Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN KONSELING BERDASAR HEALTH BELIEF MODEL (HBM) PADA IBU TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENANGANAN BALITA DIARE TANPA DEHIDRASI Elvina Indah Syafriani
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 11 No 01 (2021): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v11i01.317

Abstract

Latar Belakang : Cara menurunkan angka kematian dan angka kesakitan balita karena diare diperlukan strategi efektif yang dapat merubah perilaku ibu dalam merawat balita sakit diare, yaitu melalui konseling oleh tenaga kesehatan. Tujuan : Untuk menganalisis pengaruh penerapan konseling berdasar Health Belief Model (HBM) pada ibu terhadap perubahan perilaku penanganan balita diare tanpa dehidrasi. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan quasy eksperimental dengan Pre-Post test control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu balita diare tanpa dehidrasi yang memenuhi kriteria inklusi dengan 65 responden kelompok perlakuan dan 65 responden kelompok kontrol. Analisis data dengan menggunakan uji komparatif numerik dan kategorik. Perbedaan rerata dianalisis dengan uji Mann-Whitney tidak berpasangan dan uji Wilcoxon berpasangan, dengan kemaknaan hasil uji ditentukan berdasarkan nilai p<0,05.Hasil : Didapatkan bahwa peningkatan nilai persepsi kerentanan dan keparahan, persepsi isyarat, efikasi diri, persepsi manfaat dan persepsi hambatan pada kelompok perlakuan lebih tinggi bila dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05). Peningkatan nilai perubahan perilaku penanganan pada kelompok perlakuan lebih tinggi bila dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05). Kesimpulan :Penerapan konseling berdasar Health Belief Model (HBM) berpengaruh terhadap peningkatan persepsi kerentanan dan keparahan, persepsi isyarat, efikasi diri, persepsi manfaat, persepsi hambatan dan perubahan perilaku penanganan balita diare tanpa dehidrasi. Saran : Perlunya penerapan konsep konseling sesuai dengan teori konseling yang kemudian mengintegrasikan khususnya dalam pelayanan balita sakit diare dalam rangka mengubah dan meningkatkan keterampilan bidan dalam memberikan konseling.
Peningkatan Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan (Anc) Dan Posyandu Di Kelurahan Plaju Darat Kecamatan Plaju Palembang Elvina Indah Syafriani; Dewi Ciselia
Jurnal Perak Malahayati Vol 4, No 1 (2022): Vol.4 No 1,Mei 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.023 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v4i1.6796

Abstract

Pendahuluan : Pemeriksaan kehamilan mempunyai peranan penting dalam upaya pencegahan dan mendeteksi adanya kelainan atau komplikasi yang terjadi pada ibu dan bayi, termasuk risiko bayi berat lahir rendah. Pelayanan pemeriksaan kehamilan merupakan program kesehatan masyarakat khususnya program kesehatan ibu dan anak di berbagai negara. Pemeriksaan kehamilan bermanfaat apabila diberikan pada ibu hamil mulai dari konsepsi sampai sebelum kelahiran untuk memantau perkembangan kehamilan dan berorientasi pada promosi kesehatan. Tujuan : dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu selama hamil akan pentingnya pemeriksaan kehamilan dan posyandu guna upaya mencegah terjadinya masalah dan penyulit selama hamil, bersalin dan tumbuh kembang anak. Metode : Dalam kegiatan ini dilakukan penyuluhan Pendidikan kesehatan pada ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi balita terkait pentingnya pemeriksaan kehamilan serta posyandu balita untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan. Hasil dan kesimpulan : Setelah dilakukan penyuluhan masyarakat khususnya ibu yang memiliki bayi balita, ibu hamil dan pasangan usia subur rutin untuk memeriksakan kehamilan dan keposyandu setiap bulannya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kata Kunci : Penyuluhan, ANC, Posyandu balita ABSTRACT Introduction: Pregnancy examination has an important role in preventing and detecting abnormalities or complications that occur in mothers and babies, including the risk of low birth weight babies. Pregnancy check-up services are a public health program, especially maternal and child health programs in various countries. Pregnancy checks are useful if given to pregnant women from conception to before birth to monitor pregnancy progress and are oriented to health promotion. Objectives: to increase knowledge and understanding of mothers during pregnancy about the importance of antenatal care and posyandu in an effort to prevent problems and complications during pregnancy, childbirth and child development. Methods: In this activity, health education counseling was carried out for pregnant women and mothers with infants under five related to the importance of prenatal care and Posyandu for toddlers to prevent health problems. Result and conclusion: After conducting community outreach, especially mothers who have infants, pregnant women and couples of childbearing age routinely to check their pregnancy and the Posyandu every month to get health services Keywords : Counseling, Antenatal Care, Toddler Posyandu 
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP KUNJUNGAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE Desi Hariani; Elvina Indah Syafriani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.4280

