Hipotermia pada Pasien Sectio Caesarea Pasca Anestesi Spinal di Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Ummu Hani Purbalingga Fitrianingsih Fitrianingsih; Wilis Sukmaningtyas; Martyarini Budi Setyawati
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.327 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1016

Abstract

Pembedahan Sectio Caesarea (SC) menjadi salah satu kejadian prevalensi yang meningkat di dunia. Menurut Obstetric Anesteshia Guidelines merekomendasikan teknik anestesi spinal pada pembedahan SC. Salah satu efek dari anestesi spinal yaitu hipotermia. Tindakan anestesi sebagian besar dapat mempengaruhi kontrol suhu inti dan dapat menghambat respon thermogulasi terhadap dingin pada vasokonstriksi. Obat anestesi juga dapat menyebabkan vasodilatasi dimana mekanisme ini yang bertanggung jawab dalam mengatur redistribusi. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kejadian hipotermia pada pasien SC pasca anestesi spinal di RSIA Ummu Hani Purbalingga. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukan usia responden rata-rata antara usia 20-35 tahun sebanyak 81,7% hipotermia ringan, > 35 tahun 21,1% hipotermia sedang, intake cairan operasi yang diberikan pada responden >1500 ml sebesar 100% hipotermia ringan dan sedang 100%, lama operasi 1-2 jam jam sebaanyak 58,3% hipotermia ringan, jumlah perdarahan >300 ml sebesar 86,8% hipotermia sedang. Hipotermia terjadi akibat efek obat anestesi yanga diberikan dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor usia, intake cairan operasi, jumlah perdarahan, paparan suhu ruang operasi dan lamanya operasi dapat mempengaruhi lamanya efek anestesi yang diterima.
Gambaran Tingkat Kepatuhan Perawat dalam Melaksanakan Persiapan Pre Op Anestesi di Rumah Sakit Gmim Kalooran Amurang Jappy Roby Waladow; Martyarini Budi Setyawati; Ita Apriliyani
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.997 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1059

Abstract

Pelaksanaan operasi dan anestesi membutuhkan persiapan secara benar, baik persiapan fisik maupun mental. Perawatan persiapan fisik yang harus dilakukan sebelum menghadapi tindakan terdiri dari pemeriksaan status kesehatan fisik secara umum, status nutrisi, keseimbangan cairan dan elektrolit, kebersihan lambung dan kolon, hygine, pembersihan luka serta latihan pra operasi (Brunner dan Suddarth, 2018). Kepatuhan perawat dalam penerapan surgical safety checklist mencerminkan tindakan seorang perawat yang profesional, yang dapat dipengaruhi dari faktor individu, organisasi, dan psikologis (Kasim,2017). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Tingkat Kepatuhan Perawat dalam Melaksanakan Persiapan Pre Op Anestesi di RS GMIM Kalooran Amurang. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik total population dengan jumlah sampel 35 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar checklist. Analisa data untuk melihat frekuensi distribusi dari karakteristik responden menggunakan program komputer (SPSS). Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa gambaran karakteristik responden berdasarkan umur, rata-rata berusia di bawah 30 tahun, sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, sebagian besar memiliki pendidikan DIII, sebagian besar memiliki masa kerja dibawah 5 tahun, sebagian besar responden bekerja di ruang rawat inap, dan sebagian besar responden patuh terhadap SOP persiapan pre op anestesi dengan jumlah 32 responden dari total 35 responden. Saran bagi lokasi penelitian, kiranya dapat menjadi bahan masukan bagi upaya pengembangan sumber daya manusia (perawat) dalam menerapkan SOP pre op anestesi dengan benar. Diharapkan kiranya dapat meningkatkan upaya pencegahan KTD yang merupakan cerminan patient safety di rumah sakit.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Waktu Pulih Spinal Anestesi pada Pasien Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Agoesdjam Ketapang Indra Juniardi; Martyarini Budi; Ikit Netra Wirakhmi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.262 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1069

