Sri Mulyani
Politeknik Negeri Sambas

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Teknologi Pengering Kulit Jeruk dalam Upaya Diversifikasi Produk pada Kelompok Tani Buluh Serumpun Sangkala Sangkala; Pande Putu Agus Santoso; Kiki Kristiandi; Sri Mulyani; Rona Safrina; Aliwasa Aliwasa; Uswatun Khasanah; Rizky Fratama; Rini Rini
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 3 Juli - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i3.6645

Abstract

Jeruk siam merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Sambas dengan produksi mencapai 90.040 ton pada tahun 2024. Namun, tingginya tingkat kerusakan pascapanen yang mencapai 20–40% menyebabkan sebagian produk tidak memenuhi standar pasar dan berakhir sebagai limbah, terutama pada bagian kulit. Padahal, kulit jeruk siam memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, vitamin C, dan minyak atsiri yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Salah satu kendala utama dalam pemanfaatannya adalah kadar air yang tinggi sehingga mudah rusak. Oleh karena itu, diperlukan teknologi pengolahan yang tepat, salah satunya melalui proses pengeringan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menerapkan teknologi pengeringan kulit jeruk siam guna meningkatkan nilai tambah limbah pada Kelompok Tani Buluh Serumpun. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan aplikatif dengan tahapan meliputi persiapan, instalasi alat, pelatihan dan pendampingan, uji coba produksi, monitoring dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan alat pengering mampu meningkatkan efisiensi proses pengeringan dengan waktu sekitar 4 jam serta menghasilkan produk kulit jeruk kering dengan kualitas yang lebih stabil. Peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan limbah menjadi produk diversifikasi seperti teh kulit jeruk dan sabun batang. Selain itu, program ini juga meningkatkan motivasi dan kemandirian kelompok tani dalam mengembangkan usaha berbasis limbah. Dengan demikian, penerapan teknologi pengeringan kulit jeruk siam efektif dalam mengurangi limbah, meningkatkan nilai ekonomi, serta berpotensi dikembangkan sebagai model agroindustri berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Teh Herbal Kulit Jeruk Siam di Desa Gapura Kabupaten Sambas Kiki Kristiandi; Sangkala Sangkala; Sri Mulyani; Dewi Merdekawati; Nurul Fatimah Yunita; Rona Safrina; Ita Hardianti; Aliwasa Aliwasa; Uswatun Khasanah; Rizky Fratama; Rini Rini
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 3 Juli - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i3.6644

Abstract

Teh herbal merupakan minuman yang dibuat dari bahan selain daun teh (Camellia sinensis) seperti daun, bunga, buah, biji, akar, maupun kulit tanaman yang dikeringkan dan diseduh dengan air panas. Teh herbal dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain sebagai antioksidan, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu relaksasi, serta mendukung kesehatan pencernaan. Salah satu teh herbal yang berpotensi dikembangkan adalah teh herbal kulit jeruk siam, yang memanfaatkan limbah kulit buah menjadi produk bernilai tambah. Kabupaten Sambas sebagai sentra produksi jeruk siam memiliki ketersediaan bahan baku yang melimpah, namun pemanfaatan kulit jeruk masih belum optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kulit jeruk siam menjadi teh herbal. Kegiatan dilaksanakan di Desa Gapura pada bulan Agustus 2025 dengan melibatkan 23 peserta menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, penyuluhan, demonstrasi dan praktik, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam proses pengolahan teh herbal kulit jeruk siam. Peserta mampu memahami teknik pengolahan yang meliputi pencucian, pemotongan, pengeringan, hingga pengemasan. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik warna cokelat kekuningan, aroma khas jeruk, serta rasa yang menyegarkan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peserta terhadap potensi ekonomi dari pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai produk usaha rumah tangga. Secara keseluruhan, pelatihan pembuatan teh herbal kulit jeruk siam memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Keberlanjutan program melalui pendampingan dan inovasi produk diperlukan untuk mendukung pengembangan produk secara berkelanjutan.