Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tradisi kematian yang masih dijaga oleh masyarakat adat Kampung Jalawastu sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Fokus dari penelitian ini mencakup proses pengurusan jenazah, tradisi kematian, aturan bentuk makam, serta tradisi sawer warung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan teknik simak catat serta rekam terhadap masyarakat Kampung Adat Jalawastu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami arti dan pengalaman masyarakat terkait tradisi kematian yang mereka laksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengurusan jenazah di Kampung Jalawastu mengikuti ajaran Islam, yang mencakup memandikan, mengafani, menyalati, dan menguburkan jenazah. Selain itu, masyarakat juga melaksanakan berbagai tradisi kematian seperti surtanah, telung dina, mitung dina, nyeket, nyatus, mendak, nyewu, dan nyadran sebagai penghormatan kepada leluhur serta doa untuk almarhum. Ketentuan adat juga tercermin dalam bentuk makam yang tidak diperbolehkan menggunakan semen, keramik, atau batu bata, hanya menggunakan batu alami dan kayu. Tradisi sawer warung yang dilaksanakan saat acara pemakaman juga masih dipelihara karena diyakini memiliki makna simbolis sebagai tolak bala dan bentuk penghormatan kepada tradisi leluhur. Tradisi-tradisi ini menunjukkan kuatnya nilai sosial, budaya, dan spiritual dalam kehidupan masyarakat di Kampung Jalawastu.