Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerjemahan Parikan Jawa Bahasa Indonesia sebagai Sumber Pembelajaran Kajian Linguistik Fungsional Sistemik Mayasari; Zuindra; Misla Geubrina; Muhizar Muchtar; Wan Anayati
Paedagogi: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (e-journal) Vol. 12 No. 1 (2026): JUNE: 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paedagogi.v12i1.73477

Abstract

This study is motivated by the importance of understanding interpersonal meaning in the translation of cultural texts, particularly Javanese parikan, which encompasses not only linguistic aspects but also social and cultural values. The study aims to analyze interpersonal meaning variation in the translation of Javanese parikan into Indonesian using the Systemic Functional Linguistics approach and to examine its implications for language learning. This research employs a descriptive qualitative method with data sourced from parikan in the book Parikan-Pantun Jawa. The sample consists of 100 clauses selected through purposive sampling. Data analysis focuses on identifying mood and residue structures to examine interpersonal meaning shifts between source and target texts. The findings reveal that low variation dominates at 62%, followed by moderate variation at 25% and high variation at 13%. These results indicate that most interpersonal structures in the source text are preserved in the translation due to the grammatical similarities between Javanese and Indonesian. Furthermore, the study shows that parikan can be utilized as a contextual learning resource, as it helps students understand the relationship between linguistic structure and social function. Therefore, the Systemic Functional Linguistics approach is not only effective for translation analysis but also relevant for developing culturally based language learning.
THE INFLUENCE OF ENGLISH TEACHERS’ SPEECH FUNCTIONS ON STUDENTS’ COGNITIVE, BEHAVIORAL, AND EMOTIONAL LEARNING ENGAGEMENT: A LINGUISTIC SEMIOTIC STUDY IN INDONESIAN EFL CLASSROOMS Mayasari; Misla Geubrina; Zuindra; Fuan Indri Maysha Siregar; Intan Kurnia Sari
Vernacular: Linguistics, Literature, Communication and Culture Journal Vol. 3 No. 2 (2024): January Edition 2024
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of English teachers' speech functions as socio-semiotic resources is undeniably crucial in shaping student learning engagement, yet its psychological impact remains under-explored in Indonesian English as a Foreign Language (EFL) classrooms. This study aimed to systematically investigate the types of speech functions utilized by EFL educators and critically analyze their direct socio-semiotic impact on students' behavioral, emotional, and cognitive engagement. Employing a qualitative descriptive design framed within Systemic Functional Linguistics (SFL), the research involved twenty eleventh-grade students and their teachers over a four-week naturalistic observation period. Data were rigorously collected through high-fidelity audiovisual recordings, multidimensional engagement observation protocols, and stimulated-recall interviews for methodological triangulation. Preliminary baseline data indicated that 80% of the students exhibited merely low to moderate engagement, relying heavily on superficial behavioral compliance. The subsequent linguistic discourse analysis empirically revealed that the teachers' dominant use of unmitigated commands and declarative statements created a highly restrictive semiotic environment that actively stifled spontaneous participation. Conversely, the strategic deployment of authentic, open-ended questions and supportive pedagogical offers functioned as inviting semiotic signs that significantly elevated students' emotional security and cognitive effort. The study concludes that a teacher's linguistic choices are not neutral instructional mechanisms, but rather powerful semiotic instruments that fundamentally construct or deconstruct the psychological reality of the learning space..
Implementasi Pelatihan Digital Storytelling Berbahasa Inggris Berbasis Cerita Rakyat dan Kearifan Lokal Tangkahan dalam Meningkatkan Literasi Budaya, Promosi Pariwisata Berkelanjutan, serta Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal Mayasari; Misla Geubrina; Arifuddin; Jihan Anisah Putri; Yuniarti Hia; Muhammad Ali Azwa
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2024): EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat saat ini membutuhkan strategi promosi yang inovatif dengan memanfaatkan teknologi digital sekaligus mempertahankan nilai budaya lokal. Kawasan Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara memiliki potensi wisata alam dan budaya yang besar, namun masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi digital, kemampuan komunikasi bahasa Inggris, serta pengemasan cerita rakyat sebagai media promosi wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan pelatihan digital storytelling berbahasa Inggris berbasis cerita rakyat dan kearifan lokal Tangkahan dalam meningkatkan literasi budaya, mendukung promosi pariwisata berkelanjutan, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan bahasa Inggris pariwisata dan produksi konten digital, pendampingan pembuatan digital storytelling, publikasi konten, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang yang berasal dari kelompok sadar wisata, pelaku usaha wisata, pemuda lokal, dan masyarakat yang terlibat dalam aktivitas pariwisata. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta pada seluruh aspek yang diukur. Kemampuan bahasa Inggris pariwisata mengalami peningkatan dengan penurunan kategori rendah dari 70% menjadi 10%, sementara kategori tinggi meningkat dari 5% menjadi 40%. Literasi digital peserta juga mengalami peningkatan, ditunjukkan dengan peningkatan kategori tinggi dari 5% menjadi 50%. Selain itu, kemampuan produksi konten digital meningkat secara signifikan dengan peningkatan peserta kategori tinggi dari 0% menjadi 50%. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman dalam memanfaatkan cerita rakyat sebagai media promosi wisata, dengan kategori tinggi meningkat dari 10% menjadi 60%. Berdasarkan hasil tersebut, program pengabdian ini menunjukkan bahwa integrasi bahasa Inggris, teknologi digital, dan kearifan lokal melalui pendekatan digital storytelling efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengembangkan promosi wisata yang kreatif, berkelanjutan, dan berbasis budaya lokal