Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
Universitas Siliwangi

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Konsep Larangan Monopoli (Ihtikar) dalam Pemikiran Ibnu Taimiyah serta Relevansinya terhadap Ekonomi Kontemporer Sri Devi Mulyasari (Universitas Siliwangi); Nadia Putri Aulia (Universitas Siliwangi); Agustin Mutmainah (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep larangan monopoli (ihtikar) dalam pemikiran Ibnu Taimiyah serta mengkaji relevansinya terhadap dinamika ekonomi kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode konseptual-normatif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari karya-karya Ibnu Taimiyah sebagai sumber primer serta jurnal dan literatur ekonomi Islam sebagai sumber sekunder, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif ekonomi Islam, monopoli tidak hanya dipahami sebagai struktur pasar yang dikuasai satu pelaku, tetapi sebagai praktik yang menimbulkan ketidakadilan dan distorsi distribusi, khususnya melalui tindakan penimbunan barang kebutuhan pokok untuk memperoleh keuntungan berlebih. Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa kebebasan ekonomi harus tunduk pada prinsip keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan terhadap masyarakat. Hak milik pribadi tidak bersifat absolut apabila bertentangan dengan kepentingan publik, sehingga negara memiliki legitimasi untuk melakukan intervensi demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang. Dalam konteks ekonomi kontemporer yang ditandai globalisasi, kapitalisme, dan disrupsi digital, pemikiran Ibnu Taimiyah tetap relevan sebagai landasan normatif dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang berorientasi pada keadilan distributif, perlindungan konsumen, dan kesejahteraan sosial.
Analisis Kebijakan Fiskal Era Umar bin Khattab: Transformasi Konsep Welfare State dalam Ekonomi Modern Amalia Jayadi (Universitas Siliwangi); Aghniya Firja 'Ainunnisa (Universitas Siliwangi); Novia Rizki Fitriah (Universitas Siliwangi); Resti Aulia Aminarti (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauzia (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan fiskal pada masa pemerintahan Umar bin Khattab serta relevansinya terhadap konsep welfare state dalam ekonomi modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) yang bersumber dari buku, jurnal, dan literatur ilmiah terkait ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan fiskal pada masa Umar bin Khattab telah mencerminkan prinsip negara kesejahteraan melalui diversifikasi sumber pendapatan negara seperti zakat, kharaj, jizyah, dan usyur, serta pengelolaan Baitul Mal sebagai lembaga pengelola keuangan negara. Pendapatan tersebut kemudian dialokasikan untuk jaminan sosial, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan fasilitas publik. Dengan demikian, kebijakan fiskal pada masa Umar bin Khattab dapat dipahami sebagai bentuk awal (proto welfare state) yang memiliki relevansi dengan konsep negara kesejahteraan dalam sistem ekonomi modern.
Hukum Riba Dalam Islam: Pengaruh Riba Terhadap Kehidupan Ekonomi Bermasyarakat Naufal Tsani Al Mughni (Universitas Siliwangi); Dea Shofiya Nurlaela (Universitas Siliwangi); Sania Fauziah (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 01 (2025): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i01.3994

Abstract

Riba menjadi salah satu hal yang cukup fundamental dalam kajian ekonomi islam  yang memiliki implikasi luas terhadap sistem ekonomi serta kehidupan bermasyarakat akan tetatpi banyak masyarakat khususnya masyarakat muslim yang belum mengerti dan paham tentang hal tersebut. Islam telah menawarkan konsep mendasar terhadap ekonomi yang adil dan tidak merugikan diaantara kedua belah pihak dan menjelaskan mengenai dampak yang akan terjadi apabila Riba merajarela di kehidupan ekonomi bermasyarakat sehingga menciptakan lingkungan yang adil nan bijaksana dalam kehidupan bermasyarakat. . Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah ayat Al-Qur’an, hadis, dan literatur ekonomi Islam. Hasil menunjukan bahwa nilai-nilai islam yang dibawa itu membawa kemaslahatan dan keadilan kepada umat manusia dengan mengharamkan riba yang merugikan serta dapat berdampak bagi ekonomi bermasyarakat. Hukum tersebut dapat membawa ekonomi bermasyarakat menuju ekonomi yang adil nan bijaksana dan sebagai bukti bahwa islam membawa kebaikan bagi seluruh umat manusia dengan menciptakan kesejahteraan kepada masyarakat karena telah memberikan aturan atau hukum yang adil dan tidak tumpang tindih.
Peran Maqashid Syari’ah dalam Mewujudkan Keadilan, Kesejahteraan, dan Stabilitas Sistem Ekonomi Islam: Perspektif Umar Chapra Risa Aprilida (Universitas Siliwangi); Yulfi Rohmatul Hasanah (Universitas Siliwangi); Dzakwan Afaf Muhammad (Universitas Siliwangi); M.Aditya Saputra (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziyah Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4892

