Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Artificial Intelligence Berbasis Wordwall Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Immanuel Damayanto Nugroho; Aprilius Nahak; Moralman Gulo; Indah Kariawati Gulo; Krisbianto Anes
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v4i3.1865

Abstract

This research is motivated by the low level of student learning engagement, which remains a challenge in education. In class, students often tend to be passive, reluctant to ask questions, and less involved in discussions, resulting in less interactive learning. This study aims to determine the effect of Wordwall-based AI on student learning engagement and to determine the extent of this influence. The method used was quantitative research with a correlational approach. Data were analyzed using the coefficient of determination test. The results showed an R-square value of 0.394, indicating that the use of Wordwall contributed 39.4% to student learning engagement. Meanwhile, 60.6% was influenced by factors outside the research variables. Therefore, the use of Wordwall-based AI can be an alternative learning medium to increase student learning engagement.
Sejarah yang Tersembunyi: Kontribusi Perempuan dalam Pengembangan Gereja di Indonesia Johan Natanael Sitinjak; Aprilius Nahak
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/juilmu.v3i1.82-94

Abstract

Sejarah perkembangan gereja di Indonesia selama ini cenderung menampilkan peran tokoh laki-laki sebagai aktor utama, sehingga kontribusi perempuan sering kali terpinggirkan dan kurang terdokumentasikan secara sistematis. Kondisi ini menimbulkan ketimpangan dalam pemahaman historiografi gereja serta berdampak pada pengakuan peran perempuan dalam kehidupan bergereja masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengungkap kontribusi perempuan dalam pengembangan gereja di Indonesia sebagai subjek historis yang aktif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dengan menganalisis berbagai sumber tertulis seperti buku sejarah gereja, jurnal ilmiah, dokumen gerejawi, dan kajian teologis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran signifikan dalam pendidikan iman, pelayanan diakonia, pembinaan jemaat, serta kepemimpinan dalam ruang-ruang non-formal gereja. Namun, kontribusi tersebut sering tidak memperoleh pengakuan struktural dan historis akibat pengaruh budaya patriarkal dan penafsiran teologis yang bias gender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan rekonstruksi sejarah gereja yang inklusif dan kritis agar peran perempuan diakui secara adil, sekaligus mendorong pembaruan paradigma pelayanan dan kepemimpinan gereja di Indonesia.
Oikumene di Era Digital: Membangun Kesatuan Gereja Melalui Media Sosial Johan Natanael Sitinjak; Aprilius Nahak; Monika Tang
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i2.99-112

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial, telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan beragama, termasuk dalam upaya membangun kesatuan gereja (oikumene). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam membangun kesatuan gereja di era digital, mengidentifikasi tantangan yang muncul, serta merumuskan strategi oikumene yang kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, dengan menganalisis berbagai literatur teologi dan komunikasi digital yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai ruang dialog, sarana kolaborasi pelayanan, dan media kesaksian iman lintas denominasi. Namun demikian, terdapat berbagai tantangan seperti polarisasi teologis, eksklusivisme digital, serta penyebaran misinformasi yang dapat menghambat terwujudnya kesatuan gereja. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang mencakup penguatan prinsip teologis kesatuan dalam kasih, peningkatan literasi digital teologis, serta penerapan etika komunikasi Kristen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana efektif dalam membangun oikumene apabila digunakan secara bijaksana dan berlandaskan nilai-nilai iman Kristen.