Teh herbal merupakan minuman yang dibuat dari bahan selain daun teh (Camellia sinensis) seperti daun, bunga, buah, biji, akar, maupun kulit tanaman yang dikeringkan dan diseduh dengan air panas. Teh herbal dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain sebagai antioksidan, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu relaksasi, serta mendukung kesehatan pencernaan. Salah satu teh herbal yang berpotensi dikembangkan adalah teh herbal kulit jeruk siam, yang memanfaatkan limbah kulit buah menjadi produk bernilai tambah. Kabupaten Sambas sebagai sentra produksi jeruk siam memiliki ketersediaan bahan baku yang melimpah, namun pemanfaatan kulit jeruk masih belum optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kulit jeruk siam menjadi teh herbal. Kegiatan dilaksanakan di Desa Gapura pada bulan Agustus 2025 dengan melibatkan 23 peserta menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, penyuluhan, demonstrasi dan praktik, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam proses pengolahan teh herbal kulit jeruk siam. Peserta mampu memahami teknik pengolahan yang meliputi pencucian, pemotongan, pengeringan, hingga pengemasan. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik warna cokelat kekuningan, aroma khas jeruk, serta rasa yang menyegarkan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peserta terhadap potensi ekonomi dari pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai produk usaha rumah tangga. Secara keseluruhan, pelatihan pembuatan teh herbal kulit jeruk siam memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Keberlanjutan program melalui pendampingan dan inovasi produk diperlukan untuk mendukung pengembangan produk secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026