Abstract

This study aims to analyze the role of Maqashid al-Shari’ah in realizing justice, welfare, and stability within the Islamic economic system from the perspective of Umar Chapra. Maqashid al-Shari’ah, as the fundamental objectives of Islamic law, emphasizes the protection of religion (hifz ad-din), life (hifz an-nafs), intellect (hifz al-‘aql), lineage (hifz an-nasl), and wealth (hifz al-mal), which substantively form the normative foundation for developing a just and balanced economic system. According to Umar Chapra, the Islamic economic system is not merely oriented toward material growth but also toward equitable wealth distribution, poverty alleviation, moral development, and socio-economic stability.This research employs a qualitative approach using a library research method by examining Umar Chapra’s major works and relevant literature on Maqashid al-Shari’ah and Islamic economics. The findings indicate that the implementation of Maqashid al-Shari’ah in fiscal, monetary, and Islamic financial policies can create a balance between economic efficiency and distributive justice. Principles such as the prohibition of riba (usury), the obligation of zakat, and the strengthening of the real sector play significant roles in maintaining economic stability and preventing structural crises. In conclusion, Umar Chapra’s perspective affirms that Maqashid al-Shari’ah serves as both a philosophical and operational framework in constructing a just, sustainable, and welfare-oriented Islamic economic system. This study is expected to contribute to the enrichment of Islamic economic scholarship and to serve as a reference for policy formulation based on Shari’ah values.
Etika Produksi Halal Dalam Tafsir Ayat dan Hadist: Analisis UMKM Kuliner Di Yogyakarta Teguh Abdul Aziz (Universitas Siliwangi); Wibana Rifat Alfarrel (Universitas Siliwangi); Hizqiel Nadjib Yasin (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 01 (2025): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i01.3947

Abstract

Penelitian ini mengkaji dimensi etika produksi halal dengan merujuk pada tafsir Al-Qur’an dan Hadist, serta menitikberatkan pada UMKM kuliner di Yogyakarta. Tujuan penelitian adalah menelaah penerapan nilai-nilai kebersihan, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dalam proses produksi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta telaah literatur tafsir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM kuliner telah berupaya menjalankan prinsip halal, meskipun masih terdapat kendala terkait transparansi bahan, kepemilikan sertifikasi resmi, dan keberlanjutan pengawasan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan etika halal bukan hanya bentuk kepatuhan syariat, tetapi juga strategi untuk membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing. Penelitian ini terbatas pada sektor kuliner di Yogyakarta sehingga hasilnya tidak sepenuhnya dapat digeneralisasi. Dari sisi praktis, penelitian ini menekankan perlunya penguatan sistem sertifikasi halal, sementara dari sisi sosial, etika halal berperan dalam membangun praktik ekonomi yang adil, terpercaya, dan berkelanjutan.
Larangan Ihtikar sebagai Instrumen Keadilan Pasar: Studi Kasus Praktik Penimbunan BBM Subsidi di Bangka Yuliani (Universitas Siliwangi); Muhamad Hata (Universitas Siliwangi); Nanda Pratiwi (Universitas Siliwangi); Syahla Fauziyyah Farhah (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziyah (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.5027

