Dwi Kurnia Putri
Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Sebagai Pelembab Wajah Sintya; Tri danang kurniawan; Samwilson Slamet; Dwi Kurnia Putri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1214

Abstract

Perawatan wajah penting untuk menjaga kesehatan kulit serta mencegah masalah seperti kulit kering, kusam, dan iritasi. Salah satu produk perawatan kulit yang banyak digunakan adalah toner. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi toner ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) sebagai pelembab wajah. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (2%), dan F3 (3%). Ekstraksi daun sirih hijau dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, uji iritasi, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan beraroma lavender. Nilai pH berada pada rentang 5,67–6,47 dan viskositas 1,21–3,83 cPs sehingga memenuhi standar toner. Formula F3 memberikan kelembapan terbaik sebesar 66,39%. Uji iritasi menunjukkan bahwa seluruh formula aman digunakan karena tidak menimbulkan reaksi iritasi. Berdasarkan uji hedonik, formula F2 dan F3 paling disukai oleh panelis. Toner ekstrak daun sirih hijau berpotensi dikembangkan sebagai pelembab wajah alami yang aman dan efektif.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) DAN RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI Nabilah Hana Alzahrah; Suci Rahmawati; Rose Intan Perma Sari; Dwi Kurnia Putri; Oky Hermansyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56845

Abstract

Kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kencur (Kaempferia galanga) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kencur (Kaempferia galanga) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan untuk mengetahui konsentrasi kombinasi terbaik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang kencur diperoleh dengan metode maserasi. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram, kontrol negatif DMSO 40%, kontrol positif ciprofloxacin, dan kombinasi ekstrak 10%, 20%, 40%, 60% dan 80%. Hasil dari penelitian diketahui DMSO 40% tidak menghambat pertumbuhan bakteri sedangkan kontrol positif ciprofloxacin memiliki zona hambat sebesar 15,36±2,35. Pada konsentrasi kombinasi ekstrak yang digunakan pada konsentrasi 10% dan 20% tidak menghasilkan zona hambat sedangkan pada konsentrasi 40%, 60% dan 80% memiliki zona hambat sebesar 0,16±0,11, 4,76±0,79, 6,1±0,54. Berdasarkan hasil uji Anova didaptkan nilai Sig. < 0,05 yaitu sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa antar kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta dan rimpang kencur memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah konsentrasi 80% dengan diameter zona hambat 6,1±0,54 mm yang termasuk kategori sedang.