Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pendidikan kepemimpinan sebagai sarana pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual pengurus rayon di Pondok Modern Gontor Saifulloh, Ahmad; Setiawan, Wahyu; Ahmad, Sutrisno; Huda, Muhammad Ilman Hafizhul; Raafi, Hafizh
Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/alliqo.v10i2.3241

Abstract

This article examines the development of students’ emotional and spiritual intelligence through leadership education at Pondok Modern Darussalam Gontor. The pesantren implements a comprehensive educational approach that actively involves students in the learning process. Leadership education is carried out through the rayon management organization, entrusted to fifth-grade KMI students equivalent to eleventh-grade senior high school students. As rayon administrators, students assume continuous leadership responsibilities within a dynamic dormitory environment governed by a distinctive disciplinary system. Using a descriptive qualitative approach with participatory observation, in-depth interviews, and documentation, the study finds that direct leadership experience enhances emotional intelligence, including emotional regulation, empathy, communication, and conflict resolution. Spiritual intelligence also develops through routine religious practices and the internalization of Islamic values, strengthening students’ emotional–spiritual balance and leadership character.
The Ratio and Rasa Paradigm: Educational Discipline In OPPM's Decision-Making On Student Violations at Pondok Modern Darussalam Gontor Ilman Hafidzul Huda; Wahyu Setiawan; Sutrisno Ahmad; Idam Mustofa; Syarifah Syarifah
AFKARINA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/afkarina.v10i1.16071

Abstract

This study aims to analyze the paradigm of educational discipline in the decision-making process of the Modern Islamic Boarding School Student Organization (OPPM) regarding student disciplinary violations at Pondok Modern Darussalam Gontor. The study is motivated by a disciplinary system that emphasizes not only rule enforcement but also character development and educational considerations. This research employed a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving OPPM administrators, student affairs officers, teachers, and students. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that disciplinary decisions within OPPM are based on the integration of two key considerations: reason and empathy. Reason is reflected in fact verification, adherence to institutional regulations, and compliance with standard operating procedures (SOPs), while empathy is reflected in clarification processes, understanding the context of violations, and educational considerations aimed at student development. The integration of these two dimensions forms an educational discipline paradigm that views discipline as a means of character education rather than merely a punitive mechanism. This study proposes the concept of the Reason and Empathy Paradigm as a disciplinary decision-making model that integrates rule-based objectivity with educational considerations to foster students’ character development.
Implementasi Media Mind Mapping Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Pembelajaran SKI di MI Bahrul Ulum Klungkung Wahyu Setiawan; Syarifah; Sutrisno Ahmad; Fitria Agustina
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan hasil implementasi media mind mapping berbasis pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi Kelahiran Nabi Muhammad SAW di MI Bahrul Ulum Kusamba, Klungkung, Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan dilaksanakan pada semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026. Partisipan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas satu guru Sejarah Kebudayaan Islam, satu wali kelas IV, dan sembilan peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran diawali dengan asesmen diagnostik sebagai dasar penyusunan perangkat pembelajaran berdiferensiasi. Pelaksanaan pembelajaran menerapkan diferensiasi konten, proses, dan produk melalui penggunaan media mind mapping yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Implementasi pembelajaran ditandai oleh perubahan peran guru sebagai fasilitator, meningkatnya keaktifan, kolaborasi, dan kemampuan berpikir peserta didik, serta penguatan pemahaman konsep dan karakter, seperti kerja sama, tanggung jawab, disiplin, dan keteladanan. Temuan ini menunjukkan bahwa media mind mapping berbasis pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah.
Implementasi Media Visual Dalam Manasik Haji di SDIT Darussalam Berdasarkan Cone Of Experience Edgar Dale Sutrisno Ahmad; Syarifah; Wahyu Setiawan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media visual dalam kegiatan manasik haji pada pembelajaran Fikih di SDIT Hadlonah Darussalam serta menganalisis implementasinya berdasarkan Cone of Experience Edgar Dale. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan dilaksanakan pada Februari–April 2026. Partisipan penelitian berjumlah 11 orang, terdiri atas 1 kepala sekolah, 1 guru Fikih, dan 9 peserta didik, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan pembelajaran manasik haji. Data dikumpulkan melalui enam kali observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media visual dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Media visual yang digunakan meliputi video pembelajaran (visual representation), gambar, poster edukatif (procedural demonstration), dan miniatur Ka'bah (authentic practice) yang dipadukan dengan demonstrasi serta praktik langsung manasik haji. Penggunaan media tersebut meningkatkan keaktifan, motivasi, dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang bersifat prosedural. Berdasarkan Cone of Experience Edgar Dale, implementasi media visual membentuk pengalaman belajar secara bertahap dari representasi visual menuju pengalaman langsung melalui praktik manasik haji. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi media visual dan praktik langsung mendukung terciptanya pembelajaran Fikih yang lebih bermakna dan interaktif.
Model Kurikulum Pesantren Integratif Dalam Perspektif Teori Pengembangan Kurikulum Hilda Taba Wahyu Setiawan; Ahmad Saifulloh; Sutrisno Ahmad
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 4 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i4.2224

