Joni Ahmad Mughni (Universitas Siliwangi)
Universitas Siliwangi

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Keputusan Investasi dan Pentingnya Validasi Syariah dalam Keuangan Islam Navita Agraeni (Universitas Siliwangi); Shinta Nabila Hendriana (Universitas Siliwangi); Renata Aulia Zahra (Universitas Siliwangi); Joni Ahmad Mughni (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/sjes.v2i02.4939

Abstract

Investasi merupakan kegiatan penanaman dana yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan di masa depan serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Dalam pengambilan keputusan investasi, investor tidak hanya mempertimbangkan tingkat keuntungan yang diharapkan, tetapi juga harus memperhatikan berbagai risiko yang mungkin terjadi sehingga diperlukan analisis dan pertimbangan yang matang agar keputusan yang diambil dapat memberikan hasil yang optimal. Dalam perspektif keuangan Islam, investasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga harus berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Selain itu, validasi syariah memiliki peran penting dalam memastikan bahwa produk atau instrumen investasi telah sesuai dengan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku. Proses validasi ini juga berfungsi sebagai mekanisme penyaringan informasi dan pengelolaan risiko sehingga investor dapat menghindari investasi yang tidak jelas atau merugikan. Dengan adanya validasi syariah, keputusan investasi diharapkan menjadi lebih bijak, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus keberkahan bagi individu maupun masyarakat.
Peran Strategis Manajer Keuangan Syariah dalam Aktualisasi Sharia Compliance Fadlan Rizki Fauzi (Universitas Siliwangi); Mila Sartika (Universitas Siliwangi); Agustin Mutmainah (Universitas Siliwangi); Joni Ahmad Mughni (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis manajer keuangan syariah dalam menjaga keberlanjutan dan kepatuhan lembaga keuangan syariah di Indonesia dalam perspektif maqasid al-syariah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas industri keuangan syariah, transformasi digital, serta tuntutan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari jurnal nasional terakreditasi, buku akademik, serta laporan resmi Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Dewan Syariah Nasional-MUI periode 20232025.Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah konsep manajemen keuangan syariah, sharia compliance, manajemen risiko, serta integrasi maqasid al-syariah dalam kebijakan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajer keuangan syariah memiliki peran strategis tidak hanya dalam aspek administratif dan teknis, tetapi juga dalam menjaga integritas normatif, reputasi kelembagaan, serta keberlanjutan finansial melalui pengelolaan risiko, investasi, dan struktur modal berbasis syariah. Integrasi nilai maqasid al-syariah dalam pengambilan keputusan keuangan terbukti memperkuat legitimasi sosial dan stabilitas jangka panjang lembaga keuangan syariah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi profesional, digitalisasi sistem pengawasan, serta integrasi indikator maqasid dalam evaluasi kinerja kelembagaan.
Analisis Komparatif Konsep Time Value of Money dan Economic Value of Time dalam Perspektif Legitimasi Syariah Nadia Putri Aulia (Universitas Siliwangi); Nazwa Maulida (Universitas Siliwangi); Aulia Maretsa (Universitas Siliwangi); Joni Ahmad Mughni (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan fundamental antara konsep Time Value of Money (TVM) dalam ekonomi konvensional dengan prinsip ekonomi syariah, serta mengeksplorasi konsep Economic Value of Time (EVT) sebagai alternatif yang sah secara syari. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang bersumber dari literatur ekonomi Islam klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam menolak konsep TVM karena menganggap uang sebagai alat tukar (public goods) dan bukan komoditas yang dapat tumbuh secara otomatis hanya berdasarkan waktu, yang dalam praktiknya memicu riba nasiah. Sebagai solusinya, Islam menawarkan konsep EVT yang menekankan bahwa waktu hanya bernilai ekonomi jika disertai dengan usaha produktif dan kesediaan menanggung risiko (al-ghunmu bi al-ghurmi). Penelitian ini juga membahas dampak inflasi terhadap nilai uang, di mana hukum Islam mengedepankan prinsip keadilan untuk menjaga daya beli tanpa terjebak dalam praktik bunga melalui instrumen bagi hasil (profit and loss sharing). Implementasi konsep-konsep ini diharapkan dapat menciptakan distribusi kekayaan yang merata dan menjaga stabilitas ekonomi makro yang berbasis pada sektor riil.
Membangun Kerangka Kerja Bagi Keuangan Syariah Alifah Mufidah (Universitas Siliwangi); Sofa Rinrin (Universitas Siliwangi); Joni Ahmad Mughni (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/sjes.v2i02.4950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja manajemen keuangan syariah yang menyeluruh dengan menggabungkan maqashid syariah, tata kelola prinsip syariah, digitalisasi dalam sektor keuangan, serta instrumen musyarakah sebagai fondasi utama dalam keuangan berbasis ekuitas. Metode yang digunakan adalah studi literatur melalui analisis mendalam terhadap sumber-sumber akademis terpercaya yang membahas keuangan syariah, regulasi perbankan syariah di Indonesia, serta perkembangan fintech syariah. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kerangka kerja keuangan syariah yang efektif harus mencakup tiga dimensi utama: pemenuhan normatif terhadap prinsip syariah, peningkatan efisiensi operasional melalui digitalisasi, serta fokus pada kesejahteraan sosial yang berlandaskan maqashid syariah. Penelitian ini menyajikan model integratif berlapis empat yang dapat diterapkan oleh lembaga keuangan syariah, baik di Indonesia maupun global, guna mendukung inklusi keuangan serta pembangunan yang berkelanjutan.
Implementasi Prinsip Akad Syariah Dalam Produk dan Pembiayaan PT Bank Syariah Indonesia Indri Aprilianti (Universitas Siliwangi); Naila (Universitas Siliwangi); Nida Rahma Aulia (Universitas Siliwangi); Sri Devi Mulyasari (Universitas Siliwangi); Joni Ahmad Mughni (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4898