Abstract

Penelitian ini mengkaji larangan ihtikar (penimbunan) sebagai instrumen keadilan pasar dalam pemikiran ekonomi Islam dan relevansinya terhadap kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan menggunakan pendekatan normatif-yuridis kualitatif yang dikombinasikan dengan analisis studi kasus, penelitian ini menelusuri perkembangan historis larangan ihtikar dari tradisi kenabian hingga pemikiran ulama klasik seperti al-Ghaz?l?, Ibnu Taimiyyah, dan Ibnu Khald?n, serta mengevaluasi penerapannya pada distorsi pasar modern. Temuan menunjukkan bahwa kasus penimbunan BBM di Bangka melibatkan 42.000 liter solar bersubsidi memiliki kesamaan struktural dengan ihtikar klasik dalam hal penciptaan kelangkaan artifisial, eksploitasi sistem subsidi publik, dan kerugian bagi kesejahteraan umum (muamalah). Penelitian ini berargumen bahwa pengintegrasian doktrin ihtikar ke dalam kerangka regulasi kontemporer dapat berfungsi sebagai mekanisme pencegahan dan penegakan hukum yang kuat terhadap spekulasi komoditas dan penyalahgunaan subsidi.
Konsep Maslahah Dalam Pemikiran Imam Malik Bin Anas dan Implikasinya Terhadap Sistem Zakat Dania Husna (Universitas Siliwangi); Indah Rosidah Nuraini (Universitas Siliwangi); Ratih Maulida (Universitas Siliwangi); Sintya Raya Kurniawati (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4888

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep maslahah dalam pemikiran Imam Malik bin Anas serta implikasinya terhadap sistem zakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari literatur fikih klasik dan kajian ilmiah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Malik menempatkan maslahah mursalah sebagai prinsip penting dalam penetapan hukum, khususnya dalam persoalan sosial dan ekonomi. Dalam konteks zakat, prinsip maslahah menekankan kemaslahatan umum melalui pembatasan distribusi zakat fitrah kepada fakir dan miskin serta pengelolaan zakat harta yang berorientasi pada keberlanjutan kesejahteraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep maslahah dalam pemikiran Imam Malik memiliki relevansi tinggi dalam pengembangan sistem zakat yang adil, adaptif, dan selaras dengan tujuan syariah (maq??id al-syar?‘ah). 
Kebebasan Bertransaksi Dalam Ekonomi Islam Periode Pertama: Kontribusi Pemikiran Abu Hanifah Terhadap Sistem Keuangan Syariah Dinda Hafnita (Universitas Siliwangi); Alisya Meitasari Wardani (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziyah Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4818

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kebebasan bertransaksi dalam pemikiran ekonomi Islam periode pertama serta kontribusi Abu Hanifah terhadap sistem keuangan syariah kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode historis-filosofis melalui studi kepustakaan terhadap literatur fikih klasik dan teori ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abu Hanifah menekankan prinsip kebebasan berakad (hurriyat al-ta‘aqud) yang berlandaskan pada keadilan, kerelaan para pihak (taradhi), serta larangan gharar dan riba. Pendekatan rasional dan kontekstual (ahl al-ra’y) memberikan fleksibilitas dalam aktivitas muamalah tanpa mengabaikan prinsip syariah. Fleksibilitas tersebut menjadi dasar pengembangan berbagai akad pada lembaga keuangan syariah modern, seperti murabahah, mudharabah, dan ijarah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Abu Hanifah berkontribusi penting dalam membangun keseimbangan antara kebebasan pasar dan batasan etis-religius, sehingga tetap relevan dalam sistem keuangan syariah masa kini.
Ketidakstabilan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Dalam Perspektif Ekonomi Islam Ade Setiawan (Universitas Siliwangi); Fiqri Muhammad Fauzi (Universitas Siliwangi); Muhamad Nur Faidz (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 01 (2025): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i01.4033