Abstract

Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut lembaga pendidikan Islam mengembangkan kurikulum yang mampu mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum secara sistematis tanpa menghilangkan identitas keislamannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik kurikulum pesantren integratif, mengkaji relevansi teori pengembangan kurikulum Hilda Taba, serta merumuskan model konseptual kurikulum pesantren integratif berdasarkan perspektif teori tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah bereputasi, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis melalui teknik content analysis dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, sintesis, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pesantren integratif memiliki karakteristik berupa keterpaduan tujuan, materi, pengalaman belajar, budaya pesantren, dan sistem evaluasi dalam membentuk kompetensi spiritual, intelektual, sosial, serta keterampilan abad ke-21. Teori Hilda Taba dinilai relevan karena menawarkan pendekatan grassroots yang menempatkan analisis kebutuhan peserta didik sebagai dasar pengembangan kurikulum. Berdasarkan sintesis literatur, penelitian ini menghasilkan model konseptual yang mengadaptasi tujuh tahapan pengembangan kurikulum Hilda Taba ke dalam sistem pendidikan pesantren, mulai dari diagnosis kebutuhan hingga evaluasi berkelanjutan. Model tersebut diharapkan menjadi alternatif pengembangan kurikulum pesantren yang lebih adaptif, sistematis, dan kontekstual dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer.
Implementation of Indonesian National Education Policy to Enhance Equitable Access and Educational Quality: A Pesantren Education Perspective Idam Mustofa; Ahmad Saifulloh; Abu Darda; Syarifah Syarifah; Wahyu Setiawan
JUMPA : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jumpa.v6i2.16723

Abstract

The implementation of national education policies within Indonesia's plural education system faces significant challenges due to the diverse institutional characteristics of its educational institutions. This study aims to analyze the implementation of national education policies in improving equitable access and educational quality through the perspective of Islamic boarding schools (pesantren) as an analytical lens. The research employed a qualitative policy analysis approach using document analysis of national education regulations, government policy documents, official reports, and relevant scholarly publications. Data were analyzed through qualitative content analysis using Edwards III's policy implementation model, which emphasizes four key variables: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The findings indicate that these four variables remain relevant for explaining policy implementation. However, within the context of pesantren, policy implementation is also influenced by institutional characteristics, the leadership of kiai, distinctive funding mechanisms, coordination between the Ministry of Primary and Secondary Education and the Ministry of Religious Affairs, and innovation diffusion in the policy adoption process. These findings suggest that national education policy implementation in pesantren cannot be understood using the same approach applied to formal schools. This study contributes conceptually by extending Edwards III's implementation model through the integration of pesantren institutional characteristics and innovation diffusion mechanisms as contextual factors influencing policy implementation within Indonesia's plural national education system. The findings are expected to inform the development of more adaptive education policies that accommodate institutional diversity. 
Implementasi Kurikurum Berbasis Cinta Pada Materi Hadist di PAS Baitu Al-Qur’an Ponorogo Muhammad Ilman Hafizhul Huda Ilman; Idam Mustofa; Hafizh Raafi; Wahyu Setiawan; Syarifah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1383

Abstract

This study proposes a conceptual model of love-based hadith learning that integrates teacher role modelling, humanistic interaction, and value internalization to strengthen students' character formation. The Love-Based Curriculum (LBC) is an educational paradigm that emphasizes the internalization of compassion, empathy, respect, and responsibility as the foundation for students' character development. In hadith learning, the implementation of the LBC is essential because the learning process should not only focus on knowledge acquisition but also on the internalization and practice of Islamic values in everyday life. This study aims to analyze the implementation of the Love-Based Curriculum in hadith learning at Pesantren Anak Sholeh Baitul Al-Qur'an Ponorogo, identify teachers' strategies for internalizing the values of love, and examine the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. This study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and document analysis, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which consists of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings reveal that the implementation of the Love-Based Curriculum is reflected through exemplary behavior (uswah hasanah), humanistic educational communication, contextual explanation of hadith, and the habituation of good manners within the pesantren culture. Its successful implementation is supported by a strong religious culture, harmonious teacher–student relationships, and teachers' pedagogical competence, while the main challenges include the predominance of lecture-based instruction, limited use of digital learning media, and the lack of collaborative learning practices. The study implies that the conceptual model integrating hadith learning, teacher role modeling, humanistic educational interaction, and the internalization of love-based values can serve as a practical framework for developing character-oriented hadith instruction that promotes religiosity, empathy, responsibility, and noble character in Islamic boarding schools and other Islamic educational institutions.