Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : design spectrum

Rebranding “Loosewood” sebagai Brand yang Mengolah Limbah Kayu Papan Seluncur menjadi Jam Tangan Kayu yang Unik Michelle Caroline Kerdijk; Sandy Rismantojo; Saskia Putri Agustine
Design Spectrum Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i1.12894

Abstract

Skateboarding merupakan olahraga ekstrim, disebut demikian karena dalam pelaksanaannya, tak jarang terjadi benturan keras antara papan kayu seluncur dengan beton-beton karena berbagai macam trik yang dilakukan, melalui benturan-benturan tersebut, papan seluncur seringkali berakhir aus ataupun rapuh, sehingga membahayakan skaters. Demi keselamatan skaters, tak jarang papan-papan seluncur yang sudah tidak layak pakai cenderung ditumpuk dan dibuang tanpa dialokasikan lagi, hal ini menambah angka statistik limbah kayu yang signifikan, sehingga memiliki dampak yang negatif terhadap lingkungan. Dalam menanggulangi permasalahan diatas, Loosewood hadir sebagai brand yang mengolah limbah papan seluncur menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis, yakni jam tangan kayu. Namun, setelah dilakukan wawancara dengan beberapa pihak terkait, dapat disimpulkan bahwa brand ini belum melakukan eksekusi branding yang lebih matang, sehingga visi dan misi Loosewood untuk memberi pengaruh positif terhadap pengolahan limbah kayu bisa dibilang belum maksimal. Melalui ilmu desain komunikasi visual, strategi rebranding guna memaksimalkan visi dan misi brand Loosewood, serta membantu brand mengkomunikasikan pesan brand kepada target market yaitu generasi Y dan Z akan dirancang. Semua perancangan ini diharapkan dapat membantu lingkungan, pengenalan kembali, serta meningkatkan brand value dari Loosewood.
Gaya visual surealis dalam rancang desain promosi (studi kasus: brand fesyen Project Sekar) Adisti Rachmani; Monica Hartanti; Sandy Rismantojo
Design Spectrum Vol 1 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i3.14854

Abstract

Project Sekar adalah sebuah brand fesyen lokal yang berdiri sejak tahun 2020 dengan konsep desain ilustrasi bunga. Peminat brand ini cukup banyak dengan ditandai antusiasnya jumlah followers yang sudah mencapai 56.900 pengikut. Disayangkan Project Sekar belum memiliki konsep yang terarah dalam mempromosikan brand nya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah upaya perancangan promosi untuk memperluas skala usaha dan memperkuat brand awareness. Perancangan ini didukung dengan data wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Perancangan promosi ini menggunakan strategi AISAS dengan konsep Bunga Nusantara, bergaya visual Surealis yang ditujukan untuk kalangan remaja. Visualisasi perancangan promosi ini bertujuan untuk menciptakan kesan imajinatif yang menampilkan karakter, keindahan dan keunikan remaja wanita di Indonesia. Melalui perancangan ini, diharapkan Project Sekar semakin dapat dikenal.
Promosi batik Garutan untuk dewasa muda melalui perancangan desain media sosial Avryl Josephine Supardi; Monica Hartanti; Sandy Rismantojo
Design Spectrum Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v2i1.14720

Abstract

Batik Garutan pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 1960–1985 dan memiliki keunikan motif dan beragam teknik pembuatannya. Disayangkan, pengenalan batik Garutan masih terbatas pada masyarakat setempat. Perancangan ini bertujuan untuk mengenalkan batik Garutan kepada konsumen muda di luar Garut khususnya di kota besar Jawa Barat melalui media edukatif dan informatif agar memperkuat eksistensinya sebagai warisan budaya lokal. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Promosi yang dilakukan menggunakan strategi AISAS melalui utama media sosial Instagram dan media pendukung berupa x-banner, umbul-umbul, gimmick, dan pop-up display. Konsep desain promosi ini bertujuan untuk memperkenalkan batik Garutan sebagai fesyen sehari-hari, dengan gaya visual yang menggabungkan fotografi fesyen dengan ilustrasi dekoratif dan khayalan. Diharapkan melalui perancangan ini, batik Garutan menjadi lebih dikenal oleh generasi muda sebagai salah satu pilihan fesyen.
Perancangan coffee table book Uis Karo sebagai pelestarian Budaya Karo bagi Gen-Z di Sumatera Utara Dave Stanford Tan; Sandy Rismantojo; Jessica Yonatia
Design Spectrum Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v2i1.16243

Abstract

Uis Karo merupakan kain tradisional masyarakat Batak Karo yang memiliki nilai historis, filosofis, dan sosial sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Karo. Namun, perkembangan zaman dan meningkatnya pengaruh budaya modern menyebabkan Uis Karo semakin kurang dikenal, khususnya di kalangan Gen-Z. Selain itu, media promosi dan dokumentasi mengenai Uis Karo masih terbatas sehingga kurang menarik untuk generasi muda. Penelitian ini bertujuan merancang coffee table book berjudul Uis Karo “Kisah Dalam Setiap Helai” sebagai media edukasi dan promosi budaya untuk memperkenalkan serta melestarikan budaya Uis Karo kepada Gen-Z berusia 18-25 tahun. Metode penelitian dilakukan dengan observasi langsung, dokumentasi fotografi, wawancara, penyebaran kuesioner kepada 102 responden, serta studi pustaka. Data yang diperoleh dianalisis untuk menentukan konsep komunikasi, konsep kreatif, dan strategi visual yang sesuai dengan Gen-Z berusia 18-25 tahun. Konsep yang diterapkan dalam perancangan ini adalah “Perpaduan Tradisi Lokal dan Visual Modern” dengan memanfaatkan fotografi dokumenter dan editorial sebagai elemen visual utama. Hasil perancangan berupa coffee table book berukuran 25 x 25 cm yang memuat sejarah, jenis, proses pembuatan, dan penerapan Uis Karo dalam konteks modern. Media utama didukung oleh berbagai media promosi seperti Instagram, TikTok, Youtube, poster, bookmark, dan x-banner. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan visual yang modern dan informatif mampu meningkatkan daya tarik informasi budaya bagi Gen-Z. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi media alternatif dalam upaya pelestarian budaya sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap Uis Karo sebagai warisan budaya yang masih relevan hingga saat ini.