Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implikasi Perjuangan Hizbut Tahrir Indonesia dalam Sistem Kenegaraan Azman Arsyad
Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-qadau.v6i1.9459

Abstract

Ide formalisasi syariah Islam dan penegakan daulah khilafah yang ingin diterapkan oleh Hizbut Tahrir Indonesia mempunyai implikasi untuk mengubah ideologi Negara Indonesia (internal) dan melawan ideologi barat yang masuk ke Indonesia. Lebih jauh, hal ini akan mempengaruhi hubungan antar negara yang berlaku saat ini. Tujuan ini akan sulit tercapai (dalam waktu dekat) oleh karena banyaknya tantangan diantaranya sistem demokrasi yang sudah lama dikembangkan di Indonesia, civil society (masyarakat madani) yang berwawasan moderat menginginkan substansi Islam, Peran lembaga MUI yang moderat sehingga dapat menangkal paham radikal dan sekuler.The idea of formalization of Islamic law and establishment of the Khilafah by Hizbut Tahrir Indonesia will have implications on changing the state ideology of Indonesia (internal) and resist western ideologies that came into Indonesia. Furthermore, it will affect the relationship between the state just like any today. This goal will be hard to achieve (in the near future), because of many obstacles, including; the democratic system has long been roots in Indonesia, the majority of Islamic mass organization have moderate vision and more likely to be on the substance of Islam not the formalization, not to mention, the Indonesian Ulama Council, which is still effective in counteracting the radical and secular ideas and movements.
Falsafah Hukum Jihad Masa Kini dalam Surah Al-Shaf Azman Arsyad
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 1 ISSUE 2, DECEMBER 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mh.v1i2.11648

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menguraikan filosofi jihad yang terkandung dalam Surah al-Shaf. Pendekatan yang digunakan untuk melacak yaitu normatif. Realitas jihad dalam Surah Al-Shaff bertujuan untuk dakwah mempunyai pengertian yang luas. Jihad harta dan jihad jiwa raga (hawa nafsu) dan sebagainya untuk diamalkan dalam jiwa masyarkat Islam. Kepemimpinan Rasululllah terdahulu yang berjihad di jalan Allah menjadi suri teladan ke atas umat Islam sehingga hari ini dan mempunyai banyak pengajaran untuk di pelajari. Rasulullah berkorban semata mata demi kebaikan umat masyarakat dan Islam serta banyak mengeluarkan harta dan jiwa raganya.Kata kunci: Surah al-Shaf; Jihad; Jihad Harta dan Jiwa
Larangan Salat Jumat Masa Pencegahan Covid-19; Studi Analisis Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 Ade Rian; Azman Arsyad
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum Januari
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v2i1.16918

Abstract

Artikel ini membahas mengenai yang menjadi latar belakang dikeluarkannya fatwa (MUI) Nomor 14 Tahun 2020. Kemudian mengetahui dan memahami dasar dan metode istinbath hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada masa pencegahan wabah COVID 19. Sehingga dapat diketahui analisis fatwa Nomor 14 Tahun 2020 pada masa pencegahan wabah COVID-19. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan menggunakan teknik analisis. Dengan menggunakan metode penelitian normatif. Adapun sumber data pada penelitian ini yaitu: data primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kepustakaan dan teknik kutipan. Selanjutnya pengolahan data/analisis data yaitu dngan menggunakan teknik meriviu dan memeriksa data, menginterpretasikan data kemudian menggambarkannya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) salat jumat merupakan salat wajib dua rakaat yang dilakukan secara berjamaah diwaktu zuhur dengan didahului oleh dua khutbah. Salat jumat disyariatkan dalam Alquran dan As-Sunna dan juga atas dasar ijma’ seluruh umat islam. Kewajiban salat jumat dijelaskan dalam surah Al-Jumu’ah ayat 9. 2) MUI mengeluarkan fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang larangan salat jumat pada masa COVID-19 karena adanya wabah COVID-19 yang proses penularannya semakin cepat dengan adanya kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti salat jumat. 3) Analisis dari fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 larangan salat jumat pada masa pencegahan wabah COVID-19 ditinjau dari malahah mursalah dengan mempertimbangkan maqasid al-syari’ah serta dengan menggunakan kaidah-kaidah fikih dengan demikian fatwa MUI yang menangguhkan pelaksanaan ibadah salat jamaah pada masa pencegahan COVID-19 adalah suatu keputusan yang sangat tepat demi melindungi jiwa umat manusia sebagaimana tujuan pokok beragama.
Konsep Belis dalam Tradisi Perkawinan Masyarakat di Manggarai Timur; Perspektif Perbandingan Mazhab Hanafi dan al-Syafi’i Darmiyanto Darmiyanto; Azman Arsyad
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v2i2.19180

