Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Umur Paritas dan Anemia dengan Kejadian Perdarahan Postpartum di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Tahun 2021 Meli Rosita; Andini Zuitasari; Rizki Amalia
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i2.3151

Abstract

Post-partum by WHO as a state of blood loss > 500 ml in 24 hours after delivery. Age is a factor in the occurrence of postpartum hemorrhage. Women who give birth to children at the age of more than 35 years is a predisposing factor for postpartum hemorrhage which can lead to maternal death. This study aims to determine the relationship between age, parity and anemia with the incidence of postpartum hemorrhage at Bhayangkara Hospital Palembang. This study used an analytical survey with a Cross Sectional design. as many as 73 (100%) samples obtained there are 4 patients who have an age with a risk of 5% while patients whose age is not dangerous are 69 patients or 95%. from a total of 73 (100%) samples. There were more patients with high parity than those with low parity. There were 42 patients or 58% who had high parity while there were 31 patients who had low parity, namely 42%. From the total sample of 73 patients, there were 15% or 11 who suffered from anemia while those who did not suffer from anemia were 62 patients with a percentage of 85%. There was a significant relationship between age and the incidence of bleeding at Bhayangkara Hospital Palembang in 2021. From the results of statistical tests with a p value = 0.003 or p < 0.05. There is no significant relationship between parity and the incidence of bleeding at Bhayangkara Hospital Palembang in 2021. This is based on the results of statistical tests with p value = 0.716 or p> 0.05. There is a significant relationship between anemia with bleeding events at Bhayangkara Hospital. This is based on the results of statistical tests with p value = 0.000 or p < 0.05. 
APLIKASI PENGELOLAAN KELAS IBU HAMIL"KASIH" DI PUSKESMAS TEBING GERINTING KECAMATAN INDRALAYA SELATAN KABUPATEN OGAN ILIR meli rosita; Sri Rahayu; Sukarni Sukarni; Siti Maesaroh; Taufik Jamaan
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3156

Abstract

Kelas Ibu Hamil (KIH) menjadi salah satu intervensi yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menjaga kesehatan selama kehamilan, persalinan, dan perawatan nifas. Kelas ini dilakukan dalam bentuk tatap muka maupun daring, dengan materi yang berbasis pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta dipandu oleh tenaga kesehatan.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D), model design yang digunakan yaitu model ADDIE merupakan kerangka kerja yang digunakan untuk mengembangkan penelitian. Populasi penelitian ini yaitu bidan pengelola kelas ibu hamil sebanyak 5 orang bidan dan ibu hamil di Puskesmas Tebing Gerinting Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir sebanyak 413 ibu hamil, teknik pengambilan sampel purposive sampling, jumlah sampel yang layak dalam penelitian sebanyak 35 sampel. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) untuk uji kelayakan aplikasi dan penilaian dari para ahli materi, media dan IT.Hasil penelitian ini di dapatkan skor SUS 96,94 artinya aplikasi Kelas Bumil Sehat layak untuk digunakan. Hasil penilaian para ahli didapatkan bahwa aspek kualitas audio dengan skor 20 (100%), aspek Bahasa yang jelas dan mudah di fahami memperoleh jumlah 20 (100%), aspek Kemudahan dalam penggunaan media memperoleh jumlah 17 (85%), aspek Memiliki disain dan kualitas animasi yang menarik memperoleh jumlah 20 (100%), Tampilan video menarik mudah di mengerti memperoleh jumlah 18 (90%) dan aspek Memiliki petunjuk penggunaan yang jelas memperoleh jumlah 20 (100%) dengan kategori layak.Aplikasih kelas ibu hamil “KASIH” layak untuk digunakan dan diterapkan di pada pelaksanaa kelas ibu hamil agar tercapai target kunjungan kelas ibu hamil
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN KELUARGA DALAM PEMANFAATAN KALENDER PENGASUHAN BADUTA DI WILAYAH KERJA KELURAHAN DEMANG LEBAR DAUN PALEMBANG Elvina Indah Syafriani; Desi Hariani; Meli Rosita; Riya Tisnawati
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 16 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v16i1.551

Abstract

Setiap orang tua pasti berharap agar anaknya dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat dan berkarakter agar kelak di masa depan dapat berkontribusi secara optimal untuk kemajuan suatu bangsa. Hal tersebut dapat diwujudkan salah satunya melalui komitmen orang tua dalam melakukan pengasuhan. Pengasuhan yang dilakukan secara bersama-sama antara ayah dan ibu di dalam keluarga akan menghindarkan anak dari faktor-faktor risiko yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.Stunting yang merupakan keadaan tubuh yang pendek atau sangat pendek yang terjadi akibat kekurangan gizi dan penyakit berulang dalam waktu lama pada masa janin hingga 2 tahun pertama kehidupan seorang anak. Masalah gizi terjadi di setiap siklus kehidupan, dimulai sejak dalam kandungan (janin), bayi, anak, dewasa dan usia lanjut. Periode dua tahun pertama kehidupan merupakan masa kritis, karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat.Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan ibu dan keluarga dalam Pemanfaatan Kalender Pengasuhan Bayi Dibawah Dua Tahun (Baduta). Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu dan keluarga yang memiliki baduta yang dipilih dengan cara accidental sampling. Hasil analisa univariat dari 32 responden didapatkan sebagian besar memanfaatkan kalender pengasuhan yaitu 18 responden (56,3%), sedangkan yang tidak sebanyak 14 responden (43,8%). Responden dengan tingkat pengetahuan baik tentang pemanfaatan kalender sebanyak 25 responden (78,1%) dan responden dengan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 7 responden (21,9%). Dari statistik uji chi- square yang membandingkan p- value dengan tingkat p value pada variebel pengetahuan 0,001 berarti lebih kecil dari pada p value 0,05. Saran untuk meningkatkan pelayanan dengan berbagai media dan komunikasi dalam memberikan edukasi Kesehatan. Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu Baduta Dan Kalender Pengasuhan