Abstract

Background Antenatal care is important to ensure that natural processes continue to run normally during pregnancy. The fetus in the womb develops along with the gestational age, so if it is not properly monitored it can cause problems, both in pregnancy, childbirth and the puerperium, it can also result in the death of the mother and baby. Based on data from the Kenten Laut Banyuasin Health Center in 2020, the number of pregnant women who made ANC visits was 87 people. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge of pregnant women and antenatal care examination visits. Methods This research method used a quantitative descriptive surver with a cross sectional approach and univariate and bivariate analysis using the chi square test. The population of this study were some pregnant women who visited were taken randomly at the Kenten Laut Banyuasin Health Center in 2020, with a total population of 32 people. The results of this study indicate that there is a relationship between the level of knowledge of pregnant women about ANC with ANC visits at the Kenten Laut Banyuasin Health Center in 2020 with a value of 0.008 <0.005. Therefore it is important for pregnant women to carry out prenatal examinations from the beginning so that it will be easier to know the baby's development and can detect signs of danger early to prevent complications early.                    Conclusion There is a relationship between the level of knowledge of pregnant women about ANC with ANC visits at the Kenten Laut Banyuasin Health Center in 2020 with a value of 0.008 < 0.005.                    Suggestions are expected for future researchers to conduct research on antenatal care with more interesting variables so that they can be studied more about antenatal care examinations and can be reviewed about the problems that exist in pregnant women so that pregnant women are healthier and of higher quality.  Keywords : antenatal care visits,knowledge of pregnant women, maternal mortality ABSTRAK Latar Belakang Asuhan antenatal care penting untuk menjamin agar proses alamiah tetap berjalan normal selama kehamilan. Janin dalam kandungan berkembang seiring dengan besar usia kehamilan, maka apabila tidak dilakukan pengawasan yang tepat bisa menyebabkan masalah, baik dalam kehamilan, persalinan dan nifasnya, bisa juga mengakibatkan kematian ibu dan bayi. Berdasarkan data Puskesmas Kenten Laut Banyuasin Tahun 2020 jumlah ibu hamil yang melakukan Kunjungan ANC sebanyak 87 orang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap kunjungan pemeriksaan antenatal care.Metode Penelitian ini menggunakan Surver Deskriptif Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional dan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji chi square, Populasi penelitian ini adalah sebagian ibu hamil yang melakukan kunjungan diambil secara random sampling di Puskesmas Kenten Laut Banyuasin Tahun 2020, jumlah total populasi 32 orang.Hasil penelitian ini menjunjukkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ANC dengan kunjungan  ANC di Puskesmas Kenten Laut Banyuasin Tahun 2020 dengan ƿ value 0,008 < 0,005.  Maka dari itu penting bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dari awal sehingga akan lebih mudah mengetahui perkembangan bayi dan dapat mendeteksi secara dini tanda-tanda bahaya untuk mencegah komplikasi secara dini.Kesimpulan Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ANC dengan kunjungan  ANC di Puskesmas Kenten Laut Banyuasin Tahun 2020 dengan ƿ value 0,008 < 0,005.Saran diharapkan untuk peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian tentang antenatal care dengan variabel yang lebih menarik sehingga bisa dikaji lebih banyak lagi tentang pemeriksaan antenatal care dan bisa dikaji ulang tentang permasalahan yang ada pada ibu hamil supaya ibu hamil lebih sehat dan berkualitas Kata Kunci            : Kunjungan Antenatal care, Pengetahuan ibu hamil, AKI  
OPTIMALISASI GERAKAN YOGA SEBAGAI UPAYA PERSALINAN MINIM TRAUMA DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN LIA NOVIANTI SUKAJADI BANYUASIN Elvina Indah Syafriani; Dewi Ciselia
Jurnal Perak Malahayati Vol 4, No 2 (2022): Vol 4 No 2 November 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v4i2.8528