Abstract

Artikel ini membahas tentang konsep belis dalam tradisi perkawianan masyarakat desa Manga Mbaling Kabupaten Manggarai Timur. Jenis penelitian ini tergolong penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan syar’i. Adapun sumber data penelitian ini adalah sunber data primer yaitu tokoh adat, tokoh agama, tokoh pendidik dan sumber data sekunder yaitu Al-Qur’an, hadis, fiqh, buku, jurnal, dan literatur yang berkaitan dengan  pembahasan skripsi ini. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lalu, teknik pengolahan data dan analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Tata cara pemberian belis dalam perkawinan msayarakat Desa Nanga Mbaling. Dalam hal ini, pihak laki-laki mendatangi rumah orang tua perempuan untuk meminta persetujuan agar hubungan dengan anak perempuannya dapat direstui oleh kedua orang tua perempuan. Setelah itu, kedua orang tua laki-laki mendatangi rumah orang tua perempuan untuk membicarakan belis. Ketika sudah ditentukan waktu pemberian belis, maka pihak keluarga laki-laki menyiapkan belis yang sudah disepakati dan membawanya sesuai waktu yang telah di sepakati. Setelah tata cara pemberian belis tersebut dilakukan maka kedua pihak menentukan hari perkawinan. 2) Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Tokoh Pendidik tidak ada perbedaan pendapat mengenai belis. Dalam hal ini, belis tidak bertentangan dengan syariat Islam. Karena dalam tradisi belis di Desa Nanga Mbaling melakukan kesepakatan antara kedua belah pihak keluarga laki-laki dan keluarga perempuan dalam menentukan belis. Dengan kata lain, agama tetap berlaku dan belis tetap berlaku. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Kepada masyarakat Desa Nanga Mbaling sebaiknya tidak mempersulitkan belis karena pada dasarnya perkawinan merupakan ibadah yang di permudah oleh ajaran agama. 2) Apabila pihak keluarga laki-laki tidak sanggup dengan penetapan belis oleh keluarga perempuan, maka pihak keluarga perempuan melihat kesanggupan pihak keluarga laki-laki dengan tata acara adat yang  mempermudah.Kata Kunci : Belis, Tradisi, Perkawinan
TEKNIK INTERPRETASI LINGUISTIK DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN Azman Arsyad
Jurnal Tafsere Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.046 KB)

Abstract

Linguistik sangat berhubungan dengan teks, makna kata dan prase, sintaksis pada prase. Secara umum linguistic dan dan tata bahasa sangat berhubungan dengan teks. Dalam dunia Tafsir al-Qur’an, linguistik juga mencakup ilmu Qira’ah, suatu ilmu yang mempelajari jenis dan cara membaca al-Qur’an. Dalam beberapa aspek al-Qur’an memerlukan media metodologis di dalam memahami konsep dan gagasan yang terkandung di dalammnya, maka linguistic pada level ini dipandang sebagai teknik interpretasi yang dapat memudahkan seseorang di dalam menangkap konsep dan gagasan al-Qur’an. Salah satu teknik lingusitik dalam memahami gagasan al-Qur’’an adalah matsal (perumpamaan). Melalui matsal, al-Qur’an mengungkapkan idenya berdasarkan apa yang sudah sangat akrab dengan tradisi awal kedatangan risalah Islam. Bagaikan kehidupan imaji, matsal mampu menjelaskan sesuatu secara jelas di mana jika dengan teknik lain terkadang sangat sulit dipahami dan dimengerti.
Islamic Faith Belief and Infodemic Toward Society's Compliance With Covid-19 Health Protocols Sitti Raodhah; Azman Arsyad
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 15, Nomor 1, January-June 2023
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-sihah.v15i1.38052

Abstract

The implementation of health protocols during Covid-19 pandemic is very important to the prevention of virus transmission, but it had not been implemented optimally. Therefore, this study aimed to analyze the contribution of provisions in Islamic teachings and Infodemic to compliance with health protocols. The quantitative method was adopted with an observational study approach involving a total of 421 people. This sample was selected using the criteria of being Muslim, at least 18 years old, and willing to fill out a questionnaire online using the Google form. The results showed that the contribution of Islamic teachings in the form of Qada and Qadr belief and Covid-19 Infodemic had a positive effect on compliance with implementing the health protocols. Furthermore, the contribution of belief in Islamic teachings and Covid-19 Infodemic had a simultaneous positive effect on compliance with implementing health protocols. This study proved that religious and spiritual approaches can effectively increase community compliance in adhering to public health efforts.
ANALYSIS OF PROJECT COMMUNICATION FACTORS ON THE LEVEL OF PROJECT SUCCESS IN TEBO DISTRICT Azman, Azman; Zaitul, Zaitul; Utama, Wahyudi P.
Rang Teknik Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Januari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v8i1.5731