Abstract

Anestesi spinal adalah penyuntikan obat bius ke dalam ruang subaraknoid. Kecepatan waktu penyembuhan dari anestesi dipengaruhi oleh berat badan pasien, berat badan pasien diukur dengan strategi daftar massa tubuh (BMI). Penyembuhan pasien di bawah anestesi spinal dapat memanfaatkan skor bromage. Skor bromage bisa menjadi cara untuk mengevaluasi peningkatan perkembangan kaki setelah operasi dengan anestesi spinal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan waktu pulih spinal anestesi pada pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Agoesdjam Ketapang. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis observasional analitik dan desain menggunakan pendekatan cross sectional. Tehnik sampling dengan total sampling sebanyak 61 pasien. Data diambil dengan melihat rekam medis dan wawancara langsung pada pasien. Hasil uji statistik Spss diperoleh nilai p value = 0,000 Dikarenakan nilai p value ≤ 0,05, sehingga Ho ditolak berarti ada hubungan indeks massa tubuh dengan waktu pulih spinal anestesi pada pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Agoesdjam Ketapang. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan indeks massa tubuh dengan waktu pulih spinal anestesi pada pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Agoesdjam Ketapang.
Gambaran Waktu Pulih Sadar Pasca General Anestesi di Rumah Sakit Jatiwinangun Purwokerto Farah Fildzah Rosadi; Martyarini Budi Setiawati; Amin Susanto
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.708 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1074

Abstract

Proses pulih sadar dari anestesi, kondisi pasien harus diawasi dinilai sebelum pasien bisa dipindahkan ke ruang perawatan. Faktor yang mempengaruhi pulih sadar adalah efek obat anestesi (premedikasi dan induksi), usia, berat badan (indek massa tubuh), jenis operasi, lama anestesi, status fisik dan gangguan asam basa/elektrolit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran waktu pulih sadar pasca general anestesi di Rumah Sakit Jatiwinangun Purwokerto. Metode penelitian kuantitatif dengan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua pasien yang melakukan operasi dengan general anestesi di Rumah Sakit Jatiwinangun Purwokerto.Populasi berjumlah 76 pasien. Teknik sampling menggunakan Consecutive sampling sehingga jumlah sampel 43 pasien. Instrumen penelitian lembar observasi. Hasil penelitian sebagian besar pulih sadar cepat dengan usia antara 36 – 45 tahun (25,6%), berjenis kelamin perempuan (51,2%). lama operasi cepat (58,1%), IMT normal (72,1%), ASA 1 (60,5%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah gambaran waktu pulih sadar pasca general anestesi sebagian besar mengalami waktu pulih sadar secara cepat (<15 menit) sebanyak 88,4% dengan aldert score minimal 8.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Konsep Diri Penyandang Stroke yang Masih Bekerja Erma Fatimah Nuriyah; Dwi Novitasari; Martyarini Budi Setyawati; Aris Dwi Susilarto
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 2 (2023): Mei 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i2.1621

Abstract

Stroke adalah pencetus kematian kedua di dunia dan penyebab kecacatan nomor tiga. Keluhan rasa sakit yang dialami pasien stroke tersebut disertai dengan perubahan emosi bisa menyebabkan terganggunya konsep diri seseorang. Dukungan keluarga sangat diperlukan dan penting dalam menentukan proses penyembuhan seseorang termasuk mereka yang mengalami stroke. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan dukungan keluarga dengan konsep diri pada penyandang stroke yang masih bekerja di wilayah kerja Puskesmas 1 Kembaran. Metode penelitian ini ialah cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien stroke yang ada di Puskesmas 1 Kembaran dengan status bekerja dengan total sample 31 orang. Teknik pengambilan sample adalah total sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai Juli 2022. Analisis data menggunakan uji spearman-rank dan untuk instrument penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan konsep diri dengan hasil uji pearson product moment 0.900 dan nilai Cronbach’s Alpha 0.884 yang artinya instrumen konsep diri ini valid dan reliabel. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa responden dukungan keluarga baik sebanyak 16 (51,6%) dan konsep diri positif sebanyak 22 (71,0%) responden. Hasil uji spearman-rank didapatkan nilai p-value 0,000 kurang dari < (0,05) dan nilai coefficient correlation (CC) sebesar 0,610. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara dukungan keluarga dengan konsep diri pada penyandang stroke yang masih bekerja.
Gambaran Hemodinamik pada Pasien Hipertensi Intra Anestesi Spinal di Instalasi Bedah Sentral Christina Florentin Julfin Welkis; Martyarini Budi Setyawati; Fauziah Hanum Nur Adriyani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2238