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penerapan prinsip akad syariah dalam produk dan pembiayaan pada PT Bank Syariah Indonesia dalam kerangka perseroan terbatas. Kajian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan perusahaan modern yang menuntut integrasi antara sistem hukum positif dan prinsip-prinsip syariah dalam aktivitas bisnis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui penelaahan literatur fikih muamalah, peraturan-undangan, fatwa Dewan Syariah Nasional-MUI, serta referensi manajemen keuangan syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk perusahaan modern seperti perseroan terbatas dapat dianalogikan dengan konsep syirkah al-musahamah selama memenuhi prinsip halal, keadilan, transparansi, serta terhindar dari unsur riba, gharar, dan maisir. Implementasi akad seperti mudharabah dan musyarakah pada produk penghimpunan dana dan pembiayaan mencerminkan penerapan prinsip bagi hasil dan pembagian risiko yang proporsional. Manajemen keuangan syariah dan pengawasan Dewan Pengawas Syariah berperan penting dalam menjaga konsistensi kesejahteraan akad. Dengan demikian, penerapan prinsip akad syariah dalam struktur perseroan terbatas memungkinkan tercapainya tujuan perusahaan yang tidak hanya terfokus pada keuntungan, tetapi juga pada kepentingan dan keinginan untuk berusaha.
Analisis Teori Struktur Modal dalam Perspektif Keuangan Syariah Putri Ana Marisa (Universitas Siliwangi); Annisa Nurhidayah Somantri (Universitas Siliwangi); Joni Ahmad Mughni (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/sjes.v2i02.5002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori struktur modal konvensional dan relevansinya dalam perspektif keuangan syariah. Masalah utama yang dibahas adalah ketidaksesuaian antara teori struktur modal yang menggunakan utang dengan prinsip-prinsip syariah, terutama larangan terhadap riba. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif berupa studi kepustakaan (library research), dengan mengkaji berbagai literatur akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teori Trade-Off dan Pecking Order bisa dipahami kembali dalam konteks keuangan syariah dengan menyesuaikan nilai-nilainya. Struktur modal dalam perspektif syariah lebih menekankan pendanaan berbasis ekuitas melalui instrumen seperti mudharabah dan musyarakah, serta memprioritaskan pendanaan internal sebagai sumber utama pembiayaan. Studi kasus di sektor perbankan syariah Indonesia menunjukkan bahwa mencapai keseimbangan antara efisiensi dalam memberikan pembiayaan dan menjaga kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah adalah hal yang sangat penting. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teori struktur modal konvensional ke dalam konteks syariah memerlukan penyesuaian yang holistik dan komprehensif, dengan mempertimbangkan dimensi etika, keadilan, dan larangan riba sebagai fondasi utama.
Peran Manajer dalam Aktualisasi Nilai Syariah pada Manajemen Keuangan Muhammad Rizkan Arrofi (Universitas Siliwangi); Abdullah Rasyiqul Abid (Universitas Siliwangi); De Trisna Rahmat (Universitas Siliwangi); Joni Ahmad Mughni (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4934

