Fahmi Alfarid (Universitas Siliwangi)
Universitas Siliwangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Riba Dalam Prespektif Al-Quran: Definisi, Jenis dan Larangan Hingga Solusi Taubat Bagi Pelakunya Nadia Putri Aulia (Universitas Siliwangi); Fina Damayanti (Universitas Siliwangi); Yasya Syahrul Fath (Universitas Siliwangi); Fahmi Alfarid (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 01 (2025): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i01.3930

Abstract

Riba adalah praktik yang memiliki dampak buruk pada aspek sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat secara historis. Al-Qur'an secara tegas melarang riba dan menggarisbawahi dampak serius yang dihadapi oleh mereka yang terlibat dalam praktik ini. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari riba dari sudut pandang Al-Qur'an, mencakup definisi, kategori riba, alasan di balik larangannya, serta solusi bagi pelakunya untuk kembali bertaubat. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah pengumpulan literatur, dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an, tafsir, dan referensi mengenai Fiqih Muamalah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an mengartikan riba sebagai penambahan yang tidak sah dalam transaksi, dengan dua bentuk utama yaitu riba fadhl dan riba nasi'ah. Larangan terhadap riba ditegaskan kembali dalam berbagai surat, seperti Al-Baqarah, Ali Imran, dan Ar-Rum, yang memberikan ancaman serius bagi pelaku riba, bahkan mengibarakannya dengan berperang melawan Allah dan Rasul-Nya. Namun, Al-Qur'an juga membuka peluang bagi pertobatan dan mengajak umat Islam untuk menjauhi riba serta beralih ke sistem ekonomi yang adil, transparan, dan membawa berkah. Kajian ini menekankan pentingnya pemahaman yang menyeluruh mengenai riba agar umat Islam dapat menghindari praktik yang berbahaya dan sekaligus mengimplementasikan solusi yang disarankan oleh Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Teori Struktur Modal dan Konsep Keuangan Syariah Joni Ahmad Mughni (Universitas Siliwangi); Khaisya Awis Putri Malaya (Universitas Siliwangi); Risma Syapira (Universitas Siliwangi); Fahmi Alfarid (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/sjes.v2i02.4927

Abstract

Keputusan struktur modal merupakan aspek penting dalam manajemen keuangan karena berpengaruh terhadap risiko, biaya modal, dan nilai perusahaan. Dalam teori keuangan konvensional, struktur modal dipandang sebagai kombinasi antara utang dan modal sendiri yang bertujuan untuk memaksimalkan nilai perusahaan, sebagaimana dijelaskan dalam teori Modigliani dan Miller yang menekankan peran pajak dan biaya kebangkrutan dalam menentukan komposisi optimal. Sebaliknya, dalam sistem keuangan Islam, struktur modal didasarkan pada prinsip larangan riba, gharar, dan maysir, serta mengedepankan mekanisme bagi hasil dan pembagian risiko. Instrumen pembiayaan seperti Sukuk, Mudharabah, dan Musyarakah mencerminkan perbedaan mendasar dibandingkan instrumen utang berbasis bunga dalam sistem konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur modal konvensional dan syariah dari sisi konsep, karakteristik, serta implikasinya terhadap risiko dan pengelolaan keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan prinsip dasar antara kedua sistem memengaruhi tingkat leverage, manajemen risiko, serta mekanisme perolehan modal. Oleh karena itu, pemahaman komparatif mengenai struktur modal konvensional dan syariah menjadi penting baik secara teoritis maupun praktis, guna mendukung pengambilan keputusan pembiayaan yang sesuai dengan tujuan perusahaan dan nilai ekonomi yang dianut.