Ana Fauziya Diana (Universitas Siliwangi)
Universitas Siliwangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Konsep Larangan Monopoli (Ihtikar) dalam Pemikiran Ibnu Taimiyah serta Relevansinya terhadap Ekonomi Kontemporer Sri Devi Mulyasari (Universitas Siliwangi); Nadia Putri Aulia (Universitas Siliwangi); Agustin Mutmainah (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep larangan monopoli (ihtikar) dalam pemikiran Ibnu Taimiyah serta mengkaji relevansinya terhadap dinamika ekonomi kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode konseptual-normatif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari karya-karya Ibnu Taimiyah sebagai sumber primer serta jurnal dan literatur ekonomi Islam sebagai sumber sekunder, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif ekonomi Islam, monopoli tidak hanya dipahami sebagai struktur pasar yang dikuasai satu pelaku, tetapi sebagai praktik yang menimbulkan ketidakadilan dan distorsi distribusi, khususnya melalui tindakan penimbunan barang kebutuhan pokok untuk memperoleh keuntungan berlebih. Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa kebebasan ekonomi harus tunduk pada prinsip keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan terhadap masyarakat. Hak milik pribadi tidak bersifat absolut apabila bertentangan dengan kepentingan publik, sehingga negara memiliki legitimasi untuk melakukan intervensi demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang. Dalam konteks ekonomi kontemporer yang ditandai globalisasi, kapitalisme, dan disrupsi digital, pemikiran Ibnu Taimiyah tetap relevan sebagai landasan normatif dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang berorientasi pada keadilan distributif, perlindungan konsumen, dan kesejahteraan sosial.
Konsep Maslahah Dalam Pemikiran Imam Malik Bin Anas dan Implikasinya Terhadap Sistem Zakat Dania Husna (Universitas Siliwangi); Indah Rosidah Nuraini (Universitas Siliwangi); Ratih Maulida (Universitas Siliwangi); Sintya Raya Kurniawati (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4888

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep maslahah dalam pemikiran Imam Malik bin Anas serta implikasinya terhadap sistem zakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari literatur fikih klasik dan kajian ilmiah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Malik menempatkan maslahah mursalah sebagai prinsip penting dalam penetapan hukum, khususnya dalam persoalan sosial dan ekonomi. Dalam konteks zakat, prinsip maslahah menekankan kemaslahatan umum melalui pembatasan distribusi zakat fitrah kepada fakir dan miskin serta pengelolaan zakat harta yang berorientasi pada keberlanjutan kesejahteraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep maslahah dalam pemikiran Imam Malik memiliki relevansi tinggi dalam pengembangan sistem zakat yang adil, adaptif, dan selaras dengan tujuan syariah (maq??id al-syar?‘ah).