Abstract

Pendahuluan : Proses persalinan merupakan proses yang penuh kejutan. Kita tidak bisa selalu memastikan proses persalinan berjalan dengan lancar maupun nyaman karena kemungkinan apapun bisa terjadi selama proses persalinan. Setiap perempuan menginginkan persalinannya berjalan lancar, bebas rasa nyeri dan minim trauma. Pencegahan dengan beberapa metode diperlukan untuk meringankan dan mempersiapkan ibu dalam menjaga kehamilan dan proses persalinannya. Intervensi dapat dilakukan oleh ibu selama kehamilan adalah dengan mengikuti latihan fisik seperti Prenatal Yoga. Tujuan : Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada Ibu hamil tentang pentingnya melakukan prenatal yoga secara rutin guna mengoptimalkan persalinan minim trauma secara alami dan sehat. Metode : Dalam kegiatan ini dilakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang manfaat melakukan prenatal yoga secara rutin guna mengoptimalkan persalinan minim trauma secara alami dan sehat. Hasil dan kesimpulan : Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan serta pemahaman ibu hamil untuk rutin melakukan prenatal yoga selama kehamilanya guna mengoptimalkan persalinan minim trauma secara alami dan sehat.Kata Kunci : Penyuluhan, Prenatal Yoga
PENGETAHUAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU HAMIL TM I DAN II TERHADAP KONSUMSI SARI EKSTRAK JAHE DALAM MENGURANGI HIPEREMESIS GRAVIDARUM : Knowledge And Education Level Of TM I And II Pregnant Women On The Consumption Of Ginger Extract In Reduce Hyperemesis Gravidarum Elvina Indah Syafriani; Desi Hariani; Era Mardia Sari
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 8 No. 3 (2022): JIKeb | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v8i3.1365

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Palembang kejadian Hiperemesis Gravidarum pada tahun 2018 sebanyak 57 orang (0,651%) dari 3405 ibu hamil dan pada tahun 2019 sebanyak 51 orang (0,788%) dari 4021 ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan tingkat pendidikan ibu hamil trimester I dan II terhadap konsumsi sari ekstrak jahe (zingiber officinale) yang dapat mengurangi hiperemesis gravidarum. Metode yang digunakan adalah dengan teknik accidental sampling, dimana pengambilan data yang dihimpun langsung oleh peneliti melalui wawancara langsung dengan panduan kuesioner kepada seluruh ibu hamil yang datang ke Praktik Mandiri Bidan (PMB) Lia Novianti Sukajadi Banyuasin. Hasil analisa univariat dari 37 responden didapatkan sebagian besar responden yang mengkonsumsi sari ekstrak jahe (zingiber officinale) yaitu 34 responden (91,9%), sedangkan yang tidak mengkonsumsi sari ekstrak jahe (zingiber officinale) sebanyak 3 responden (8,1%). Responden dengan tingkat pengetahuan baik tentang konsumsi sari ekstrak jahe (zingiber officinale) yang dapat mengurangi hiperemesis gravidarum sebanyak 22 responden (59,5%) dan responden dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 15 responden (40,5%). Sedangkan responden yang memiliki tingkat pendidikan tinggi sebanyak 25 responden (67,6%) dan responden yang memiliki tingkat pendidikan rendah sebanyak 12 responden (32,4%). Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan masukan kepada Praktek Mandiri Bidan (PMB) atau tenaga kesehatan dalam memberikan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) mengenai sari ekstrak jahe (Zingiber Officinale) yang dapat mengurangi hiperemesis gravidarum sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam memilih cara pengobatan herbal dan penelitian ini dapat dilanjutkan pada tingkat yang lebih mendalam lagi untuk menilai hubungan
Pengaruh Keterampilan Bidan Konseling Berdasar Health Belief Model (HBM) Pada Ibu Terhadap Perubahan Perilaku Penanganan Balita Diare Tanpa Dehidrasi Elvina Indah Syafriani; Desi Hariani
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.391 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v11i1.248