Abstract

This research aims to identify communication factors that influence the success of construction projects in Tebo Regency, as well as determine the dominant factors that influence the success of these projects. The research method used was a field survey with data collection through questionnaires to parties involved in construction projects in Tebo Regency. The data obtained was analyzed using regression analysis to assess the influence of communication factors on project success. The research results show that the Communication Skills and Competency (KKK) factors have a positive and significant influence on project success, while the Information and Communication Technology (ICT), Communication Management Plan (RMK), and Teamwork (KJT) factors have a greater influence. low and insignificant.  The implication of this research is that parties involved in construction projects in Tebo Regency need to pay attention to and improve communication skills, both verbal and written, as well as effective use of information and communication technology. This can improve project implementation and achieve better results.
Optimizing renewable energy potential in island areas based on analytical hierarchy process Hasibuan, Arnawan; Sayuti, Muhammad; Siregar, Widyana Verawaty; Hidayatullah, Ferdy; Daud, Muhammad; Azmi, Azmi; Azman, Azman; Almunadiansyah, Rizky; Roid, Fahrian
International Journal of Advances in Applied Sciences Vol 14, No 1: March 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijaas.v14.i1.pp218-226

Abstract

The decreasing availability of fossil fuels and their contribution to environmental degradation and emissions of harmful gases has encouraged a shift to renewable energy sources. This change aims to produce electricity without using fossil fuels. Banyak Islands, a new tourist destination in Aceh Singkil, Indonesia, is experiencing an increase in visitors, increasing electricity demand currently supplied by diesel power plants. Therefore, this research aims to examine the possibilities of wind and solar power plants and assess their energy output. The four factors used to determine the potential of renewable energy are technology, economics, environment, and social politics, with 13 sub-criteria. Analytical hierarchy process techniques prioritize potential alternative energy sources such as wind and solar power facilities. Research findings show that environmental criteria have a higher value (0.3455) than financial criteria (0.2861), next is technological criteria (0.1734), then socio-political criteria (0.1603). Based on the results of the requirements and sub-requirements, wind power generation is the most effective and efficient alternative energy used in the Banyak Islands region (0.549), followed by solar power generation (0.451). This data shows that the area is prone to medium to high wind speeds, specifically in geographic locations facing the Indian Ocean which is located offshore.
Implementation of the 'Urf Method in Determining Nisab Safar Limit Haerul Amil; Azman Arsyad
Pappaseng: International Journal of Islamic Literacy and Society Vol. 1 No. 3 (2022): Pappaseng: International Journal of Islamic Literacy and Society
Publisher : Sao Literasi Publisher, Yayasan Pendidikan Khaerul Munif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56440/pijilis.v1i3.46

Abstract

This research aims to analyze the use of the 'urf method in determining the safar limit as the area of debate among textualist and contextualist scholars. The problems proposed include (1) what are the opinion differences in terms of the nisab safar limit and (2) the use of the 'urf method in safar and its fiqh rules. This is library research by examining classical literature (turāś) that become monumental works of scholars. The results showed that the prevailing custom accommodated as 'urf is used as a method of discovering Islamic law. This method originated from the habits and understanding of a community group. 'Urf is implemented as a source of Islamic law when it fulfills strict requirements. Therefore, it is used as a method that can solve the problem but the Prophet Muhammad in several hadiths never explicitly stated the nisab safar. This is because it allows the 'urf to be used as one of the perspectives in determining the nisab safar as described by Ibn Taimiyah and Ibn Hazm. The method is expected to be a solution for Muslims living in the technology era and life sophistication.
Fikih Jihad Hizbut Tahrir Indonesia Azman, Azman
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 4 No 2 (2015): (December)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v4i2.1489

Abstract

For Hizb ut-Tahrir Indonesia kifayah legal jihad is a religious obligation. Jihad is the attack against an enemy that does not implement Islamic Shari'a. So when the enemy attacked  then becomes fard ayn (on every Muslim). Jihad is an absolute obligation, not limited by nothing and no disaratkan with nothing, jihad is an offensive war to elevate the word of Allah. Offensive war must be done to spread Islam and spreading propaganda even though the unbelievers are not attacking Muslims.