Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Financial Management Implementation and Good University Governance in Muhammadiyah Higher Education Institutions in South Sulawesi Liya Saputri; Asrijal Bintang; Kahar; Irwan Abdullah
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 8 No. 3 (2026): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v8i3.11569

Abstract

Financial management is a crucial foundation for implementing Good University Governance in private faith-based higher education institutions, particularly in Muhammadiyah Higher Education Institutions in South Sulawesi. This study aims to examine how financial management is implemented, how transparency, accountability, and participation are practiced, and how institutional efforts support governance improvement within Muhammadiyah higher education. This study employed a descriptive qualitative approach involving selected Muhammadiyah Higher Education Institutions in South Sulawesi. Data were collected through interviews, document analysis, and observation, focusing on financial planning, budgeting, implementation, reporting, accountability, and compliance with Muhammadiyah financial management guidelines. The findings show that the studied institutions have generally implemented financial management according to formal Muhammadiyah guidelines. Financial planning and budgeting are conducted through institutional mechanisms, while transparency and participation have been applied through internal communication, budget discussions, and involvement of relevant institutional units. However, accountability remains the most challenging dimension. Delays in financial reporting, limited human resource competence, uneven financial literacy, and inadequate information technology systems reduce the effectiveness of financial accountability. The discussion indicates that Good University Governance in Muhammadiyah higher education requires not only formal rules but also professional financial personnel, integrated digital systems, internal supervision, and institutional commitment to transparency and accountability. This study contributes to the literature by highlighting the hybrid nature of financial governance in faith-based private higher education, where formal governance principles, religious values, organizational guidelines, and institutional capacity interact. Strengthening financial governance is essential for improving public trust, institutional credibility, and long-term sustainability.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN DESA ULUWAY KEC. MENGKENDEK KAB. TANA TORAJA Liya Saputri
Liquidity Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Vol 2 No 2 (2024): Liquidity Jurnal Ilmu Manajemen Dan Bisnis
Publisher : Prodi Manajemen Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1515/liquidity.v2i2.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kinerja keuangan Desa Uluway Kec. Mengkendek Kab. Tana Toraja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Kinerja Pemerintah Desa Uluway jika dilihat dari Rasio Kemandirian Keuangan Daerah selama tahun 2018-2022, secara umum dapat dikatakan rendah sekali dan termasuk pola hubungan instruktif. 2. Kinerja Pemerintah Desa Uluway jika dilihat dari Rasio Efektivitas Pendapatan Asli Daerah selama tahun 2018-2022, secara umum dapat dikatakan efektif. Hal ini ditunjukkan dengan Kinerja Keuangan Pemerintah Desa Uluway Kecamatan Mengkedek Kabupaten Tanah Toraja sudah mampu dalam merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Realisasi Belanja Desa (APBDes) yang telah direncanakan. 3. Kinerja Pemerintah Desa Uluway jika dilihat dari Rasio Pertumbuhan PADes dan Rasio Pertumbuhan Total Pendapatan selama tahun 2018-2022, secara umum dapat dikatakan bahwa rasio pertumbuhan PADes dan total pendapatan Desa Serasah adalah rendah. Hal ini ditunjukkan bahwa Kinerja Keuangan Pemerintah Desa Uluway Kecamatan Mengkedek Kabupaten Tanah Toraja belum mampu mempertahankan pertumbuhan PADes. 4. Kinerja Pemerintah Desa Uluway jika dilihat dari Rasio Belanja Operasi yang tergolong cukup baik mencerminkan bahwa Pemerintah Desa Uluway sudah cukup baik dalam hal mengalokasikan dananya untuk keperluan belanja operasi karena rata – ratanya berada pada rentang 40% - 80%. Sedangkan Rasio Belanja Modal Nilai tertinggi rasio belanja modal terjadi pada tahun 2020 yang melebihi rasio belanja operasi karena rasionya sebesar 50% . Adapun nilai rata – rata rasio belanja modal adalah sebesar 41% dan masuk kategori baik. Artinya Pemerintah Desa Uluway dalam mengalokasikan dananya untuk belanja modal tergolong baik. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah desa sudah memperhatikan penggunaan dananya untuk pembangunan desanya.
ANALISIS TINGKAT RISIKO KREDIT PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Liya Saputri
Liquidity Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Vol 3 No 1 (2025): Liquidity Jurnal Ilmu Manajemen Dan Bisnis
Publisher : Prodi Manajemen Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1515/liquidity.v3i1.88

Abstract

This study aims to analyze the level of bank credit risk whether the bank is included in the healthy or unhealthy category according to Bank Indonesia's provisions. In addition, by analyzing the level of credit risk, the level of bank financial health can also be determined from year to year. The purpose of compiling this thesis is to determine the level of credit risk as reviewed from Non Performing Loan (NPL) at PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sinjai Branch. This study was conducted using a simple regression method, namely analyzing the collectibility of Non Performing Loan (NPL) of Bank Rakyat Indonesia, Sinjai Branch. Based on the results of the study, it was concluded that the NPL credit of Bank Rakyat Indonesia, Sinjai Branch for four years (2016-2019) experienced ups and downs every year. However, when viewed from the average percentage of the risk level of Bank Rakyat Indonesia, Sinjai Branch is below the provisions of Bank Indonesia, which is 5% for the low credit category with an average amount of 1.30%. This means that the Non Performing Loan (NPL) of PT. Bank Rakyat Indonesia Sinjai branch for four years (2016-2019) is classified as low according to Bank Indonesia regulations.
Kinerja Keuangan dan Pengembalian Saham di Sektor Telekomunikasi Indonesia: Studi Data Panel Liya Saputri; Kahar Kahar; Ambo Uleng; Asrawan Asrawan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10933

Abstract

Industri telekomunikasi Indonesia memainkan peran strategis dalam transformasi digital, namun pengembalian hasil sahamnya tetap sensitif terhadap kinerja keuangan, intensitas modal, perubahan teknologi, dan ketidakpastian pasar. Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh Return on Assets (ROA), Debt to Asset Ratio (Utang terhadap Aset), Current Ratio (CR), dan Earnings per Share (EPS) terhadap pengembalian hasil saham di antara perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan dan informasi harga saham untuk periode 2017-2021. Sampel terdiri dari 10 perusahaan telekomunikasi yang dipilih melalui purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan Model Efek Tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Return on Assets (ROA) memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap pengembalian hasil saham, yang mengindikasikan bahwa profitabilitas berbasis aset bukanlah sinyal dominan bagi investor di sektor padat modal ini. Debt to Asset Ratio (Utang terhadap Aset) memiliki pengaruh negatif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa investor menganggap leverage yang tinggi sebagai risiko keuangan. Current Ratio (CR) juga memiliki pengaruh negatif dan signifikan, yang menyiratkan bahwa likuiditas yang berlebihan dapat menandakan pemanfaatan aset yang tidak efisien. Laba per Saham menunjukkan efek negatif, yang mengindikasikan bahwa investor mungkin menafsirkan laba dengan hati-hati ketika dipengaruhi oleh beban utang, depresiasi, dan siklus investasi teknologi. Temuan ini menunjukkan bahwa rasio keuangan harus ditafsirkan secara kontekstual di perusahaan telekomunikasi. Studi ini memberikan bukti spesifik sektor pada literatur pengembalian saham dan menawarkan implikasi bagi investor dan manajer keuangan perusahaan.