Abstract

Penelitian ini mengkaji ketidakstabilan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika dalam perspektif ekonomi Islam dengan menyoroti pengaruh fluktuasi kurs terhadap stabilitas makroekonomi dan lembaga keuangan syariah. Ketidakstabilan tersebut tidak bersifat sementara, melainkan mencerminkan kerentanan struktural akibat faktor fundamental domestik dan tekanan eksternal. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa pelemahan Rupiah sering diikuti oleh pelebaran defisit transaksi berjalan dan penurunan cadangan devisa, yang berdampak pada risiko pembiayaan syariah. Dalam pandangan Islam, fluktuasi akibat spekulasi bertentangan dengan prinsip keadilan dan mengandung gharar dalam akad al-sharf. Oleh karena itu, stabilitas nilai tukar perlu dijaga melalui kebijakan moneter yang selaras dengan prinsip syariah, seperti penguatan sektor riil dan pengendalian spekulasi, guna mewujudkan keadilan dan kemaslahatan ekonomi.
Perkembangan Madzhab Pemikiran Ekonomi Islam dan Implementasinya Dalam Sistem Ekonomi Bayu Jati Supandi (Universitas Siliwangi); Indri Aprilianti (Universitas Siliwangi); Naila Lutfiah (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziyah Diana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4817

