Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penguatan Keterampilan Penetapan Harga Produk Olahan Jeruk Siam bagi Kelompok Tani Buluh Serumpun di Desa Gapura Sri Mulyati; Kiki Kristiandi; Sangkala Sangkala; Ita Hardianti; Rona Safrina; Aliwasa Aliwasa; Uswatun Khasanah; Rizky Fratama; Rini Rini
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 3 Juli - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i3.6646

Abstract

Olahan jeruk siam merupakan diversifikasi terhadap buah jeruk dengan memberikan nilai tambah pada hasil pertanian. Olahan jeruk siam akan menghasilkan produk dan peluang pasar baru. Agar tidak terjadinya kerugian dalam produk baru maka perlu adanya penguatan dalam penetapan harga. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan penguatan terhadap keterampilan dalam penentuan harga pada produk olahan jeruk siam yang baru di kelompok tani buluh serumpun. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah secara Participatory Action Research. Dengan jumlah peserta yang terlibat sebanyak 23 orang dan merupakan kelompok tani buluh serumpun. Olahan yang dibuat dalam PKM ini adalah sebanyak 4 produk. Teknik pengumpulan data meliputi identifikasi permasalahan, penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini mendapatkan tanggapan yang positif dari peserta dengan rata-rata penilaian terbesar adalah sebesar 12,8 % menyatakan sangat puas, sedangkan untuk hasil perhitungan harga pada produk ecoenzym yang memiliki harga paling murah (Rp. 1,966) dan untuk produk yang mahal berada pada produk sabun cair (Rp. 39,840). bahwa dengan adanya pelatihan ini kelompok tani buluh serumpun dapat menentukan harga dan dapat menghindari kerugian yang lebih besar. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menghitung harga pokok produksi serta menetapkan harga jual yang tepat. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam membantu kelompok tani menghindari potensi kerugian serta mendorong pengembangan usaha olahan jeruk siam yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.
Pelatihan Pembuatan Teh Herbal Kulit Jeruk Siam di Desa Gapura Kabupaten Sambas Kiki Kristiandi; Sangkala Sangkala; Sri Mulyani; Dewi Merdekawati; Nurul Fatimah Yunita; Rona Safrina; Ita Hardianti; Aliwasa Aliwasa; Uswatun Khasanah; Rizky Fratama; Rini Rini
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 3 Juli - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i3.6644

Abstract

Teh herbal merupakan minuman yang dibuat dari bahan selain daun teh (Camellia sinensis) seperti daun, bunga, buah, biji, akar, maupun kulit tanaman yang dikeringkan dan diseduh dengan air panas. Teh herbal dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain sebagai antioksidan, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu relaksasi, serta mendukung kesehatan pencernaan. Salah satu teh herbal yang berpotensi dikembangkan adalah teh herbal kulit jeruk siam, yang memanfaatkan limbah kulit buah menjadi produk bernilai tambah. Kabupaten Sambas sebagai sentra produksi jeruk siam memiliki ketersediaan bahan baku yang melimpah, namun pemanfaatan kulit jeruk masih belum optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kulit jeruk siam menjadi teh herbal. Kegiatan dilaksanakan di Desa Gapura pada bulan Agustus 2025 dengan melibatkan 23 peserta menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, penyuluhan, demonstrasi dan praktik, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam proses pengolahan teh herbal kulit jeruk siam. Peserta mampu memahami teknik pengolahan yang meliputi pencucian, pemotongan, pengeringan, hingga pengemasan. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik warna cokelat kekuningan, aroma khas jeruk, serta rasa yang menyegarkan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peserta terhadap potensi ekonomi dari pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai produk usaha rumah tangga. Secara keseluruhan, pelatihan pembuatan teh herbal kulit jeruk siam memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Keberlanjutan program melalui pendampingan dan inovasi produk diperlukan untuk mendukung pengembangan produk secara berkelanjutan.
PERBANDINGAN RANDOM FOREST, NAIVE BAYES, DAN HEURISTIC POUR UNTUK ANALISIS SENTIMEN MBG Ita Hardianti; Feby Charlos; Kanim Kanim
Biner : Jurnal Ilmiah Informatika dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/biner.v5i2.11465

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan intervensi gizi nasional yang memicu beragam respons masyarakat di media sosial, khususnya YouTube. Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen publik terhadap program MBG, membandingkan kinerja Random Forest, Naive Bayes, dan Heuristic Pour, serta mengevaluasi pengaruh Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) dalam menangani ketidakseimbangan kelas. Sebanyak 2.278 komentar YouTube periode Agustus 2024–Januari 2025 diproses melalui tahapan cleaning, tokenizing, stopword removal, stemming, dan pembobotan TF-IDF. Evaluasi model dilakukan menggunakan 10-fold cross-validation berdasarkan confusion matrix, Precision, Recall, F1-score, dan Area Under Curve (AUC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Random Forest memberikan performa terbaik dengan akurasi 0,88 dan AUC 0,91. Penerapan SMOTE meningkatkan kemampuan model dalam mendeteksi sentimen positif sebagai kelas minoritas. Distribusi sentimen didominasi sentimen negatif lebih dari 87,5%. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terkait trade-off antara akurasi dan interpretabilitas dalam analisis sentimen berbahasa Indonesia.. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan komprehensif pendekatan machine learning dan rule-based  dipadukan dengan SMOTE pada analisis sentimen komentar YouTube berbahasa Indonesia terkait kebijakan MBG. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai efektivitas penanganan ketidakseimbangan kelas dan menjadi referensi dalam pengembangan analisis sentimen untuk evaluasi kebijakan publik
Integrating Agronomic, Food Technology, and Mechanical Engineering Aspects in the Development of Job’s Tears (Coix lacryma-jobi L.) as a Functional Food Commodity: A Systematic Literature Review Kiki Kristiandi; Ita Hardianti; Sangkala Sangkala; Sri Mulyati; Indri Magfirah
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 4 No. 2 (2026): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v4i2.1086

Abstract

The current trend in food consumption is shifting toward healthy and functional foods, driving global efforts to identify local food sources with high nutritional value and strong economic potential. One promising cereal crop in terms of development and growth is Job’s tears (Coix lacryma-jobi L.). This plant contains protein, starch, and various bioactive compounds such as coixenolide, coixol, and phenolics, which exhibit antioxidant, anticancer, and antidiabetic activities. The objective of this study was to identify and analyze relevant studies using a Systematic Literature Review (SLR) approach based on publications indexed in the Sinta Science and Technology Index (rank 1–6). From a total of 132 articles collected between 2011 and 2024, 32 were selected and analyzed thematically and descriptively following the PRISMA guidelines. The results from these 32 studies show that research on Job’s tears has significantly increased during 2018–2023, with a focus distribution of 40.6% on food technology, 34.4% on agronomy, and 25% on mechanical engineering. Integration among these fields indicates that agronomic aspects support the selection of superior stress-tolerant varieties, food technology contributes to the development of value-added gluten-free products such as snack bars, noodles, and sponge cakes, while mechanical engineering enhances post-harvest efficiency with yields of up to 70%. Eight integrative studies highlight the importance of synergy among the three disciplines to achieve sustainable Job’s tears development from upstream to downstream. In conclusion, a multidisciplinary approach is key to strengthening the added value, production efficiency, and sustainability of Job’s tears as a potential functional food commodity in Indonesia.