Abstract

Untuk menurunkan angka kematian dan angka kesakitan balita karena diare diperlukan strategi efektif yang dapat merubah perilaku ibu dalam merawat balita sakit diare, yaitu melalui keterampilan konseling oleh tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh keterampilan konseling bidan berdasar Health Belief Model (HBM) pada ibu terhadap perubahan perilaku penanganan balita diare tanpa dehidrasi. Penelitian ini quasi eksperimental dengan Pre-Post test control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu balita diare tanpa dehidrasi yang memenuhi kriteria inklusi dengan 65 responden kelompok perlakuan dan 65 responden kelompok kontrol. Analisis data dengan menggunakan uji komparatif numerik dan kategorik. Perbedaan rerata dianalisis dengan uji Mann-Whitney tidak berpasangan dan uji Wilcoxon berpasangan, dengan kemaknaan hasil uji ditentukan berdasarkan nilai p<0,05.Hasil penelitian didapatkan bahwa peningkatan keterampilan konseling bidan pada kelompok perlakuan lebih tinggi bila dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05). Peningkatan nilai perubahan perilaku penanganan pada kelompok perlakuan lebih tinggi bila dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05). Keterampilan bidan konseling berdasar Health Belief Model (HBM) berpengaruh terhadap perubahan perilaku penanganan balita diare tanpa dehidrasi.
TINGKAT KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN NORMAL DI KLINIK ALISA PRATAMA KEL. KENTEN KAB. BANYUASIN TAHUN 2022 Desi Hariani; Elvina Indah Syafriani; Era Mardia Sari
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v14i27.309

Abstract

The process of delivery is influenced by some factors such as passage, passanger, power and helpers, psychological factors are also very determine the success delivery. Where anxiety or tension, insecurity and anxiety arising from perceived unpleasantness occur but the source is largely unknown and originating from within (intra-psychic) ??may result in prolonged delivery or extension of phase II (Depkes RI Pusdiknakes) . The aim of this study is to know the description of mother anxiety to face normal delivery at Clinic Alisa Pratama Ward Kenten Regency Banyuasin Years 2022. This study used quantitative Descriptive method. The sample size was 30 respondents were taken with porposive sampling technique. The result of the study showed that women who experienced anxiety were 18 (60%), mothers with anxiety were 8 (26,7%), mothers who had severe anxiety 3 (10%), and mothers with severe anxiety (Panic) 1 (3.3%) Based on the results of this study, it is suggested to health officers to be more improve the quality of midwifery services especially in terms of emotional support of patients.
PENGARUH PEMANFAATAN SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) TERHADAP KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL DI RUMAH BERSALIN MITRA ANANDA PALEMBANG Sari, Era Mardia; Rohmin, Anur; Hariani, Desi; Syafriani, Elvina Indah
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 2 (2023): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i2.1293