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan madzhab pemikiran ekonomi Islam serta implementasinya dalam sistem ekonomi modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari buku, jurnal, dan literatur akademik terkait ekonomi Islam. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memahami karakteristik serta relevansi berbagai madzhab pemikiran ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran ekonomi Islam berkembang melalui beberapa madzhab utama, seperti madzhab Baqir al-Sadr, madzhab mainstream, dan madzhab alternatif kritis. Setiap madzhab memiliki pendekatan berbeda dalam memandang peran nilai syariah, mekanisme pasar, dan distribusi kesejahteraan. Implementasinya di Indonesia terlihat dari berkembangnya lembaga keuangan syariah dan institusi ekonomi Islam yang mengintegrasikan prinsip syariah dengan sistem ekonomi modern
Co-Authors Abdullah Rasyiqul Abid (Universitas Siliwangi) Ade Setiawan (Universitas Siliwangi) Adis Lestari (Universitas Siliwangi) Aghniya Firja 'Ainunnisa (Universitas Siliwangi) Agustin Mutmainah (Universitas Siliwangi) Ai Elga Agustina (Universitas Siliwangi) Ai Siti Patimah (Universitas Siliwangi) Ajang Gina April Mauludin (Universitas Siliwangi) Alfian Setiawan (Universitas Siliwangi) Alisya Meitasari Wardani (Universitas Siliwangi) Amalia Jayadi (Universitas Siliwangi) Ana Fauzia (Universitas Siliwangi) Ana Fauzia Diana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Diana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Dinaya (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziyah (Universitas Siliwangi) Ana Fauziyah Diana (Universitas Siliwangi) Ana Fauziyah Diyana (Universitas Siliwangi) Anisa Nurul Hidayanti (Universitas Siliwangi) Annisa Nurhidayah Somantri (Universitas Siliwangi) Ardikan Haikal Taufiqulloh (Universitas Siliwangi) Ari Purnama (Universitas Siliwangi) Ariqa Dhiaulhaq (Universitas Siliwangi) Aulia Maretsa (Universitas Siliwangi) Aura Awaliya Nurhasanah (Universitas Siliwangi) Ayuni Rahma Fauziyah (Universitas Siliwangi) Azkya Dwi Zulfa (Universitas Siliwangi) Bayu Jati Supandi (Universitas Siliwangi) Dania Husna (Universitas Siliwangi) Dea Shofiya Nurlaela (Universitas Siliwangi) Desiana Putrindwika (Universitas Siliwangi) Dika Diaulhaq (Universitas Siliwangi) Dina Nindiya Sari (Universitas Siliwangi) Dinda Hafnita (Universitas Siliwangi) Dzakwan Afaf Muhammad (Universitas Siliwangi) Fadlan Rizki Fauzi (Universitas Siliwangi) Fahmi Alfarid (Universitas Siliwangi) Farhana Rahayu (Universitas Siliwangi) Farhana Rahayu (Unversitas Siliwangi) Fauzi danar Zulfikar (Universitas Siliwangi) Fia Aulia Yasyroh (Universitas Siliwangi) Fina Damayanti (Universitas Siliwangi) Fiqri Muhammad Fauzi (Universitas Siliwangi) Haikal Ghazali (Universitas Siliwangi) Haikal Muhamad Ghazali (Universitas Siliwangi) Hizqiel Nadjib Yasin (Universitas Siliwangi) Husni Ansori (Universitas Siliwangi) Indah Rosidah Nuraini (Universitas Siliwangi) Indri Aprilianti (Universitas Siliwangi) Intan Nuraeni (Universitas Siliwangi) Intan Rahayu (Universitas Siliwangi) Khaisya Awis Malaya (Universitas Siliwangi) Khaisya Awis Putri Malaya (Universitas Siliwangi) Khaisya Awis Putri Malaya (Unversitas Siliwangi) Lucky Ihsan Nugraha (Universitas Siliwangi) M.Aditya Saputra (Universitas Siliwangi) Mila Sartika (Universitas Siliwangi) Mirna Sukma Rahayu (Universitas Siliwangi) Mu'fi Nadhif Pranaja (Universitas Siliwangi) Mufidah (Universitas Siliwangi) Muhamad Hata (Universitas Siliwangi) Muhamad Nur Faidz (Universitas Siliwangi) Muhammad Natsir Sidik (Universitas Siliwangi) Muhammad Nazar Fauzan Faturohman (Universitas Siliwangi) Muhammad Rizkan Arrofi (Universitas Siliwangi) Muhammad Rizqi Muharrom (Universitas Siliwangi) Nadhif Pranaja (Universitas Siliwangi) Nadia Putri Aulia (Universitas Siliwangi) Naila Lutfiah (Universitas Siliwangi) Nanda Pratiwi (Universitas Siliwangi) Naufal Ammar Rivardi (Universitas Siliwangi) Naufal Tsani Al Mughni (Universitas Siliwangi) Nazwa Maulida (Universitas Siliwangi) Neneng Shinta Putri (Universitas Siliwangi) Nia Amelia (Universitas Siliwangi) Nisa Nur Afifah (Universitas Siliwangi) Novia Rizki Fitriah (Universitas Siliwangi) Putri Ana Marisa (Universitas Siliwangi) Putri Nandini (Universitas Siliwangi) Rafidatunnisa Naifa Ramadhani (Universitas Siliwangi) Rafif Furqan (Universitas Siliwangi) Rafif Furqon Furqon (Universitas Siliwangi) Rahma Aulia Zahra (Universitas Siliwangi) Raihan Fajar Nugraha (Universitas Siliwangi) Ratih Maulida (Universitas Siliwangi) Resti Aulia Aminarti (Universitas Siliwangi) Rexy Alief Pratama (Universitas Siliwangi) Reza Adhietya Nugraha (Universitas Siliwangi) Rifki Ahmad Tauhid (Universitas Siliwangi) Rina (Universitas Siliwangi) Rina Rahma Yuliana (Universitas Siliwangi) Risa Aprilida (Universitas Siliwangi) Risma Syapira (Universitas Siliwangi) Risma Syapira (Unversitas Siliwangi) Ryan Akbar Maulana (Universitas Siliwangi) Ryan Akbar Maulana (Universitas Siliwangi) Sabrina Savira Salsabilla (Universitas Siliwangi) Sania Fauziah (Universitas Siliwangi) Sintya Raya Kurniawati (Universitas Siliwangi) Sri Devi Mulyasari (Universitas Siliwangi) Sugih Patoni (Universitas Siliwangi) Syahla Fauziyyah Farhah (Universitas Siliwangi) Syahla’ Fauziyyah Farhah (Universitas Siliwangi) Teguh Abdul Aziz (Universitas Siliwangi) Tita Anita (Universitas Siliwangi) Ulfah Salsabila (Universitas Siliwangi) Vira Nuraprian (Universitas Siliwangi) Wibana Rifat Alfarrel (Universitas Siliwangi) Widia Anggraeni (Universitas Siliwangi) Yasya Syahrul Fath (Universitas Siliwangi) Yulfi Rohmatul Hasanah (Universitas Siliwangi) Yuliani (Universitas Siliwangi) Zahida Inayah (Universitas Siliwangi) Zahra Khoerunisa (Universitas Siliwangi) Zahra Laila Salsabila (Universitas Siliwangi) Zalza Rapika Fuji Ayu (Universitas Siliwangi)