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana manajer memainkan peran penting dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip syariah ke dalam praktik manajemen keuangan berbasis Islam. Dalam sistem keuangan syariah, pencapaian tujuan ekonomi bukan satu-satunya tujuan; pengelolaan keuangan ini juga memerlukan pelaksanaan etika dan kebiasaan Islam. Dalam penelitian ini, metodologi kualitatif digunakan melalui studi kepustakaan yang didukung oleh analisis kasus tentang lembaga keuangan syariah. Data ini berasal dari berbagai sumber, termasuk buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu tentang fungsi manajemen dan tata kelola keuangan syariah. Kajian menunjukkan bahwa manajer tidak hanya bertanggung jawab atas pengendalian keuangan; mereka juga harus bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua operasi perusahaan menganut prinsip amanah, keadilan, integritas, dan tanggung jawab sosial. Proses pengambilan keputusan, sistem pengawasan, dan sistem pengelolaan risiko menunjukkan aktualisasi nilai syariah. Semua ini dijalankan sesuai dengan prinsip Islam dan tidak menggunakan praktik yang melanggar hukum. Menurut penelitian ini, komitmen manajemen untuk menerapkan nilai-nilai syariah adalah komponen penting dalam membangun kepercayaan dan mewujudkan pengelolaan keuangan yang berkelanjutan.
Membangun Kerangka Kerja Bagi Keuangan Syariah Azkya Dwi Zulfa (Universitas Siliwangi); Mufi Nadhif Pranaja (Universitas Siliwangi); Rani Apriliani (Universitas Siliwangi); Joni Ahmad Mughni (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4855

Abstract

Dalam dua dekade terakhir, industri keuangan syariah mengalami peningkatan yang signifikan dalam hal aset, kelembagaan, dan layanan yang ditawarkannya. Meskipun demikian, kemajuan tersebut belum sepenuhnya didukung oleh sistem yang konsisten di tingkat nasional dan internasional. Untuk menjamin kepatuhan terhadap prinsip Islam seperti larangan riba, gharar, dan maysir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, keuangan syariah memerlukan kerangka kerja yang kokoh. Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia menghadapi masalah regulasi yang kompleks, persaingan dengan sistem konvensional, dan adaptasi teknologi digital. Akibatnya, kerangka kerja ini menggabungkan maqashid untuk membentuk sistem yang adil dan berkelanjutan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun suatu sistem keuangan syariah yang menyeluruh yang dapat menyelesaikan aspek normatif dan praktis dari pengelolaannya.
Teori Struktur Modal dan Konsep Keuangan Syariah Joni Ahmad Mughni (Universitas Siliwangi); Khaisya Awis Putri Malaya (Universitas Siliwangi); Risma Syapira (Universitas Siliwangi); Fahmi Alfarid (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/sjes.v2i02.4927

Abstract

Keputusan struktur modal merupakan aspek penting dalam manajemen keuangan karena berpengaruh terhadap risiko, biaya modal, dan nilai perusahaan. Dalam teori keuangan konvensional, struktur modal dipandang sebagai kombinasi antara utang dan modal sendiri yang bertujuan untuk memaksimalkan nilai perusahaan, sebagaimana dijelaskan dalam teori Modigliani dan Miller yang menekankan peran pajak dan biaya kebangkrutan dalam menentukan komposisi optimal. Sebaliknya, dalam sistem keuangan Islam, struktur modal didasarkan pada prinsip larangan riba, gharar, dan maysir, serta mengedepankan mekanisme bagi hasil dan pembagian risiko. Instrumen pembiayaan seperti Sukuk, Mudharabah, dan Musyarakah mencerminkan perbedaan mendasar dibandingkan instrumen utang berbasis bunga dalam sistem konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur modal konvensional dan syariah dari sisi konsep, karakteristik, serta implikasinya terhadap risiko dan pengelolaan keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan prinsip dasar antara kedua sistem memengaruhi tingkat leverage, manajemen risiko, serta mekanisme perolehan modal. Oleh karena itu, pemahaman komparatif mengenai struktur modal konvensional dan syariah menjadi penting baik secara teoritis maupun praktis, guna mendukung pengambilan keputusan pembiayaan yang sesuai dengan tujuan perusahaan dan nilai ekonomi yang dianut.
Validasi Syariah Sebagai Determinan Keputusan Investasi Muslim Dika Diaulhaq (Universitas Siliwangi); Sugih Patoni (Universitas Siliwangi); Rina (Universitas Siliwangi); Joni Ahmad Mughni (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran validasi syariah dalam membentuk keputusan investasi dalam perspektif ekonomi Islam. Aktivitas investasi dalam keuangan syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga harus memenuhi prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi syariah berperan penting dalam memastikan instrumen investasi terbebas dari unsur riba, gharar, dan maysir. Keberadaan Dewan Pengawas Syariah dan fatwa DSN MUI memperkuat kepercayaan investor serta mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.