Abstract

Anestesi spinal menyebabkan perubahan hemodinamik karena memblok serabut saraf simpatis yang mengurangi resistensi vaskular sistemik, dan mengurangi preload jantung akibat vasodilatasi. Hipotensi dan bradikardia merupakan komplikasi paling umum akibat anestesi spinal, terlebih pada pasien dengan hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran hemodinamik pada pasien hipertensi intra anestesi spinal di Instalasi Bedah Sentral RSUD Cilacap. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Sampel pada penelitian ini meliputi 51 pasien hipertensi intra anestesi spinal dengan teknik sampel purposive sampling. Data dikumpulkan dengan mengobservasi hemodinamik menggunakan bedside monitor dan dokumentasi dilihat dari kriteria inklusi yaitu rekam medis pasien hipertensi dengan anestesi spinal. Analisa data menggunakan uji univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan hemodinamik, dimana rata-rata penurunan tekanan darah sistol sebesar 9,5 mmHg dan tekanan darah diastol sebesar 4,5 mmHg, nadi sebesar 3 x/menit, SpO2 -0,2%, RR sebesar 0,03 x/menit dan MAP sebesar 6,1 mmHg. Rata-rata usia pasien hipertensi yang menjalani anestesi spinal adalah 51 tahun dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 32 pasien (62,7%) dan perempuan sebanyak 19 pasien (37,3%). Pasien hipertensi yang memiliki riwayat hipertensi paling banyak dibandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat hipertensi sebanyak 33 pasien (64,7%) dengan grade hipertensi terbanyak yaitu grade 1 sebanyak 25 pasien (49,0%).
Analisis Faktor Kejadian Hipotermi pada Lansia Pasca General Anestesi di Instalasi Bedah Sentral Nensyi Ardiani Lorensa; Martyarini Budi Setyawati; Wilis Sukmaningtyas
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2239

Abstract

Kejadian hipotermi pada lansia disebabkan oleh perubahan pada fungsi jantung dan pembuluh darah, lansia termasuk usia yang ekstrem terjadinya hipotermi pasca pembedahan dengan suhu dibawah 36 ºC. Dampak negatif hipotermi yaitu pemulihan anastesi yang lebih lama, iskemia, aritmia, infeksi luka, perdarahan dan penurunan metabolisme obat. Tujuan : Untuk mengetahui faktor kejadian hipotermi pada lansia pasca general anestesi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Cilacap. Metode : Penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini meliputi 30 pasien lansia usia minimal 60 tahun, dengan teknik sampel yaitu total sampling. Data dikumpulkan dengan mengobservasi langsung dan dokumentasi dilihat dari rekam medis. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil : Tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p = 0,521), ada hubungan antara indeks massa tubuh (p = 0,020), suhu ruangan operasi (p = 0,006), dan lama operasi (p = 0,026) dengan kejadian hipotermi pada lansia pasca general anestesi. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan ada hubungan antara indeks massa tubuh, suhu ruangan operasi dan lama operasi dengan kejadian hipotermi pada lansia pasca general anestesi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Cilacap.