Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Fikih Lingkungan Berbasis Ekoteosentris dalam Penanggulangan Sampah Laut Rahmatul Qadri; Azman Arsyad; Lomba Sultan
Media Hukum Indonesia (MHI) Vol 4, No 3 (2026): October 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21389013

Abstract

The growing problem of marine debris indicates that technical and regulatory approaches alone have been insufficient to address the escalating ecological crisis. This condition suggests that the root of the problem lies not only in inadequate environmental governance but also in an anthropocentric paradigm that regards nature merely as an object of exploitation. This article aims to reconstruct environmental fiqh based on an ecotheocentric paradigm as an Islamic legal framework for addressing marine debris. This study employs a library research design with a normative-philosophical approach. Data were analyzed using descriptive-analytical methods by integrating the Qur’an, Hadith, maq??id al-shar??ah, classical fiqh, and contemporary environmental thought. The findings reveal that reconstructing environmental fiqh from an ecotheocentric perspective shifts the orientation of Islamic law from human-centered protection toward safeguarding marine ecosystems as a divine trust (am?nah). This reconstruction is reflected in the expansion of the legal object of protection to include marine ecosystems, the extension of ecological responsibility to individuals, communities, industries, and the state, and the formulation of Jar?mah Bi’iyyah Ba?riyyah as a normative category for marine pollution subject to ta?z?r sanctions oriented toward ecological restoration. These findings contribute to the development of contemporary environmental fiqh while offering a more responsive Islamic legal paradigm for addressing ecological crises and promoting ecological justice.
Reposisi Konsep Khalifah Dalam Merespons Krisis Ekologis Pada Era Antroposen Berbasis Ekoteologi Qur'ani Abd Jabbar; Rahmatul Qadri
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1250

Abstract

Krisis ekologis pada era Antroposen menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya dipicu oleh eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga oleh cara pandang antroposentris yang menempatkan manusia sebagai penguasa absolut atas alam. Penelitian ini bertujuan mereposisi pemaknaan khalifah menuju paradigma amanah ekologis berbasis ekoteologi Qur'ani sebagai respons terhadap krisis ekologis era Antroposen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research. Data dianalisis menggunakan pendekatan hermeneutik Qur'ani melalui interpretasi dan kontekstualisasi ayat-ayat yang berkaitan dengan relasi manusia dan lingkungan serta didukung oleh berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis ekologis pada era Antroposen juga mencerminkan krisis dalam pemaknaan khalifah, sehingga konsep tersebut perlu dipahami sebagai amanah ekologis yang menempatkan manusia sebagai subjek etis dalam menjaga keseimbangan ekosistem, bukan sebagai legitimasi dominasi atas alam. Reposisi ini dibangun melalui prinsip tauhid, amanah, mīzān, larangan berbuat kerusakan (lā tufsidū fī al-arḍ), dan fiqh al-bī'ah sebagai landasan normatif etika ekologis Islam. Dengan demikian, reposisi khalifah berbasis ekoteologi Qur'ani menawarkan paradigma etik yang lebih kontekstual dalam merespons krisis ekologis pada era Antroposen.