Abstract

Abstract Pregnancy is one of the most essential phases for women. The average normal pregnancy will last for 40 weeks or approximately 275 days. The time of pregnancy is divided into 3 trimesters, where each trimester lasts for 3 months. The first trimester lasts 12 weeks, the second trimester lasts 15 weeks and the third trimester lasts 13 weeks. Pregnancy, childbirth, postpartum and newborns are physiological conditions that can turn into pathological conditions, so continuous and quality care is needed as well as carrying out regular prenatal checks during pregnancy. In implementing health efforts, mothers are family members who need to get priority. Efforts to improve maternal health receive special attention. It is important to monitor the health status and performance of maternal health efforts. This is because the maternal mortality rate is a sensitive indicator in describing the welfare of society in a country. This study aims to determine the effect of using Short Message Service (SMS) on adherence to antenatal care visits in pregnant women. This research is a quasi-experimental research in which there are interventions or treatments given to respondents. The sample in this study were 52 pregnant women who underwent pregnancy checks at the Mitra Ananda Maternity Hospital, which were divided into 2 treatment and control groups. The analysis was used to determine the effect of adherence to antenatal care visits in the intervention group and the control group using the Mc Nemar test. The results of the analysis show that the p value (0.001) is smaller than α (0.05) meaning that there is an effect of the use of SMS (Short Message Service) on compliance with antenatal care visits in pregnant women.
THE RELATIONSHIP BETWEEN AGE, PARITY, AND PREGNANCY INTERVAL WITH HEMOGLOBIN LEVELS IN THIRD TRIMESTER PREGNANT WOMEN AT PRAKTIK MANDIRI BIDAN OF FAUZIAH HATTA Mardia Sari, Era; Indah Syafriani, Elvina; Hariani, Desi
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemoglobin levels are one of the hematological parameters that undergo changes during pregnancy. During pregnancy, plasma volume increases by approximately 40-45%, starting progressively in weeks 6-8 of gestation and reaching its peak at weeks 32-34. Concurrently, renal erythropoietin stimulates the increase in red blood cell count by 20-30%. However, the increase in red blood cells is not proportional to the increase in plasma volume, leading to hemodilution and a decrease in hemoglobin levels. This study aims to determine the relationship between age, parity, and pregnancy interval with hemoglobin levels in third-trimester pregnant women. The sample in this study consisted of 40 respondents, all third-trimester pregnant women who attended prenatal visits between September and November 2023. The analysis method used in this study was Pearson correlation. There are three analyses in this study: first, the analysis of the relationship between age and hemoglobin levels showed a p-value of 0.026, which is less than α (0.05), indicating a significant relationship between age and hemoglobin levels in pregnant women. Second, the analysis of the relationship between parity and hemoglobin levels showed a p-value of 0.736, which is greater than α (0.05), meaning there is no relationship between parity and hemoglobin levels in pregnant women. Third, the analysis of the relationship between pregnancy interval and hemoglobin levels showed a p-value of 0.012, which is less than α (0.05), indicating a significant relationship between pregnancy interval and hemoglobin levels in pregnant women.
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG IMUNISASI TETANUS TOKSOID (TT) TERHADAP PENGETAHUAN IBU DI PMB FAUZIAH HATTA Amallia, Siti; Anggraini, Helni; Rohmin, Anur; Indah Syafriani, Elvina
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2540

Abstract

TThe infection of Tetanus is one of the causes of maternal and infant mortality. Death due to tetanus infection is the result of an unsterile delivery process or comes from wounds obtained by pregnant women before giving birth. In an effort to control tetanus infection, which is a risk factor for maternal and infant mortality, a Tetanus Toxoid Diphtheria vaccine is being implemented for Women of Childbearing Age and pregnan. The aim of this research was to determine the effectiveness of health education about Tetanus Toxoid (TT) Immunization on mothers' knowledge at PMB Fauziah Hatta. This research was a pre-experimental research with a one group pretest-posttest design. The sampling method used in this research was a purposive sampling technique. The sample in this research were women of childbearing age and pregnant, totaling 35 respondents. The research was carried out in June - October 2023 at PMB Fauziah Hatta, Palembang city. The research results showed that the average mother's knowledge score before being given health education was 55.06, the average mother's knowledge score after being given health education was 76.03. The results of statistical tests using the Paired T Test obtained ρ-value = 0.000, which means there were a difference in mothers' knowledge before and after being given health education about Tetanus Toxoid (TT) Immunization at PMB Fauziah Hatta in Palembang. It was recommended that health workers increase health education about Tetanus Toxoid (TT) Immunization which aims to build the immunity of mothers and babies from the toxin that causes tetanus.