Diana Fitriana
Faculty of Law, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KRITIS ATAS RELEVANSI DAN KETERBATASAN PEMIKIRAN THOMISTIK DALAM FILSAFAT HUKUM MODERN Sugeng; Diana Fitriana; Widya Romasindah Aidy
Jurnal ADIL Vol 17 No 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ajl.v17i1.5810

Abstract

Artikel ini mengkaji rasionalitas hukum dari perspektif Thomistik dengan mendasarkan pembahasannya pada pemikiran Thomas Aquinas. Bagi Aquinas, hukum bukan semata-mata konstruksi sosial atau instrumen kekuasaan, melainkan partisipasi akal budi manusia dalam hukum abadi (lex aeterna) yang bersumber dari kebijaksanaan ilahi. Dengan demikian, hukum memiliki dimensi rasional sekaligus moral: hukum tidak hanya mengatur perilaku lahiriah manusia, tetapi juga mengarahkan manusia menuju kebaikan bersama (bonum commune). Dalam kerangka ini, rasionalitas hukum tidak dapat dipisahkan dari moralitas, karena keduanya berakar pada akal praktis yang berorientasi pada tujuan akhir kehidupan manusia. Artikel ini menyoroti tiga aspek utama. Pertama, dasar metafisik hukum dalam hubungannya dengan hukum abadi dan hukum kodrat (lex naturalis). Kedua, rasionalitas hukum sebagai prinsip yang memberikan legitimasi terhadap hukum positif. Ketiga, relevansi pemikiran Thomistik dalam menjawab tantangan sistem hukum modern yang kerap terjebak dalam positivisme dan terlepas dari nilai-nilai moral.  Dengan menegaskan kembali rasionalitas hukum dalam kerangka Thomistik, kajian ini berargumen bahwa kebijaksanaan abadi Aquinas menawarkan landasan filosofis yang kuat bagi integrasi antara hukum, moralitas, dan keadilan. Implikasi penelitian ini bersifat normatif sekaligus reflektif: hukum modern, khususnya dalam kerangka negara hukum, memerlukan fondasi yang tidak hanya rasional dalam arti instrumental, tetapi juga rasional dalam arti substantif, yaitu hukum yang berakar pada kebijaksanaan moral untuk mewujudkan keadilan sejati.
Playing a Role as a Mediator in Resolving Child Disputes Erwin Syahruddin; Sugeng Sugeng; Adi Nur Rohman; Diana Fitriana; Andre Cardenas; Alizah Ali
Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) JPHI Vol. 8 No. 2 (2025): July-December, 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jphi.v8i2.19272

Abstract

Sekolah Indonesia Davao (SID) in Mindanao, Philippines, was established in 1985 to provide education for Indonesian children. However, the main challenge faced is conflicts among students and between students and teachers, which are also influenced by family and social dynamics. The lack of knowledge about conflict resolution methods, such as mediation, has become a significant obstacle in creating a conducive learning environment. This activity aims to introduce mediation as a conflict resolution solution through socialization and training for students at Sekolah Indonesia Davao. The methodology used includes initial observation, interviews with teachers and students, problem mapping, the formation of a training team, and the implementation of socialization and training activities using role-playing as mediators. The results of the activity showed an increased understanding of mediation concepts and the ability to practice simple conflict resolution among students. The role-playing method proved to be effective in engaging students, although the limitation of students' proficiency in the Indonesian language was identified as one of the challenges. In conclusion, the introduction of mediation can help create more effective conflict resolution solutions in the school environment. It is recommended that similar activities be continued with a focus on improving students' Indonesian language skills and involving more stakeholders, such as parents and the local community, to broaden the program's impact. Thus, the results of this program can serve as a foundation for developing conflict resolution methods in similar schools.